SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Muatan Nilai Karakter dalam Teks Anekdot Karya Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Malang

Rizsky Ariani Rahayu

Abstrak


ABSTRAK

 

Rahayu, Rizsky Ariani. 2015. Muatan Nilai Karakter dalam Teks Anekdot Karya Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd., (II) Karkono, S.S., M.A.

 

Kata Kunci: muatan nilai karakter, teks anekdot, karya siswa

 

Dewasa ini keadaan moral siswa SMA/SMK Kota Malang semakin mengkahawatirkan. Kekhawatiran itu ditandai dengan munculnya jenis-jenis kenakalan remaja yang terjadi di kalangan siswa SMA/SMK. Penyimpangan yang terjadi tersebut akibat kurangnya penanaman nilai karakter dalam diri siswa. Peran sekolah sebagai jenjang pendidikan formal harus mampu menanamkan nilai karakter ke dalam aspek pembelajaran khususnya bahasa Indonesia. Untuk mengetahui kualitas pemahaman siswa terhadap nilai karakter dapat melalui bahasa tulisan mereka. Teks anekdot sebagai teks sastra pada kelas X menjadi media yang tepat untuk mengajarkan nilai karakter pada siswa. Teks anekdot juga menjadi media yang tepat untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mengintegrasikan nilai karakter ke dalam bentuk karya yang memuat nilai karakter.

Penelitian ini dilakukan untuk mendeksripsikan muatan nilai karakter dalam teks anekdot karya siswa kelas X SMK Negeri 1 Malang. Nilai karakter tersebut meliputi nilai karakter dalam hubungannya dengan (1) Tuhan YME, (2) diri sendiri, (3) sesama, (4) lingkungan, dan (5) kebangsaan. Selanjutnya, penelitian ini dilakukan untuk mendeksripsikan cara pengintegrasian nilai karakter yang dapat dilihat dalam struktur isi teks anekdot, yaitu (1) abstraksi, (2) orientasi, (3) krisis, (4) reaksi, dan (5) koda.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deksriptif kualitatif. Lokasi penelitian adalah SMK Negeri 1 Malang. Sumber data penelitian ini yaitu kelas X Jurusan Akuntansi dan Usaha Perjalanan Wisata. Data penelitian berupa teks anekdot karya siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi. Instrumen kunci dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri serta instrumen penunjang berupa panduan pengambil data danpanduan analisis data. Analisis data dilakukan mulai tahap pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penyimpulan data. Untuk menjaga keabsahan data dan temuan, penelitimenggunakan triangulasi sumber dan ketekunan pengamatan.

Berdasarkan hasil analisis data, didapatkan hasil sebagai berikut. Pertamaterdapat lima nilai karakter yang diintegrasikan dalam teks anekdot yang diproduksi siswa kelas X SMK Negeri 1 Malang, yaitu (1) nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa yang berisi religius, (2) nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri yang berisi jujur, tanggung jawab, bergaya hidup sehat, disiplin, kerja keras, percaya diri, berjiwa wirausaha, kreatif, mandiri, ingin tahu, dan cinta ilmu, (3) nilai karakter dalam hubungannya dengan sesamameliputi menghargai prestasi dan bersahabat, (4) nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan meliputi peduli sosial dan peduli lingkungan, dan (5) nilai karakter dalam hubungannya dengan kebangsaan meliputi nasionalis, semangat kebangsaan, dan menghargai keberagaman.

Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan hasil sebagai berikut. Karakter paling banyak termuat pada teks anekdot karya siswa adalah karakter peduli sosial (15 data). Selanjutnya, nilai karakter jujur (13 data), kreatif  dan nasionalis (11 data), disiplin (10 data), peduli lingkungan (9 data), dan religius (8 data). Setelah itu, nilai karakter tanggung jawab, kerja keras, percaya diri, dan menghargai keberagaman sebanyak 7 data, bergaya hidup sehat (5 data), cinta ilmu, bersahabat, dan semangat kebangsaan (4 data), mandiri dan ingin tahu (3 data), serta berjiwa wirausaha dan menghargai prestasi (1 data). Berdasarkan kelima karakter yang diintegrasikan siswa dalam teks, terdapat karakter yang paling banyak muncul, yaitu nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan yang dijabarkan dalam nilai karakter peduli sosial dan peduli lingkungan. Dalam praktiknya, siswa kelas X SMK Negeri 1 Malang lebih mudah merealisasikan nilai karakter yang dipahami dan sering diterapkan dalam kegiatan sehari-hari. Oleh karena itu, konsep nilai karakter yang kurang dipahami siswa sulit muncul dalam teks anekdot yang diproduksi.

Kedua, terdapat lima cara yang dipilih siswa dalam mengintegrasikan nilai karakter dalam teks anekdot yang diproduksi. Siswa mengintegrasikan nilai karakter ke dalam lima bagian teks anekdot, yaitu abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai karakter yang diintegrasikan pada bagian: (1) abstraksi sebanyak 13 karakter, (2) orientasi sebanyak 31 karakter, (3) krisis sebanyak 50 karakter, (4) reaksi sebanyak 21 karakter, dan (5) koda sebanyak 7 karakter. Berdasarkan hasil tersebut, siswa paling banyak mengintegrasikan muatan nilai karakter pada bagian krisis dan orientasi. Kedua bagian itu merupakan bagian yang esensialdalam teks anekdot karena merupakan bagian inti munculnya sindiran, kritik, atau keunikan cerita. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa dalam satu teks terdapat satu atau lebih muatan nilai karakter dalam struktur isi teks anekdot yang berbeda misalnya pada satu teks memuat nilai karakter yang diintegrasikan pada bagian abstraksi dan koda.

Berdasarkan hasil penelitian tentang muatan nilai karakter dalam teks anekdot karya siswa kelas X SMK Negeri 1 Malang dapat disimpulkan sebagai berikut. (1) teks anekdot yang diproduksi siswa memuat nilai karakter yang beragam, (2) siswa lebih mudah merealisasikan nilai karakter yang dipahami dan sering diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, (3) nilai karakter dalam teks anekdot karya siswa mayoritas diintegrasikan pada bagian orientasi dan krisis, serta (4) dalam satu teks memungkinkan terdapat lebih dari satu nilai karakter bergantung siswamengolah bahasa yang dituangkan pada teks yang ditulis.

 

Berkaitan dengan penelitian ini, disarankan kepada beberapa pihak berikut. Pertama bagi praktisi pendidikan (guru) diharapkan agar mengajarkan nilai-nilai karakter pada semua aspek pembelajaran, khususnya bahasa Indonesia. Guru sebagai model harus mampu menjadi model karakter yang baik bagi siswa. Nilai karakter seperti berjiwa wirausaha, menghargai prestasi, ingin tahu, dan lain sebagainya perlu ditumbuhkembangkan pada siswa sehingga bisa terinternalisasi dengan baik dalam diri siswa tersebut. Kedua, bagi peneliti lain diharapkan untuk meneliti penelitian serupa terkait dengan nilai karakter dalam teks sastra.