SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Metode Pembelajaran Menulis di Sekolah (Penelitian Meta-Sintesis Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia)

Firda Adista Faisal

Abstrak


ABSTRAK

 

Faisal, Firda Adista. 2014. Metode Pembelajaran Menulis di Sekolah. Analisis Meta-Sintesis MetodePembelajaran Bahasa Indonesia 2011—2013. Skripsi, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Suyono, M. Pd. (II) Dr. Roekhan, M. Pd.

 

Kata Kunci: Pembelajaran Menulis, Sastra dan Nonsastra, Nilai Kebaruan, dan Pendidikan Berpikir

 

Dewasa ini, keterampilan menulis menjadi semakin penting untuk dikuasai. Berbagai aktivitas manusia di era modern didominasi oleh kegiatan membaca dan menulis. Oleh karena itu pembelajaran menulis di lingkup pendidikan formal (SD, SMP, dan SMA) perlu ditingkatkan. Salah satu upaya peningkatan pembelajaran menulis di lingkup pendidikan formal adalah dengan mengaplikasikan berbagai metode pembelajaran menulis yang aktual dan sesuai dengan kompetensi. Meskipun demikian, informasi mengenai metode-metode pembelajaran menulis yang aktual tersebut, umumnya hanya dapat diperoleh secara lengkap dan rinci melalui pembacaan hasil penelitian dan atau pengembangan. Berdasarkan latar belakang tersebut, dalam penelitian ini didokumentasikan dan dibahas mengenai beberapa metode pembelajaran menulis yang menjadi bahan kajian pada tahun 2011—2013.

Fokus penelitian ini mencakup: (1) deskripsi metode pembelajaran menulis yang menjadi bahan kajian pada tahun 2011—2013, (2) nilai kebaruan metode pembelajaran menulis yang menjadi bahan kajian pada tahun 2011—2013, dan (3) wujud pendidikan berpikir yang terdapat dalam metode-metode pembelajaran menulis pada tahun 2011—2013.

Metode yang digunakan adalah studi dokumen. Awalnya, peneliti akan mengumpulkan sumber berupa dokumen sebanyak mungkin sebagai perbandingan untuk akurasi data. Kemudianpenelitimensintesis (merangkum)hasil-hasil penelitian kualitatif atau yang biasadisebutdengan“meta-sintesis”. Proses meta-sintesismencakup enam langkah, yaitu (1) memformulasikan pertanyaan penelitian (formulating the review question), (2) melakukan pencarian literatur systematic review (conducting a systematic literature search), (3) melakukan skrining dan seleksi artikel penelitian yang cocok (screening and selecting appropriate research articles), (4) melakukan analisis dan sintesis temuan-temuan kualitatif (analyzing and synthesizing qualitative findings), (5) memberlakukan kendali mutu (maintaining quality control), dan(6) menyusun laporan akhir (presenting findings).

Pembahasan dilakukan terhadap tiga hal:(1) metode-metode pembelajaran menulis yang menjadi bahan kajian atau pengembangan pada tahun 2011-2013, (2) analisis kebaruan substansi metode-metode pembelajaran menulis yang menjadi bahan kajian atau pengembangan pada tahun 2011-2013, dan (3) wujud pendidikan berpikir dalam metode-metode pembelajaran menulis yang menjadi bahan kajian atau pengembangan pada tahun 2011-2013.Sebagai hasilnya, terdapatsebelasmetode-metode pembelajaran menulis yang menjadi bahan kajian atau pengembangan pada tahun 2011-2013. Semuametodetersebutmemilikikebaruansubstansijikadibandingkandenganmetodepembelajarankonvensional.Sebagianbesarmetodetersebutmenunjukkanwujudpendidikanberpikirtingkattinggidalamlangkah-langkahpembelajarannya.

Penelitian ini memilikitiga saran yang diberikan.Pertama, bagi para pendidik. Para pendidik seyogyanya senantiasa melakukan kegiatan-kegiatan kreatif dan inovatif dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran menulis. Kedua, bagi pihak sekolah. Para tenaga pendidik yang kreatif dan inovatif perlu mendapat perhatian dan dukungan berupa penyediaan sarana dan prasarana yang dapat menunjang pengembangan metode pembelajaran. Ketiga, bagipeneliti dengan fokus penelitian serupa. Metode-metode lama belum tentu didominasi oleh aspek negatif yang dapat menghambat pembelajaran. Oleh karena itu, inovasi-inovasi baru yang terinspirasi oleh metode-metode yang telah dikembangkan sebelumnya sah-sah saja dilakukan demi perkembangan pendidikan di Indonesia.