SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kebiasaan Membaca SIswa Berprestasi Sekolah Dasar di Kota Malang

Juwita Harna Ambarwati

Abstrak


ABSTRAK

 

Ambarwati, Juwita Harna. 2015. Kebiasaan Membaca Siswa Berprestasi Sekolah Dasar di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Suyono, M. Pd., (II) Dewi Pusposari, S. Pd., M. Pd.

Kata Kunci: membaca, kebiasaan membaca, siswa berprestasi

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) deskripsi kebiasaan membaca siswa berprestasi sekolah dasar di Kota Malang, (2) faktor-faktor yang memengaruhi kebiasaan membaca siswa berprestasi di Kota Malang, dan (3) manfaat kebiasaan membaca siswa berprestasi di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di MIN Malang 1, SDN Kauman 1, SDN Blimbing 1, SDN Purwodadi 1, SDN Polowijen 1, dan SDN Sumbersari 3. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah angket dan wawancara. Hasil jawaban angket dan wawancara dianalisis menggunakan tabel analisis data.

Hasil penelitian ini terdiri atas 3 hal, yaitu deskripsi kebiasaan membaca siswa, faktor yang memengaruhi kebiasaan membaca siswa, dan manfaat kebiasaan membaca siswa. Ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut. Siswa berprestasi sekolah dasar memiliki tujuh deskripsi kebiasaan membaca. Pertama, dilihat dari usia awal membaca, siswa memiliki kebiasaan membaca sejak TK, SD, dan sebelum berusia 5 tahun. Kedua, dilihat dari tempat yang dipilih karena nyaman, siswa memilih rumah, sekolah, dan perpustakaan. Ketiga, dilihat dari waktu yang dipilih, siswa membaca saat ada waktu luang, malam hari, dan sepulang sekolah. Keempat, dilihat dari intensitas membaca, siswa hampir setiap hari membaca dengan lama kurang dari 1 jam-1 jam per hari sebanyak kurang dari 1 buku per hari. Kelima, dilihat dari aktivitas membaca, siswa menyiapkan buku catatan, memilih buku yang menarik, dan memilih tempat yang nyaman sebelum membaca, saat membaca siswa hanya membaca isi buku dan menandai bagian yang penting, sedangkan setelah membaca siswa mencatat kata-kata sulit dan melakukan kegiatan lain. Keenam, dilihat dari jenis buku, siswa membaca buku fiksi berupa komik dan cerita pendek, serta buku nonfiksi berupa buku pelajaran. Ketujuh, dilihat dari cara memperoleh buku, siswa membeli di toko dan meminjam di perpustakaan. Faktor yang memengaruhi kebiasaan membaca siswa ada enam. Pertama, alasan dan tujuan, siswa suka membaca karena mendapat wawasan dan pengetahuan, sedangkan siswa tidak suka membaca karena membosankan. Kedua, kegemaran siswa yaitu membaca buku. Ketiga, motivator dalam membaca yaitu keinginan diri sendiri dan diperintah orang tua. Keempat, keluarga yang suka membaca yaitu ayah dan ibu. Kelima, aktivitas yang sering dilakukan di rumah, yaitu belajar, bermain, membaca, dan menonton televisi. Keenam, dukungan dari orang tua dengan cara membelikan buku. Manfaat kebiasaan membaca siswa ada empat, yaitu mendapat wawasan dan pengetahun, mendapat nilai bagus, meningkatkan prestasi, dan mempermudah siswa dalam menerima pelajaran.

Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan beberapa saran. Bagi siswa, disarankan untuk menjaga dan meningkatkan kebiasaan membaca dengan memperbanyak variasi buku, menambah intensitas membaca, dan meninggalkan faktor-faktor yang dapat mengganggu kebiasaan membaca. Bagi orang tua, disarankan untuk memperhatikan dan mendukung kebiasaan membaca anak. Bagi guru, disarankan untuk menumbuhkembangkan minat siswa dalam membaca ketika pembelajaran di kelas dan di luar kelas. Bagi kepala sekolah, disarankan untuk menyediakan fasilitas perpustakaan yang memadai dan jam wajib membaca untuk mendukung kebiasaan membaca siswa. Bagi penulis buku cerita anak, disarankan lebih produktif menghasilkan buku dengan cakupan variasi yang lebih luas dan banyak. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan melakukan penelitian kebiasaan membaca dari tingkat lain, menambah teori mengenai membaca, dan variasi kebiasaan membaca di lapangan.