SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PeningkatanKemampuanMenulisTeksEksplanasidenganMenggunakanMetodePemetaanPikiranSiswaKelas VII SMP Negeri 8 Malang

Nurma Atina

Abstrak


ABSTRAK

 

Atina, Nurma. 2015. Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi dengan Menggunakan Metode Pemetaan Pikiran Siswa Kelas VII SMP Negeri 8 Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah. Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. WahyudiSiswanto, M.Pd., (II) Dr. Martutik, M.Pd.

 

Kata kunci: kemampuan menulis, teks eksplanasi, metode pemetaan pikiran

 

Menulis teks eksplanasi merupakan salah satu kompetensi dasar yang diajarkan di kelas VII. Berdasarkan studi pendahuluan, diketahui bahwa kemampuan menulis teks eksplanasi siswa masih rendah. Hal ini disebabkan oleh tiga faktor. Pertama, pada proses pembelajaran ditemukan tiga permasalahan, yaitu (1) kesulitan saat mengembangkan ide, (2) tidak membuat kerangka terlebih dahulu sebelum menulis teks eksplanasi, dan (3) tidak ada tindak lanjut setelah proses menulis yang mengakibatkan siswa tidak tahu letak kekurangan dari hasil tulisan yang siswa susun. Kedua, setelah diketahui hasil analisis tulisan siswa berdasarkan rubrik penilaian dari guru ditemukan tiga permasalahan, yaitu (1) kesulitan dalam memvariasikan penulisan judul, (2) sukar menggolongkan informasi yang masuk ke dalam struktur teks eksplanasi, (3) kesulitan dalam menggunakan kata hubung, dan (4) banyak terjadi kesalahan ejaan. Ketiga, guru juga memiliki masalah saat proses pembelajaran berlangsung. Masalah-masalah tersebut antara lain, yaitu (1) guru mengalami kesulitan dalam memilih metodepembelajaran sehingga didominasi teknik ceramah, (2) guru memberikan materi tanpa memberikan pemodelan sebagai contoh bagi siswa. Tujuan umum penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan menulis tekseksplanasi dengan menggunakan metode pemetaan pikiran siswa kelas VII SMP Negeri 8 Malang. Secara khusus tujuan penelitian ini adalah meningkatkan proses dan hasil pembelajaran menulis teks eksplanasi dengan menggunakan metode pemetaan pikiran.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan mixed methods yang terdiri atas dua siklus dengan target nilai KKM 75 dan ketercapaian ketuntasan minimal, yaitu 80%. Data dalam penelitian ini bersumber dari data proses dan data hasil penelitian siklus I dan siklus II. Data proses berupa data verbal dan nonverbal proses pembelajaran menulis teks eksplanasi yang dilakukan guru dan siswa di kelas. Data hasil tindakan diperoleh dengan mengukur kemampuan menulis teks eksplanasi dengan menggunakan metode pemetaan pikiran berdasarkan rubrik penilaian hasil.

Berdasarkan analisis  data, diketahui bahwa secara umum hasil menulis teks eksplanasi siswa kelas VII SMP Negeri 8 Malang meningkat dengan penggunaan metode pemetaan pikiran dari studi pendahuluan menuju siklus I hingga siklus II.Peningkatan proses pembelajaran menulis teks eksplanasi tersebut diuraikan dalam tiga tahap, yaitu (1) tahap pramenulis, (2) tahap menulis, dan (3) tahap pascamenulis. Berdasarkan hasil siklus I dan siklus II didapati peningkatan proses pembelajaran menulis pada aspek kekreatifan dan keaktifan siswa sebesar 33,3% dilihat dari ketuntasan siswa selama proses pembelajaran.

Tahap pramenulis, siklus II siswa terlihat lebih kreatif dan aktif disbanding siklus I. Pada tahap menulis, terjadi peningkatan sebesar 36,4%, hal ini dapat terjadi karena siswa lebih memahami langkah-langkah pengembangan peta pikiran menjadi teks eksplanasi utuh. Interaksi guru dan siswa berjalan dengan lancar dan kondusif. Kegiatan pascamenulis dilakukan dengan melakukan kegiatan penyuntingan kemudian mempublikasikan teks eksplanasi. Pada tahap pascamenulis, siswa lebih bersemangat dan aktif menyunting sesuai dengan bimbingan guru dan membacakan teks eksplanasinya di depan kelas.

Secara keseluruhan, peningkatan hasil menulis teks eksplanasi dari studi pendahuluan ke siklus I sebesar 7,8 poin sedangkan siklus I ke siklus II meningkat sebesar 8,7 poin. Pada studi pendahuluan, siswa mendapatkan nilai rata-rata 63,1, sedangkan pada siklus I, siswa mendapatkan nilai rata-rata sebesar 70,9, dan pada siklus II nilai rata-rata siswa mencapai 79,6. Terjadi peningkatan kemampuan menyusun peta pikiran dilihat dari siklus I ke siklus II sebesar 1,7 poin, yaitu dari rata-rata 7,5 menjadi 9,2. Selain itu, juga terjadi peningkatan kemampuan menulis teks eksplanasi dilihat dari segi isi. Rata-rata siswa pada aspek isi meningkat sebesar 3,7 poin, yaitu dari nilai rata-rata 21,6  menjadi 25,3.

Kemampuan rata-rata siswa pada aspek penulisan struktur teks eksplanasi dengan menggunakan metode pemetaan pikiran juga meningkat yaitu sebesar1,5 poin,dari nilai rata-rata 22,7 menjadi 24,2. Terjadi peningkatan  kemampuan menulis teks eksplanasi dengan menggunakan metode pemetaan pikiran pada aspek kebahasaan, yaitu meningkat sebesar 1,5poin, yaitu dari 22,7 menjadi 24,2.

 

Berdasarkan simpulan keseluruhan hasil penelitian terdapat dua saran yang  perlu disampaikan. Pertama, bagi guru pada saat melakukan pemodelan jangan terlalu lama agar siswa memiliki banyak waktu untuk membuat peta pikiran maupun mengembangkan peta pikiran menjadi teks eksplanasi utuh dan melaksanakan kegiatan pascamenulis. Lebih membimbing siswa saat penyusunan peta pikiran karena akan berdampak pada hasil teks eksplanasi. Selain itu, guru memberikan materi kepenulisan teks eksplanasi dengan lebih lengkap dan terperinci. Kedua, bagi peneliti lain disarankan untuk melakukan penelitian lain mengenai kemampuan menulis teks eksplanasi dengan metode yang berbeda untuk dapat meningkatkan kemampuan siswa pada pembelajaran menulis teks eksplanasi.