SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Membaca Teks Cerita Moral/Fabel Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Malang

Roisah Amilina

Abstrak


ABSTRAK

 

Amilina, Roisah. 2015. Pembelajaran Membaca Teks Cerita Moral/Fabel Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Maryaeni, M.Pd, (II) Dwi Sulistyorini, S.S, M.Hum.

 

Kata Kunci: pembelajaran membaca, teks cerita moral/fable

 

Pembelajaran membaca merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa selain menulis, menyimak, dan berbicara yang kerap dianggap remeh oleh peserta didik.Membaca teks cerita moral/fabel merupakan salah satu kompetensi dasar yang sesuai dengan tujuan Kurikulum 2013, yaitu untuk menciptakan pendidikan karakter berbasis teks.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran membaca teks cerita moral/fabel di kelas VIII SMP Negeri 10 Malang. Deskripsi pelaksanaan pembelajaran tersebut dijabarkan mulai dari penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran membaca teks cerita moral/fabel yang dilaksanakan oleh guru dan siswa kelas VIII B SMP Negeri 10 Malang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan guru dan siswa kelas VIII B sebagai subjeknya. Data dalam penelitian ini berupa data verbal dan non verbal yang terdiri dari tiga aspek. Aspek pertama yang diteliti adalah perencanaan pembelajaran. Data dari penelitian ini adalah semua informasi yang ada dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan juga berdasarkan wawancara terhadap guru mata pelajaran. Adapun informasi yang ada dalam RPP tersebut berupa komponen-komponen RPP yang dibuat oleh guru. Komponen tersebut yaitu: identitas RPP, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan, materi, metode, kegiatan, sumber belajar, dan penilaian pembelajaran. Adapun aspek kedua yang diteliti adalah pelaksanaan pembelajaran membaca teks cerita moral/fabel. Data dalam penelitian pada aspek kedua ini diperoleh dari pengamatan aktivitas belajar-mengajar yang dilakukan antara guru dan siswa. Aktivitas belajar-mengajar meliputi kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Melalui peristiwa atau aktivitas yang diamati, peneliti mengetahui proses pembelajaran dengan pasti karena peneliti menyaksikan sendiri secara langsung peristiwa tersebut.Aspek ketiga yang diteliti adalah penilaian pembelajaran. Data dalam penilaian aspek ketiga adalah perangkat evaluasi, informasi tentang jenis dan pedoman penilaian, serta tuturan yang dilakukan guru tentang kegiatan interaksi pada saat penilaian. Sumber data dalam penelitian ini adalah RPP, guru, dan kegiatan belajar-mengajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 10 Malang.

Hasil penelitian ini adalah deskripsi tentang: (1) komponen-komponen rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP); pelaksanaan pembelajaran yang meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup; dan (3) penilaian pembelajaran yang terdiri atas penilaian proses dan penilaian hasil.

Pertama,rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) membaca teks cerita moral/fabel disusun oleh guru dan juga berdasarkan hasil diskusi guru mata pelajaran sesuai dengan Kurikulum 2013. Penulisan identitas dan kompetensi lengkap dan sesuai dengan ketentuan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014. Tujuan pembelajaran dirumuskan dari indikator pencapaian kompetensi. Materi pembelajaran berasal dari buku teks pelajaran. Metode yang dipilih meliputi diskusi/kerja kelompok, pemberian tugas, dan tanya jawab dengan menggunakan pendekatan saintifik dan model discovery learning. Langkah-langkah pembelajaran dirancang menggunakan pendekatan saintifik, meliputi kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Sumber belajar dan media yang dipilih kurang bervariasi, hanya terdiri atas buku paket siswa serta tayangan video kehidupan binatang dan gambar binatang. Penilaian yang disusun sudah sesuai dengan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran dengan melengkapi perangkat penilaian yang dibuat sesuai dengan pedoman pada Permendikbud Nomor 104 Tahun 2014. Penilaian terdiri atas penilaian proses dan penilaian hasil yang digunakan untuk menilai tiga aspek, yaitu afektif (sikap), kognitif (pengetahuan), dan psikomotorik (keterampilan).

Kedua,secara keseluruhan, pelaksanaan pembelajaran yang meliputi kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup tidak sebagus RPP yang dibuat. Kompetensi dasar memahami dan menangkap makna teks cerita moral/fabel belum sepenuhnya tercapai, karena pelaksanaan kegiatan pembelajaran hanya mengacu pada satu sumber dan enam pengalaman belajar yang tertera pada RPP tidak dijalankan secara optimal. Selain itu, kompetensi dasar pada penjabaran KI-1 dan KI-2juga tidak disampaikan. Guru juga tidak melakukan beberapa kegiatan yang seharusnya ada pada pelaksanaan pembelajaran seperti presensi, penyampaian tujuan pembelajaran, dan penyampaian kompetensi yang akan dicapai. Akan tetapi, guru berhasil menguasai kelas dan mampu menyedot perhatian siswa, karena pelaksanaan pembelajaran lebih banyak mengarah pada kegiatan siswa dan guru pun memahami karateristik siswa pada tiap-tiap kelas.

Ketiga, penilaian pembelajaran tidak dilaksanakan secara terbuka, guru cenderung melakukan penilaian proses dengan teknik observasi selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Tugas rumah berupa teks cerita moral/fabel dari sumber lain dan mengerjakan buku paket tidak dinilai, hanya didiskusikan bersama. Akan tetapi, perangkat penilaian yang dibuat sudah sangat bagus dan sesuai dengan teknik dan instrumen penilaian yang ada pada Permendikbud Nomor 104 Tahun 2014.

Berdasarkan hasil penelitian, saran ini diberikan kepada guru bahasa Indonesia, sekolah, dan peneliti selanjutnya. Pertama, guru diharapkan untuk memahami betul RPP yang telah dirancang, khususnya pada capaian kompetensi, tujuan pembelajaran, serta ketersediaan variasi sumber belajar dan media pembelajaran guna meningkatkan kualitas pemahaman dan penguasaan siswa terhadap materi. RPP yang bagus belum tentu bisa diterapkan sama bagusnya. Kedua, sekolah sebagai lembaga untuk belajar dan mengajar serta mendapat dan memberikan pelajaran hendaknya turut serta dalam menyediakan variasi sumber belajar dan media pembelajaran. Adakan workshop dan evaluasi pembelajaran rutin yang berguna untuk peningkatan mutu tenaga pendidik agar sekolah bisa mencetak lulusan-lulusan yang berkualitas. Ketiga, Pahami betul kondisi dan kebutuhan lapangan, serta kompetensi yang menjadi fokus penelitian agar penelitian yang dilakukan lebih terarah dan bermanfaat bagi semua pihak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRACT

 

Amilina, Roisah. 2015. The Teaching and Learning on Moral Story Texts/Fabels of the Students of Junior High School 10 Malang. Sarjana’s Thesis, Indonesian Department, Faculty of Letter, State University of Malang. Advisors: (I) Prof. Dr. Maryaeni, M.Pd, (II) Dwi Sulistyorini, S.S, M.Hum.

 

Keywords: Teaching and learning of reading, moral text/fables

 

Reading is one of the four language skills, instead of writing, listening, and speaking, which is often considered unimportant by the learners. Reading is also one of the basic competences which is related to the goal of 2013 curriculum, namely to create the genre-based character building.

This research aims at describing the teaching and learning of reading to the VIII graders of Junior High School 10 Malang. The description of the teaching-learning activity is elaborated from planning the lesson, implementing the learning procedure, and assessing the reading activity done by both the teacher and students of VIII B class of Junior High School 10 Malang.

This research employs descriptive-qualitative design in which the teacher and students of VIII B class are being the subjects. The data and data source in this study are in the form of verbal an non verbal data, which consist of three aspects. The first aspect is lesson planning. The data gathered in this research are verbal information about the lesson plan, and the result of the interview with the teacher. The second aspect is the implementation of the learning procedure of reading moral story/fables. This kind of datum was obtained from the observation towards the teaching and learning activity conducted by both the teacher and students. The third aspect is about the learning assessment. The data of this third aspect are evaluation package, the information regarding the assessment mode and guide, and the teacher’s talk to interact with the students while the students were being assessed. Those studied three aspects were collected by using documents, observation, interview, and documentations as the instruments.

The result of this research is the description regarding: (1) the components of lesson plan; (2) the implementation of learning procedure which consists of pre-activity, main-activity, and post-activity, and (3) the evaluation towards the learning activity which consists of both process and result assessment.

Firstly, the lesson plan of reading moral story/fables was created by the teacher and based on the discussion of the Indonesian language teachers in accordance with 2013 curriculum. The identity and competences were written based on Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014. The goal of the teaching and learning was derived from the indicators. The materials were taken from the course book. The method chosen consists of group work, doing tasks, and question and answer session using scientific approach and discovery learning model. The learning procedure was arranged by using scientific approach which consists of pre-activity, main-activity, and post-activity. The learning sources chosen were less varied –there were only the students’ course book, and the pictures of animals and the video of their lives. The assessment done by the teacher was in line with the basic competences and the learning goal, and by fulfilling the evaluation package determined in accordance with Permendikbud Nomor 104 Tahun 2014. The evaluation consisted of both process and result assessments which were used to assess three aspects: affective (attitude), cognitive (knowledge), and psychomotor (skill).

Secondly, in general, the implementation of learning procedure which consists of pre-activity, main-activity, and post-activity was not as well as how the lesson was planned. The basic competences of understanding and comprehending the meaning of moral story/ fables were not fully reached since the activity was only based on six sources, while the six learning experiences stated in the lesson plan were not covered optimally. Meanwhile, the basic competences derived from the first and second core competences were not done. The teacher did not conduct some activities which must have been covered, such as to call the roll, explain the learning goal and competences attained, and etc. However, the teacher was successful to seek the students’ attention since the learning activity was focused on the students’ activity, and the teacher understood the students’ characteristics in every single class very well.

Thirdly, the learning assessment was not openly conducted. The teacher mainly assessed the process by using observation technique during the learning activity. The homework, such as searching for the moral story/fables from other sources and doing the task on the course book, was not assessed –it was only discussed together in the class. However, the evaluation package made was very well-arranged and in line with the assessment instruments stated in Permendikbud Nomor 104 Tahun 2014.

Based on the result of this research, the suggestionsare given to Indonesian language teachers, schools, and further researchers. Firstly, the teachers are expected to understand the lesson plan made very well especially on the competences attained, learning goals, and the variety of learning sources and media to improve the quality of the students’ comprehension and acquisition towards the materials. It is often that the learning procedure is not always implemented as well as what has been written in the lesson plan. Secondly, it is recommended for the schools, as the institutions for teaching and learning, to provide varied learning sources and media. They can also conduct workshops and frequent teaching-learning evaluation to improve the teachers’ quality, so that they can produce more qualified outcomes. Thirdly, the further researchers should understand very well the condition and needs of the field, as well as the competences which are being the focus of this research.Therefore, the research will be well-conducted and beneficial for all sides of people.