SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Represi Kultural dan Identifikasi Diri dalam Novel The Adventure Of Huckleberry Finn Karya Mark Twain

Nanang Bustanul Fauzi

Abstrak


ABSTRAK

 

Kajian ini dimaksudkan untuk (1) mendeskripsikan bentuk dan modus represi kultural oleh kulit putih terhadap kulit hitam dan (2) mendeskripsikan identifikasi diri kulit hitam sebagai bentuk respon atas represi kultural tersebut. Bentuk represi yang ada dalam novel ini. adalah (1) penggunaan istilah yang berkonotasi buruk, (2) Othering, yakni sematan negatif yang memberikan stigma inferior terhadap kulit hitam, dan (3) penolakan kesetaraan, kulit putih menjaga superioritas atas kulit hitam. Ketiga bentuk represi ini berartikulasi melalui dua cara: agama dan hukum negara. Agama memberikan ajaran yang mengandung rasisme yang mendudukkan kulit hitam pada posisi yang rendah. Kedua adalah melalui hukum negara. Hukum formal negara membuat aturan perundang-undangan kulit hitam, kepemilikan propertnya, tempat tinggal, dan sistem perbudakan. Dalam hal identifikasi diri, kulit hitam mempersepsi dan merespon tindakan represif di atas dengan tiga cara, yaitu (1) hibriditas, (2) mimikri, dan (3) ambivalensi. Hibriditas terjadi ketika bentuk baru nampak sebagai geliat resistensi akibat persinggungan terjajah-penjajah. Mimikri dipandang sebagai pembenaran dan pengikutan segala hal yang dibawa dan disematkan kepada mereka. Ambivalensi terjadi manakala terdapat persinggungan yang rancu antara posisi penjajah-terjajah. Tidak semua kulit hitam dan kulit putih melakukan laku yang ambivalen, hanya mereka yang mempunyai kedekatan khusus satu sama lain.