SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

TINDAK TUTUR GURU UNTUK MEMOTIVASI SISWA

Eriska Fiki Yuswinda

Abstrak


ABSTRAK

 

Yuswinda, Eriska Fiki. 2015. Tindak Tutur Guru untuk Memotivasi Siswa. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Sunaryo H.S., S.H, M.Hum, (II) Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd.

 

Kata Kunci: tindak tutur, guru, motivasi

Motivasi merupakan hal penting dalam pembelajaran. Selain digunakan untuk menggerakkan siswa agar aktif belajar, motivasi juga digunakan untuk mengarahkan dan mendorong siswa agar belajar lebih baik. Oleh sebab itu, tugas guru tidak hanya menyampaikan ilmu pengetahuan saja. Namun, guru harus mampu menciptakan proses belajar di kelas yang dapat merangsang siswa aktif belajar sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Cara yang dapat digunakan guru agar siswa aktif belajar dan hasil belajar siswa meningkat yakni mendidik dengan memberikan pengarahan dan motivasi.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan tiga hal yang mencakup bentuk tindak tutur guru untuk memotivasi siswa, fungsi tindak tutur guru untuk memotivasi siswa, serta strategi tindak tutur guru memotivasi siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa tindak tutur motivasi yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran yang diperoleh dari rekaman 11 guru. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa peneliti sendiri yang dibantu dengan instrumen penelitian tambahan, yakni berupa alat perekam serta pedoman analisis data. Pengumpulan data dilakukan dengan meggunakan perekaman, transkrip data, dan identifikasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari merekam tindak tutur guru di dalam kelas, mentranskrip data, mengidentifikasi data, memberi kode data, dan menganalisis data berdasarkan rumusan masalah. Untuk menjaga keabsahan data, diadakan pemeriksaan ulang hasil temuan penelitian dan mendiskusikannya dengan pembimbing.

Berdasarkan analisis data, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, bentuk tindak tutur guru untuk memotivasi siswa terdiri atas enam bentuk, yakni tindak tutur umpan balik, tindak tutur penghargaan, tindak tutur penciptaan suasana kelas yang demokratis, tindak tutur pujian, tindak tutur kritikan, dan tindak tutur pemberian bantuan tanpa diminta. Pemberian motivasi dalam bentuk umpan balik dapat dikombinasikan dengan pujian sehingga siswa benar-benar termotivasi oleh tuturan guru. Dengan demikian, banyak bentuk tindak tutur yang dapat digunakan  guru untuk memotivasi siswa pada saat berinteraksi dengan siswa, menyampaikan isi pembelajaran, memberikan soal, dan ketika mengakhiri pembelajaran.

Kedua, fungsi tindak tutur guru untuk memotivasi siswa terdiri atas empat fungsi, yakni fungsi insentif, fungsi penggerak, sungsi harapan, dan fungsi disiplin. Fungsi insentif dilakukan dengan cara memberikan umpan balik, penghargaan, dan dorongan secara lisan. Fungsi penggerak dilakukan dengan cara membuat suasana kelas menjadi demokratis. Fungsi harapan dilakukan dengan cara memberikan tuturan persuasif. Fungsi disiplin dilakukan dengan cara memberikan kritikan. Dilihat dari keempat fungsi tersebut, dapat disimpulkan bahwa guru menggunakan tindak tutur motivasi di kelas untuk menggerakkan, mendorong, dan mengarahkan siswa dalam pencapaian tujuan pembelajaran.

Ketiga, strategi tindak tutur guru untuk memotivasi siswa terdiri atas dua strategi, yakni strategi langsung dan strategi tidak langsung. Bentuk strategi tidak langsung, yakni memberi informasi hasil kerja, membandingkan kemampuan siswa, menganggap mudah pelajaran, menginformasikan keyakinan, bertanya, menginformasikan penggunaan strategi, memberi penghargaan, memberi pujian, mengulang jawaban, serta memberi kritikan. Berbeda dengan strategi langsung, strategi tidak langsung berupa kritikan dan persaingan yang digunakan guru untuk memotivasi siswa dapat menimbulkan efek negatif.

Saran disampaikan kepada tiga pihak, yakni guru, kepala sekolah, dan peneliti berikutnya. Guru terutama guru bahasa Indonesia disarankan melakukan pembuktian penggunaan tuturan motivasi dalam pembelajaran di kelas. Kepala sekolah disarankan dapat merencanakan dan menugaskan seluruh guru di sekolah agar menggunakan tindak tutur motivasi pada saat pembelajaran berlangsung. Bagi peneliti berikutnya disarankan untuk melakukan penelitian lain yang dapat menambah teori tindak tutur motivasi.