SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Alih Wahana Novel Namaku Wage Karya Umar Nur Zain Menjadi Buku Cerita Bergambar sebagai Bacaan Anak Usia 7—9 Tahun

NURUL CHOIRIYAH CHOIRIYAH

Abstrak


ABSTRAK

 

Choiriyah, Nurul. 2015. Alih Wahana Novel Namaku Wage Karya Umar Nur Zain Menjadi Buku Cerita Bergambar sebagai Bacaan Anak Usia 7—9 Tahun. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nita Widiati, M.Pd., (II) Dr. Imam Agus Basuki, M.Pd.

 

Kata Kunci: alih wahana, buku cerita bergambar, anak usia 7—9 tahun

 

Cerita pahlawan yang ditulis khusus untuk anak-anak masih belum banyak. Cerita pahlawan lebih banyak ditulis dalam bentuk biografi atau novel. Novel dan biografi tidak sesuai jika dijadikan sebagai bacaan anak karena biografi dan novel ditulis dalam bentuk prosa yang panjang. Anak-anak perlu mendapatkan bacaan bertema pahlawan yang sesuai dengan perkembangan kognitif mereka. Oleh karena itu, perlu dilakukan alih wahana cerita pahlawan yang ditulis dalam bentuk biografi atau novel menjadi buku yang sesuai untuk anak.

Alih wahana adalah proses pengubahan jenis karya sastra satu ke jenis lainnya. Alih wahana dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi yang semakin menunjang berbagai aktivitas manusia. Perkembangan teknologi ini juga berpengaruh terhadap karya sastra. Perkembangan teknologi selain memberikan dampak positif yang mempercepat berbagai aktivitas pekerjaan manusia juga memberikan dampak negatif. Salah satu dampak negatif dari teknologi adalah banyak acara televisi yang menyajikan acara hiburan untuk anak yang mengandung sedikit keteladanan. Oleh karena itu, anak-anak perlu memiliki buku cerita yang memiliki banyak cerita keteladanan. Salah satu kisah keteladanan yang baik adalah dari pahlawan.

Novel yang dialihwahanakan adalah novel Namaku Wage karya Umar Nur Zain. Novel ini merupakan novel sejarah yang menceritakan kehidupan Wage Rudolf Supratman. Novel ini dipilih karena literatur yang menceritakan kisah masa kecil Wage Rudolf Supratman sedikit. Berdasarkan paparan latar belakang pada paragraf satu dan paragraf dua di atas, tujuan penelitian pengembangan ini adalah (1) menghasilkan buku cerita bergambar sebagai bentuk alih wahana masa kecil pada novel Namaku Wage sebagai bacaan anak usia 7—9 tahun, dan (2) mendeskripsikan kelayakan buku cerita bergambar sebagai bentuk alih wahana masa kecil pada novel Namaku Wage sebagai bacaan anak usia 7—9 tahun.             Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan rancangan penelitian yang diadaptasi dari model Thiagarajan, Dorothy S., dan Melvyn I., yaitu model 4D. Berdasarkan model tersebut, dalam penelitian ini ada tiga tahap pengembangan yang dilakukan, yaitu (1) tahap pendefinisian, (2) tahap desain, dan (3) tahap pengembangan. Pelaksanaan pengembangan dilakukan berdasarkan temuan analisis kebutuhan buku cerita bergambar yang dilakukan pada tahap pendefinisian. Produk hasil pengembangan selanjutnya diujicobakan untuk mengetahui kelayakan produk, yakni melalui dua kelompok uji yang meliputi (1) uji ahli yakni ahli sastra dan ahli desain visualisasi cerita bergambar, dan (2) uji kelompok besar yang terdiri atas 30 siswa SD Negeri 06 Bantur usia 7—9 tahun.

Buku cerita bergambar yang dikembangkan adalah buku cerita disertai gambar berwarna. Buku cerita bergambar ini berjudul Kisah Wage Kecil Pencipta Lagu Indonesia Raya. Buku cerita bergambar ini menceritakan masa kecil Wage Rudolf Supratman. Genre buku adalah picture book. Jenis kertas yang digunakan adalah art paper 120 gram. Jumlah halaman isi yaitu 33 halaman.

Hasil validasi oleh ahli materi mendapat skor 91,6 (sangat layak). Hasil validasi oleh ahli media mendapat skor 80,2 (sangat layak). Uji coba pengembangan atau uji coba kelompok besar mendapat skor 97,1 (sangat layak).  Hasil uji dengan ahli materi sastra anak menunjukkan bahwa buku cerita bergambar sangat layak. Uji dengan ahli desain cerita bergambar produk dikategorikan sangat layak dan dapat diimplementasikan tanpa revisi. Hasil uji kelompok besar yang terdiri dari 30 anak menunjukkan bahwa buku cerita bergambar dikategorikan sangat layak dan siap diimplementasikan.

Simpulan penelitian pengembangan ini adalah bahan bacaan kisah pahlawan berbentuk buku cerita bergambar dari hasil uji menunjukkan bahwa produk buku cerita bergambar sangat layak dan dapat diimplementasikan.

Buku cerita bergambar ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada anak-anak usia 7—9 tahun, orang tua, guru, sekolah, dan peneliti lain. Manfaat untuk anak usia 7—9 tahun yaitu untuk menambah bahan bacaan bertema pahlawan nasional Indonesia, membantu proses belajar membaca anak usia 7—9  tahun, dan meningkatkan rasa cinta kepada cerita pahlawan nasional. Manfaat bagi orang tua yaitu untuk memberikan prasarana yang dipersiapkan untuk membantu anak gemar membaca.Manfaat untuk guru yaitu dapat digunakan sebagai alternatif bahan pengayaan bertema pahlawan nasional. Bagi sekolah dapat dijadikan tambahan koleksi perpustakaan. Bagi pengembang selanjutnya disarankan untuk melakukan pengembangan cerita-cerita lokal Indonesia untuk anak agar bacaan anak semakin banyak variasinya.