SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Membaca Pemahaman di Kelas VII SMP Negeri I Kedungwaru Tulungagung

Dyah Mareta Hapsari

Abstrak


Keterampilan membaca merupakan salah satu dari keempat keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif, yang penting dan perlu mendapat perhatian dalam pembelajaran. Oleh karena itu, perlu adanya peran guru yaitu membantu, membimbing, mengembangkan serta meningkatkan keterampilan yang siswa butuhkan dalam membaca.

Secara umum penelitian ini bertujuan mengkaji tentang pelaksanaan pembelajaran membaca pemahaman di kelas VII SMP Negeri I Kedungwaru Tulungagung. Secara khusus penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) perencanaan pembelajaran, (2) pelaksanaan pembelajaran, (3) pelaksanaan evaluasi pembelajaran, dan (4) faktor-faktor yang menentukan pelaksanaan pembelajaran.

Penelitian ini tergolong penelitian survai karena mempunyai tujuan untuk mengumpulkan data sederhana dan bersifat menerangkan atau menjelaskan ketiga tahap pelaksanaan pembelajaran, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran membaca pemahaman di kelas VII SMP Negeri I Kedungwaru Tulungagung dengan subjek penelitian guru bidang studi Bahasa Indonesia kelas VII C dan siswa kelas VII C tahun ajaran 2005/2006. Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti dibantu dengan catatan lapangan yang diperoleh melalui kegiatan observasi, wawancara, studi dokumentasi dan angket yang kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran mempunyai kategori baik sekali, pelaksanaan pembelajaran mempunyai kategori baik, dan pelaksanaan evaluasi pembelajaran mempunyai kategori baik sekali. Ini berarti guru bahasa Indonesia telah mempunyai kemampuan profesional dalam melaksanakan pembelajaran membaca  khususnya membaca pemahaman.

Secara garis besar pelaksanaan pembelajaran membaca pemahaman sudah mencapai hasil yang memuaskan. Guru kelas VIIC telah mampu merencanakan dan menyusun rencana pembelajaran berkaitan dengan apa yang akan dikerjakan di dalam kelas. Rencana pembelajaran yang telah disusun tersebut kemudian diterapkan di dalam kelas, dan untuk mengetahui seberapa jauh tujuan pembelajaran telah tercapai guru mengadakan evaluasi.

Perencanaan pembelajaran mempunyai kategori baik sekali. Guru dalam melaksanakan pembelajaran terlebih dahulu menyusun perencanaan yang berupa silabus dan rencana pembelajaran. Perencanaan pembelajaran dibagi menjadi empat aspek yaitu (1) perumusan dan penetapan indikator, (2) rumusan kegiatan pembelajaran, (3) pemilihan materi, dan (4) perencanaan penilaian (evaluasi). Secara garis besar, penetapan dan perumusan indikator sudah sesuai dengan Kurikulum 2004 dan  rumusan indikator sebagian besar membina keterampilan membaca literal dan interpretatif. Pada perencanaan kegiatan belajar mengajar lebih tertuju pada kegiatan saat baca, karena pada kegiatan ini guru dapat memberikan materi secara maksimal. Langkah-langkah mengajar yang disusun oleh guru yaitu (1) bahan diberikan secara individu, (2) siswa membentuk kelompok, dan (3) diskusi kelas, dengan menggunakan beberapa metode yaitu (a) ceramah, (b) tanya jawab, dan (c) penugasan. Perencanaan penilaian yang disusun oleh guru berupa penilaian hasil dan penilaian proses.

 Pelaksanaan pembelajaran mempunyai kategori baik. Guru melaksanakan pembelajaran berdasarkan perencanaan yang telah disusun. Pelaksanaan pembelajaran terdiri dari dua aspek (1) teknik pembelajaran dan (2) penggunaan media. Teknik pembelajaran secara umum dapat disimpulkan sebagai berikut (1) ketika membuka pelajaran guru terlebih dulu mengingatkan kepada siswa tentang materi yang telah mereka pelajari dan mengaitkan dengan pelajaran yang baru, (2) guru memberikan motovasi kepada siswa secara verbal pada setiap kesempatan, (3) guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh guru dan guru  selalu memberikan kesempatan kepada siswa untuk memikirkan jawaban atas pertanyaan tersebut, (4) guru melibatkan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran dalam bentuk kegiatan membaca dan menjawab pertanyaan guru, (5) guru selalu mengucapkan salam ketika mengakhiri pelajaran dan memberikan tugas.

Pelaksanaan evaluasi pembelajaran mempunyai kategori baik sekali. Pelaksanaan evaluasi meliputi aspek (1) pengukuran, (2) penafsiran, dan (3) tindak lanjut. Secara umum pelaksanaan evaluasi dapat disimpulkan sebagai berikut (1) alat ukur yang digunakan untuk kegiatan evaluasi sesuai dengan isi kolom pada perencanaan pembelajaran, (2) pengukuran dilakukan secara tertutup dan terbuka, (3) guru menggunakan pedoman penafsiran yang berlaku di SMP tersebut, (4) evaluasi yang dilakukan dapat digunakan untuk memperbaiki proses belajar mengajar dan program guru.

Faktor-faktor yang menentukan pelaksanaan pembelajaran ada dua yaitu (1) faktor guru dan (2) faktor siswa. Ditinjau dari faktor guru ada beberapa hal yang dapat disimpulkan (1) guru tersebut adalah guru yang berhak dan berwenang untuk mengajar bahasa Indonesia, karena memiliki ijazah atau sertifikat Akta IV dan (2) guru menggunakan buku-buku terbitan dari pemerintah, oleh sebab itu isi buku telah disesuaikan dengan kurikulum yang diberlakukan oleh pemerintah. Ditinjau dari faktor siswa ada beberapa hal yang dapat disimpulkan, pertama minat baca dapat membawa dampak positif pada proses belajar bahasa Indonesia khususnya keterampilan membaca. Kedua, perhatian orang tua sebagai bentuk dari motivasi ekstrinsik membawa dampak positif terhadap hasil belajar siswa, karena semakin tinggi perhatian orang tua semakin tinggi hasil belajar anak.


Teks Penuh: DOC