SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Membaca dan Menulis Cerpen untuk SMA/SMK

Siti Afifatur Rohmah

Abstrak


ABSTRAK

 

Rohmah, Siti Afifatur. Pengembangan Bahan Ajar Membaca dan Menulis Cerpen untuk SMA/SMK. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Roekhan, M.Pd., (II) Dr. Nurchasanah, M.Pd.

 

Kata Kunci : bahan ajar, membaca dan menulis, cerpen.

 

Penelitian pengembangan bahan ajar membaca dan menulis cerpen ini dilatarbelakangi analisis kebutuhan dengan melakukan wawancara guru dan siswa. Dari hasil wawancara diperoleh beberapa informasi yang dapat dijadikan sebagai landasan pengembangan bahan ajar. Beberapa informasi tersebut yakni ada beberapa kendala  yang sering dihadapi siswa dalam menggali imajinasi, minat siswa masih kurang, siswa masih bingung dalam merangkai cerita, hasil membaca dan  menulis cerpen kurang memuaskan, dan  sumber belajar yang digunakan siswa hanya buku dari pemerintah. Guru memerlukan bahan ajar  yang dapat menunjang proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditentukan dapat tercapai secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar membaca dan menulis cerpen untuk SMA/SMK dengan memperhatikan unsur, isi bahan ajar,  sistematika penyajian, penggunaan bahasa, dan tampilan.

Penelitian ini menggunakan rancangan pengembangan bahan ajar yang diadaptasi dari model pengembangan Borg dan Gall. Berdasarkan prosedur tersebut, terdapat tujuh tahapan prosedur, yakni (1) analisis kebutuhan, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) uji ahli dan praktisi, (5) revisi produk awal, (6) uji lapangan, dan (7) revisi produk akhir. Produk penelitian ini adalah bahan ajar membaca dan menulis cerpen untuk SMA/SMK.Uji produk dilakukan kepada ahli pembelajaran sastra dan ahli bahan ajar pembelajaran bahasa Indonesia, praktisi, dan siswa. Data penelitian pengembangan ini berupa data verbal dan data nonverbal. Data verbal dibedakan menjadi data tulis dan data lisan. Data verbal tulis berupa saran perbaikan yang ditulis oleh subjek coba pada lembar penilaian. Data verbal lisan berupa informasi lisan yang diperoleh ketika wawancara dengan subjek coba, praktisi (guru), dan siswa. Data nonverbal berupa data numerik atau skor yang ditulis oleh subjek coba pada lembar penilaian atau angket. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara dan angket.

Uji produk melibatkan tiga uji, yakni (1) uji validasi, (2) uji praktisi, dan (3) uji lapangan. Uji validasi meliputi, (1) uji validasi keakuratan materi bahan ajar mencapai 66,67%, (2) uji validasi kedalaman materi bahan ajar mencapai 87,5%, (3) uji validasi kelengkapan materi bahan ajar mencapai 84,37%, (4) uji validasi sistematika penulisan bahan ajar mencapai 87,5%, (5) uji validasi deskripsi isi bahan ajar mencapai 87,5%, (6) uji validasi bahasa bahan ajar mencapai 87,5%, (7) uji validasi tampilan bahan ajar mencapai 70%. Rata-rata keseluruhan dari hasil uji  validasi mencapai 81,57% yang berarti produk layak dan dapat diimplementasikan. Uji praktisi mencapai 82,5% yang berarti produk layak dan dapat diimplementasikan. Uji lapangan mencapai 88,81% yang berarti poduk sangat layak dan dapat diimplementasikan. Nilai keseluruhan dari hasil semua uji produk mencapai 84,3% yang berarti produk layak dan dapat diimplementasikan. Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan produk berupa bahan ajar membaca dan menulis cerpen untuk SMA/SMK. Bahan ajar ini dikemas dengan memperhatikan beberapa aspek, yakni isi bahan ajar yang memenuhi kriteria kelayakan isi,  sistematika penyajian yang sistematis, penggunaan bahasa yang komunikatif, dan kesesuaian tampilan produk dengan isi. Pertama, deskripsi isi bahan ajar ini meliputi (a) materi cerita pendek, (b) langkah-langkah membaca dan menulis teks cerita pendek , (c) memanfaatkan teks berita sebagai sumber ide menulis cerpen, (d) contoh pembelajaran membaca dan menulis teks cerita pendek , dan (e) latihan-latihan membaca dan menulis teks cerita pendek. Kedua, sistematika penyajian bahan ajar harus sistematis agar dapat memudahkan penerapan pembelajaran membaca dan menulis cerpen di dalam kelas. Sistematika penyajian bahan ajar terdiri atas (a) bagian awal, (b) bagian isi , dan (c) bagian akhir. Ketiga, deskripsi produk pada aspek kebahasaan adalah produk menggunakan bahasa yang komunikatif sehingga mengajak siswa aktif dalam belajar. Keempat, bahan ajar membaca dan menulis cerpen mempunyai kesesuaian tampilan ilustrasi dengan isi pembelajaran. Produk bahan ajar diberikan ilustrasi judul yang langsung pada pokok isi bahan ajar, yaitu Serunya Membaca dan Menulis Cerpen. Produk tersebut menunjukkan kriteria layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran membaca dan menulis cerpen untuk SMA/SMK. Hal tersebut dapat diketahui berdasarkan uji produk terhadap ahli pembelajaran sastra, ahli bahan ajar pembelajaran bahasa Indonesia, praktisi, dan siswa.

 

Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan bahan ajar membaca dan menulis cerpen untuk SMA/SMK dapat dijadikan salah satu alternatif untuk mengajarkan keterampilan membaca dan menulis cerpen kepada siswa. Saran diseminasi produk bahan ajar ini dapat disebarluaskan melalui dua cara, yaitu media internet dan Forum MGMP.