SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PEMBELAJARAN MENULIS PARAGRAF AKSARA JAWA SISWA KELAS X SMA NEGERI 4 MALANG

Yuni Ningtyas

Abstrak


ABSTRAK

 

Ningtyas, Yuni. 2015. Pembelajaran Menulis Paragraf Aksara Jawa Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sunoto, M.Pd., pembimbing (II) Karkono, S.S., M.A.

 

Kata Kunci: pembelajaran, menulis, paragraf, aksara Jawa.

                  

Menulis paragraf aksara Jawa merupakan salah satu KD yang dipelajari dalam pembelajaran mulai jenjang SD/MI/SDLB sampai SMA/SMK/MA. Pada jenjang SMA/SMK/MA, KD menulis aksara Jawa dipelajari oleh peserta didik di kelas X. Berdasarkan hasil pengamatan pada pembelajaran menulis aksara Jawa di SMA Negeri 4 Malang menunjukkan bahwa pemahaman peserta didik terhadap bahasa Jawa dan aksara Jawa masih rendah. Fakta tersebut sebagai akibat rendahnya minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Daerah. Hal itu menunjukkan kondisi yang berseberangan dengan posisi bahasa Jawa bagi tujuan pelestarian dan pengembangan budaya tersebut. Atas pertimbangan tersebut, perlu dilakukan penelitian terhadap fakta pembelajaran bahasa Jawa dengan fokus penelitian perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran menulis paragraf aksara Jawa siswa kelas X SMA Negeri 4 Malang.

Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan data berupa komponen-komponen RPP, transkrip pelaksanaan pembelajaran menulis paragraf aksara Jawa, serta daftar nilai dan alat penilaian menulis paragraf aksara Jawa. Data tersebut dikumpulkan menggunakan teknik telaah dokumen, pengamatan, dan dokumentasi. Instrumen pendukung yang digunakan berupa pedoman analisis RPP, pedoman analisis pelaksanaan pembelajaran menulis paragraf aksara Jawa, dan pedoman analisis penilaian menulis paragraf aksara Jawa. Data yang terkumpul dipilah, kemudian direduksi, disajikan, dan dianalisis.

Dengan tahapan penelitian tersebut, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, RPP yang dibuat oleh guru memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antarkomponen RPP; untuk dua kali pertemuan; memuat kompetensi dasar; menekankan pada keaktifan peserta didik; berbasis konteks; memfasilitasi peserta didik belajar secara mandiri; memanfaatkan media pembelajaran yang relevan. Pada sisi lain juga ditemukan bahwa RPP belum memperhatikan perbedaan individu peserta didik.

Kedua, pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dua kali pertemuan dan alokasi waktunya 2 x 45 menit. Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pembuka, inti, dan penutup. Kegiatan pembuka (1) pertemuan pertama melaksanakan kegiatan rutin, menyampaikan garis besar cakupan materi, tujuan pemberian materi, dan apersepsi, dan (2) pertemuan kedua melaksanakan kegiatan rutin dan mengklarifikasi ketidakhadiran pertemuan sebelumnya. Kegiatan inti (1) pertemuan pertama melaksanakan kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan, dan (2) pertemuan kedua hanya melaksanakan mengamati, menanya, dan mengomunikasikan. Kegiatan penutup (1) pertemuan pertama menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya, refleksi, umpan balik, mengingatkan kebiasaan buruk yang harus dikurangi, dan salam, dan (2) pertemuan kedua menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya dan salam. Pelaksanaan pembelajaran tersebut belum mengacu pada RPP yang telah dirancang sehingga belum ada kesesuaian dan keajegan antara RPP dengan pelaksanaan pembelajaran.

Ketiga, penilaian yang dilakukan oleh guru, yaitu penilaian kompetensi sikap dan penilaian kompetensi keterampilan. Rubrik dan kriteria penskoran pelaksanaan penilaian kompetensi sikap dan penilaian kompetensi keterampilan tersebut sesuai dengan yang tercantum dalam lampiran RPP.

 

Berdasarkan hasil penelitian dapat disampaikan saran sebagai berikut. Peserta didik diharapkan lebih sering berlatih menulis menggunakan aksara Jawa, sehingga tidak terus-menerus bergantung pada buku atau Pepak Bahasa Jawa. Selain itu, peserta didik diharapkan lebih aktif dan semangat dalam belajar Bahasa Jawa agar lebih memahami, mengetahui, dan mencintai budaya bangsa Indonesia, khususnya budaya Jawa. Bagi guru, diharapkan mampu membuat RPP lebih rinci agar dapat dipahami oleh orang lain dan memperhatikan perbedaan individu peserta didik. Guru juga diharapkan dapat melaksanakan pembelajaran lebih sistematis dan sesuai dengan RPP yang telah dirancang sebelumnya. Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi pengetahuan dalam mengembangkan penelitian yang lebih bervariasi.