SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KEMAMPUAN MEMBACAKAN TEKS BERITA SISWA KELAS VIII SMP KRISTEN 1 YPK MALANG TAHUN AJARAN 2013/2014

Johannes Mario Kasihiuw

Abstrak


ABSTRAK

 

Kasihiuw, Johannes Mario. 2014. Kemampuan Membacakan Teks Berita Siswa kelas VIII SMP Kristen 1 YPK Malang Tahun Ajaran 2013/2014. Skripsi, Jurusan Bahsa Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr.Yuni Pratiwi, M. Pd.

 

Kata Kunci: kemampuan membaca siswa,  teks berita.              

 

Membaca merupakan kegiatan untuk mendapatkan makna atau pesan dari teks yang dibaca. Kemampuan membaca siswa dituangkan dalam kompetensi dasar membaca. Melalui kemampuan membaca, siswa diharapkan berani mengutarakan atau mengungkapkan makna atau pesan dari teks berita yang dibacakan secarah jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam membacakan teks berita yang dilihat dari aspek volume suara, pelafalan, intonasi, dan ekspresi.

Penelitian ini juga menggunakan pendekatan kuantitatif yang menyajikan data-data berupa angka. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-B SMP Kristen 1 YPK Malang tahun ajaran 2013/2014. Data penilitian ini berupa skor yang diperoleh dari kemampuan siswa dalam membacakan teks berita siswa kelas VIII SMP Kristen 1 YPK Malang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah: petunjuk penugasan, teks berita yang dibacakan, dan rubrik penilaian. Penyekoran dilakukan dengan metode analitik, yakni dengan memberikan skor terhadap aspek-aspek yang diteliti. Aspek- aspek yang diteliti dalam penilitian ini meliputi aspek volume suara, pelafalan, intonasi, dan ekspresi. Setelah penyekoran selesai, dilakukanlah penilaian per aspek berdasarkan pedoman penilaian yang telah dilakukan. Analisis data dilakukan setelah semua data terkumpul dengan langkah-langkah berikut: (1) persiapan, (2) pengkodean, dan  (3) penilain.

Hasil analisis penilitian kemampuan membacakan berita siswa kelas VIII SMP Kristen 1 YPK Malang dilihat dari aspek volume suara menunjukkan bahwa sebanyak 10 siswa  dari  14 siswa (71,42%) termasuk dalam kategori mampu dan  sebanyak 4 siswa dari 14 siswa (28,57%) termasuk dalam kategori cukup mampu. Hal ini dapat diartikan bahwa sebanyak 10 siswa dari 14 siswa (71,42%) berhasil melewati SKM yakni mendapat nilai diatas 70, sedangkan 4 siswa dari 14 siswa (28,57%) mendapat nilai dibawah SKM. kemampuan membacakan berita siswa kelas VIII SMP Kristen 1 YPK Malang dilihat dari aspek pelafalan menunjukkan bahwa sebanyak 12 siswa dari 14 siswa (85,71%) termasuk dalam kategori mampu dan sebanyak 2 siswa dari 14 siswa (14,28%) termasuk dalam kategori cukup mampu. Artinya, sebanyak 12 siswa dari 14 siswa (85,71%) mendapat nilai di atas SKM dan sebanyak 2 siswa dari 14 siswa (14,28%) mendapat nilai di bawah SKM.   kemampuan membacakan berita siswa kelas VIII SMP Kristen 1 YPK Malang dilihat dari aspek intonasi menunjukkan bahwa sebanyak 2 siswa dari 14 siswa (14,28%) termasuk dalam kategori sangat mampu, sebanyak 10 siswa dari 14 siswa (71,42%) termasuk dalam kategori mampu dan sebanyak 2 siswa dari 14 siswa (14,28%) termasuk dalam kategori cukup mampu. Hal ini dapat disimpulkan bahwa sebanyak 12 siswa  dari 14 siswa (85,71%) mendapat nilai di atas SKM sedangkan 2 siswa dari 14 siswa (14,28%) mendapat nilai di bawah SKM.

Kemampuan membacakan berita siswa kelas VIII SMP Kristen 1 YPK Malang dilihat dari aspek ekspresi menunjukkan bahwa sebanyak 3 siswa dari 14 siswa (21,42%) termasuk dalam kategori mampu  dan sebanyak 11 siswa dari 14 siswa (78,57%) termasuk dalam kategori cukup mampu. Hal ini dapat dijelaskan bahwa sebanyak 3 siswa dari 14 siswa (21,42%) mendapat nilai di atas SKM dan sebanyak 11 siswa dari 14 (78,57%) mendapat nilai di bawah SKM. Secara umum, kemampuan siswa dalam membacakan teks berita sudah baik, hanya saja untuk aspek ekspresi masih kurang baik.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat kepada guru mata pelajaran bahasa Indonesia, kepala sekolah SMP Kristen 1 YPK Malang, dan peneliti selanjutnya. Kepada guru mata bahasa Indonesia, disarankan temuan penilitian ini dapat dijadikan sebagai bahan acuan maupun masukan dalam merencanakan materi pembelajaran bahasa Indonesia, terutama materi mengenai teks berita. Kepada kepala sekolah SMP Kristen 1 YPK Malang, berdasarkan hasil temuan kemampuan siswa dinyatakan cukup mampu dalam membacakan teks berita yang dilihat dari aspek ekspresi. Berdasarkan hal tersebut, kepala sekolah disarankan untuk menyediakan program kegiatan ekstrakulikuler dan pengajar yang dapat mengasah kemampuan anak dari segi ekspresi, misalnya Jurnalistik. Dan kepada peneliti yang lain, mereka dapat mempraktekkan pengetahuan mereka dalam melaksanakan penelitian selanjutnya, temuan penilitian ini dapat dijadikan sebagai bahan rujukan dalampenilitian sejenis dan dapat memperluas temuan dengan menambahkan kajian dan penemuan yang lebih akurat mengenai kemampuan siswa dalam membacakan teks berita, sehingga pembelajaran membacakan teks berita siswa tingkat menengah semakin lebih baik dari pada sebelumnya.