SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

STIGMATISASI PEREMPUAN DALAM LIRIK LAGU DEWA

Anisa Nur Rohma

Abstrak


ABSTRAK

 

Rohma, Anisa Nur. 2014. Stigmatisasi Perempuan dalam Lirik Lagu Dewa. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd, (II) Dr. Martutik, M.Pd.

 

Kata Kunci: ketidakadilan gender, stigmatisasi perempuan, lirik lagu.

 

Lirik lagu merupakan salah satu bagian dari karya sastra yang digemari oleh banyak kalangan masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.  Lirik lagu memiliki bahasa dan makna yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dijangkau oleh pemikiran masyarakat dari berbagai kalangan. Hampir seluruh lirik lagu yang ada di Indonesia mengandung ketidakadilan gender terutama tentang stigmatisasi perempuan. Misalnya pada lirik-lirik lagu Dewa, hampir seluruh lirik lagunya mengandung stigmatisasi perempuan yang berupa label-lebel negatif tentang anggapan bahwa perempuan adalah makhluk yang lembut, lemah, irasional, jahat, materialistis, dan sombong. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai hal tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yang mencakup ketidakadilan gender khususnya tentang stigmatisasi unsur gender, bentuk stigmatisasi perempuan, dan strategi musisi menstigmatisasi perempuan dalam lirik lagu Dewa.

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan feminis. Sumber data pada penelitian ini yaitu lirik lagu Dewa yang terdapat pada Haiklip Dewa Risalah Lima Bintang edisi Februari 2001 yang diterbitkan oleh PT Penerbit Remaja Hai, Jakarta 2001, dengan tebal 80 halaman. Data penelitian berupa kalimat-kalimat dalam lirik lagu Dewa yang mengandung stigmatisasi perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara studi dokumentasi. Instrumen kunci dalam penelitian adalah peneliti sendiri, namun peneliti menggunakan instrumen pembantu berupa panduan kodifikasi data dan tabel panduan analisis data. Untuk menjaga keabsahan temuan, dilakukan kegiatan triangulasi data dengan tiga langkah. Pertama, membaca teks lirik lagu Dewa yang diteliti secara berulang-ulang untuk dapat memahami teks-teks yang terdapat di dalamnya sehingga peneliti memperoleh keakuratan dan kevalidan data. Kedua, mengamati dan mengidentifikasi data dengan ketelitian, kesungguhan, dan kecermatan agar dapat diperoleh data yang relevan. Ketiga, melakukan pemeriksaan terhadap keabsahan dengan memanfaatkan sesuatu luar data itu, yaitu dengan konsultasi kepada dosen pembimbing dan berdiskusi dengan teman sejawat agar hasil analisis dapat dipertanggung jawabkan keakuratannya.. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap memilih dan mengodifikasi data, menganalisis data sesuai sesusi dengan rumusan masalah yang akan dikaji, dan tahap menarik kesimpulan serta verifikasi.

Berdasarkan analisis data diperoleh tiga hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, stigmatisasi unsur gender. Dalam lirik lagu Dewa, stigmatisasi unsur gender berupa stigmatisasi peran gender, stigmatisasi identitas gender, dan stigmatisasi perilaku gender. Stigmatisasi peran gender berupa anggapan bahwa perempuan tidak memiliki peran yang penting. Stigmatisasi identitas gender berupa anggapan bahwa ciri-ciri yang dimiliki oleh perampuan patut untuk dipublikasikan. Stigmatisasi perilaku gender berupa anggapan bahwa perilaku perempuan adalah sebagai daya pikat lawan jenisnya.

Kedua, bentuk stigmatisasi yang dialami oleh perempuan. Dalam lirik lagu Dewa bentuk-bentuk stigmatisasi tersebut berupa pelabelan negatif tentang perempuan yang lembut, lemah, jahat, tidak setia, matrealistis, dan sombong. Perempuan yang lembut adalah perempuan yang memiliki perilaku yang baik dan santun. Namun kelembutan perempuan membuat laki-laki mudah untuk menyakiti perempuan. Perempuan yang lemah adalah perempuan yang mudah disakiti dan tidak memiliki kekuatan untuk melawan. Perempuan yang jahat adalah perempuan yang suka bertindak kasar kepada laki-laki. Perempuan yang tidak setia adalah perempuan yang suka menduakan pasangannya. Perempuan materialistis adalah perempuan yang hanya suka pada kekayaan pasangannya. Perempuan sombong adalah perempuan yang angkuh tidak peduli kepada sekelilingnya.

Ketiga, strategi Dewa menstigmatisasi perempuan. Dalam lirik lagu Dewa, strategi yang digunakan musisi adalah dengan pemilihan gaya bahasa, perulangan bunyi atau rima, serta pemilihan tema yang mengandung stigmatisasi perempuan. Dalam pemilihan gaya bahasa, Dewa menggunakan diksi konotatif, diksi denotatif dan bahasa figuratif untuk mencerminkan stigmatisasi perempuan. Pengulangan bunyi atau rima digunakan Dewa untuk memberikan keindahan dan penekanan makna pada lirik lagunya. Pemilihan tema dilakukan Dewa untuk menggambarkan tentang stigmatisasi perempuan.

Berdasarkan ketiga hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa lirik lagu Dewa mengandung stigmatisasi yang dapat merugikan perempuan nantinya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada peneliti selanjutnya, penggemar lagu, serta para pencipta lagu lirik lagu.