SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Karakteristik Pola Pengembangan Paragraf dalam Artikel Skripsi Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang Tahun 2013/2014

FAMMY AZMY ARROFI

Abstrak


ABSTRAK

 

Keterampilan menulis dapat dilihat dari keterampilan dalam mengolah atau menyajikan ide. Keterampilan penyajian ide ialah keterampilan dalam pembentukan paragraf, pembedaan antara pokok bahasan dan subpokok bahasan, pembagian pokok bahasan dalam urutan yang masuk akal. Dengan demikian keterampilan dalam menulis dapat dilihat dari keterampilan mengolah atau mengembangkan ide menjadi sebuah paragraf.

Dalam sebuah paragraf, ide-ide dikembangkan dalam bentuk kalimat topik dan kalimat penjelas. Kalimat penjelas dalam sebuah paragraf menjelaskan atau memberi informasi baru terhadap apa yang dibicarakan dalam kalimat topik atau kalimat penjelas. Apa yang dibicarakan dalam kalimat penjelas itu merujuk dan menjelaskan salah satu atau beberapa unsur kalimat, baik yang terdapat dalam kalimat topik atau pun dalam salah satu kalimat penjelas. Unsur yang dijelaskan bisa subjek (S), predikat (P), objek (O), pelengkap (Pel.), keterangan (K), atau gabungan beberapa unsur seperti predikat dan obojek, subjek dan predikat. Kalimat-kalimat tersebut bertalian hingga membentuk pola tertentu. Pola tersebut bisa dilihat dari hubungan antarkalimat dalam paragraf, unsur mana yang dijelaskan oleh kalimat penjelas, penataan gagasan dalam paragraf dan logika yang dipakai dalam mengembangkan paragraf.

Penelitian ini penting dilakukan dan berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya karena pola pengembangan paragraf tidak dilihat dari pola pikir yang digunakan oleh penulis, melainkan dilihat dari pola hubungan antarkalimat yang membentuk pargaraf tersebut. Kualitas dalam penulisan artikel penelitian haruslah jelas, runtut, dan juga padu. Kualitas tersebut dapat dilihat dari keterampilan mengolah ide menjadi kalimat-kalimat yang saling berhubungan sehingga membentuk pola tertentu. Penelitian ini bertujuan melihat dan menemukan pola hubungan antarkalimat dalam mengembangkan paragraf yang ada pada artikel skripsi/artikel penelitian mahasiswa jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang tahun 2013.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan merupakan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian ini berupa paragraf yang terdapat dalam artikel skripsi mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia tahun 2013/2014. Jumlah data yang dianalisis pada penelitian ini yaitu 67 paragraf. Sumber data penelitian ini berupa artikel skripsi mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia tahun 2013/2014 yang berjumlah 23 artikel. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti dan alat bantu berupa lembar panduan analisis dan pengodean data. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data penelitian kualitatif yang dikemukakan Miles dan Huberman. Teknik analisis data terdiri atas tiga kegiatan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan ketekunan pengamatan, konsultasi kepada dosen pembimbing, dan diskusi teman sejawat.

Berdasarkan hasil analisis data ditemukan dua kesimpulan.  Pertama, pola pengembangan gagasan pada artikel skripsi mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia tahun 2013/2014 dilihat dari unsur kalimat utama yang dijelaskan oleh kalimat penjelas ialah unsur subjek (S), objek (O), keterangan (K), pelengkap (Pel.), dan gabungan beberapa unsur kalimat utama. Gabungan unsur tersebut ialah unsur subjek keterangan predikat pelengkap (SKPPel.), unsur subjek keterangan (SK), unsur predikat objek keterangan (POK), an unsur subjek predikat pelengkap (SPPel.), subjek objek (SO), dan predikat keterangan (PK).

Kedua, terdapat empat model hubungan antarkalimat dalam paragraf pada artikel skripsi mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia tahun 2013/2014 yaitu model satu simpul, model dua simpul, model tiga simpul, dan model lebih dari tiga simpul. Masing-masing model memiliki kembangan. Terdapat 6 kembangan pada model satu simpul, 9 kembangan pada model dua simpul, serta masing-masing 3 kembangan pada model tiga simpul dan model lebih dari tiga simpul. Selain temuan-temuan tersebut ditemukan 18 paragraf yang tidak unity. Hal tersebut disebabkan karena dalam satu paragraf terdapat lebih dari satu pikiran pokok. Selain itu terdapat kalimat yang tidak saling bertalian dengan kalimat yang lain.

Saran penelitian ini disampaikan pada mahasiswa dan peneliti selanjutnya. Bagi mahasiswa diharapkan untuk dapat memperbaiki kualitas tulisan khususnya dalam tulisan ilmiah yaitu artikel skripsi. Hal tersebut dikarenakan berdasarkan analisis dalam penelitian ini, diketahui 18 paragraf dari 67 paragraf pada 23 artikel skripsi mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia belum memenuhi syarat sebagai paragraf yang baik. Bagi peneliti selanjutnya, ada berbagai kemungkinan pola pengembangan paragraf dilihat dari unsur yang dijelaskan oleh kalimat penjelas dan pola hubungan antarkalimatnya. Temuan dalam penelitian ini perlu dibuktikan dengan data yang lebih beragam agar dalam penelitian yang selanjutnya temuan-temuan baru dapat muncul untuk memperkuat dan menyempurnakan penelitian ini.