SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Menulis Cerpen dengan Sumber Inspirasi Album Foto Cerita Bermuatan Pendidikan Karakter untuk Siswa Kelas XI

Puji Lestari

Abstrak


ABSTRAK

 

Lestari, Puji. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Cerpen dengan Sumber Inspirasi Album Foto Cerita Bermuatan Pendidikan Karakter untuk Siswa Kelas XI. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Yuni Pratiwi, M Pd, ( II) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M. Pd.

 

Kata Kunci: bahan ajar, menulis cerpen, album foto cerita, pendidikan karakter.

 

Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Menulis cerpen merupakan salah satu keterampilan menulis yang menghasilkan karya sastra. Studi pendahuluan dilakukan melalui angket yang diisi oleh siswa  dan wawancara dengan guru. Bahan ajar menulis cerpen dengan sumber inspirasi album foto cerita bermuatan pendidikan kakakter mencakup empat aspek meliputi: isi, sistematika, bahasa, dan tampilan bahan ajar dengan sumber inspirasi album foto cerita yang menarik untuk sisiwa kelas XI SMK.

Tujuan pengembangan ini, yaitu (1) menghasilkan isi bahan ajar menulis cerpen dengan sumber inspirasi album foto cerita bermuatan pendidikan karakter, (2) menghasilkan sistematika bahan ajar menulis cerpen dengan sumber inspirasi album foto cerita bermuatan pendidikan karakter, (3) menghasilkan bahasa bahan ajar menulis cerpen dengan sumber inspirasi album foto cerita bermuatan pendidikan karakter yang baku dan komunikatif untuk siswa SMK, dan (4) menghasilkan tampilan produk bahan ajar menulis cerpen dengan sumber inspirasi album foto cerita bermuatan pendidikan karakter yang menarik.

Model desain adaptasi pengembangan Borg dan Gall digunakan untuk mencapai tujuan penelitian dan pengembangan bahan ajar. Berdasarkan model tersebut, dalam penelitian ini ada tujuh tahap, yaitu (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan, (3) pengembangan draf produk bahan ajar, (4) validasi ahli dan praktisi, (5) revisi produk awal, (6) uji lapangan terbatas, (7) penyempurnaan produk akhir. Validasi ahli dilakukan melalui uji kepada ahli materi dan ahli pembelajaran menulis kreatif cerpen.

Berdasarkan hasil uji produk yang dilakukan pada ahli materi, ahli pembelajaran, praktisi, dan subjek uji diperoleh skor yang berbeda-beda.  Data nonverbal (numerik) dan verbal dari hasil uji  dijabarkan sebagai berikut.  Ahli materi memberikan nilai 95 (sangat layak) untuk kelengkapan materi, 83,33 (sangat layak) untuk  kedalaman materi, dan 100(sangat layak)  untuk keakuratan materi. Ahli materi memberikan komentar dan saran bahwa foto yang disajikan dalam bahan ajar perlu didekatkan lagi antara jarak cerita dan resolusi foto perlu diperbesar untuk memperoleh kualitas foto yang bagus. Ahli pembelajaran memberikan nilai 100 (sangat layak)  untuk isi bahan ajar, 100 (sangat layak)  untuk sistematika bahan ajar, 91,66 (sangat layak)  untuk bahasa bahan ajar, dan 92,86 (sangat layak)  untuk tampilan bahan ajar. Ahli pembelajaran memberikan komentar dan saran bahwa terdapat beberapa struktur kalimat dan kata dalam bahan ajar yang perlu diperbaiki lagi. Praktisi memberikan nilai 100 (sangat layak)  untuk isi bahan ajar, 100 (sangat layak)  untuk sistematika bahan ajar, 87,5 (sangat layak) untuk bahasa bahan ajar, dan 100 (sangat layak)  untuk tampilan bahan ajar. Praktisi memberikan komentar dan saran bahwa dalam judul kegiatan seharusnya menggunakan kalimat aktif supaya judul kegiatan dalam bahan ajar tersebut bisa seimbang. Pada uji lapangan diperoleh hasil persentase terendah dari jawaban siswa adalah 78,57 (sangat layak)  dan presentase tertinggi 92.86 (sangat layak) Keseluruhan jawaban siswa mencapai presentase 87,62 (sangat layak). Data verbal dari hasil uji adalah beberapa saran dan komentar untuk memperbaiki beberapa komponen yang masih perlu disempurnakan.

Hasil pengembangan bahan ajar dari aspek isi bahan ajar menghasilkan kelengkapan materi, latihan, dan contoh yang sesuai dengan teori menulis cerpen. Teori yang dijabarkan dalam bahan ajar meliputi: definisi cerpen, ciri-ciri cerpen, nilai karakter dalam cerpen, unsur pembangun cerpen, dan langkah-langkah menulis cerpen. Bahan ajar menghasilkan sistematika yang terstruktur. Sistematika bahan ajar mengklasifikasikan materi, contoh, dan latihan ke dalam empat kegiatan. Kegiatan pertama, yaitu Mengenal Cerpen yang berisi materi dan contoh analisis cerpen berdasarkan alur cerpen. Kegiatan kedua, yaitu Menulis Cerpen dengan Sumber Inspirasi Album Foto yang berisi tahap-tahap menulis kerangka, mengembangkan kerangka, dan menentukan judul cerpen. Kegiatan ketiga, yaitu Menyempurnakan Cerpen yang berisi tahap-tahap merevisi cerpen. Kegiatan keempat, yaitu Memublikasikan Cerpen berisi pilihan alternatif apa saja yang bisa dipilih untuk memublikasikan cerpen. Bahan ajar menghasilkan  ragam bahasa yang baku, lugas, dan komunikatif sesuai dengan bahasa pembelajaran. Bahan ajar menghasilkan tampilan ukuran buku, sampul buku, dan desain isi buku dengan komposisi warna dan pemberian gambar pendukung yang menarik minat baca.

 

Penyebarluasan produk bahan ajar menulis cerpen ini dapat dilakukan dengan cara (1) disajikan dalam seminar ke sesama mahasiswa, (2) artikel dari hasil penelitian didiseminasikan melalui majalah online, dan (3) produk ini juga bisa disebarluaskan melalui forum MGMP bahasa Indonesia.