SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KEMAMPUAN MENULIS PUISI BEBAS SISWA KELAS VIII SMP LABORATORIUM UNIVERSITAS NEGERI MALANG TAHUN AJARAN 2013/2014

YULIAN PIPY .

Abstrak


ABSTRAK

Pipy,Yulian. 2014. KemampuanMenulisPuisiBebasSiswaKelas VIII SMP LaboratoriumUniversitasNegeri Malang TahunAjaran 2013/2014.Skripsi, JurusanBahasa Indonesia, FakultasSastra ,UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Suyono, M.Pd

 

Kata Kunci: kemampuanmenulis,puisi bebas

Menulis adalah kemampuan yang harus dikuasai siswa untuk mengungkapkan pikiran pikiran, gagasan, dan perasaan. Kemampuan menulis siswa dituangkan dalam kompetensi dasar menulis. Melalui kemampuan menulis, diharapkan siswa berani dalam mengutarakan pikiran-pikirannya. Pada saat ini, peneilitian mengenai kemampuan siswa dalam menulis masih jarang dilakukan, untuk itulah peneliti meneliti kemampuan menulis siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis puisi dilihat dari aspek tema, amanat, diksi, rima.

Data penelitian ini berupa skor yang diperoleh dari kemampuan siswa dalam menulis puisi bebas siswa kelas VIII SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang. Instrumen penelitian berupa rubrik penilaian menulis puisi. Penyekoran dilakukan dengan metode analitik, yakni dengan memberikan skor terhadap aspek-aspek yang diteliti. Aspek-aspek yang diteliti dalam penelitian ini meliputi aspek tema, amanat, diksi, rima. Setelah penyekoran selesai, dilakukanlah penilaian peraspek berdasarkan pedoman penilaian yang telah dilakukan. Analisis data dilakukan setelah semua data terkumpul dengan langkah-langkah berikut: (1) persiapan, (2) pengkodean, (3) penilaian.

Hasil analisis penilitian kemampuan menulis puisi bebas siswa kelas VIII SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang dilihat dari aspek tema menulis puisi dinyatakan bahwa sebanyak 6 siswa (25%) mendapatkan kualifikasi sangat baik, 8 siswa (33,33%) mendapatkan kualifikasi baik, 10 siswa (41,66%) mendapatkan kualifikasi cukup baik. Hal ini dapat diartikan bahwa sebanyak 24 siswa (100%) mendapatkan nilai di atas SKM yaitu 75, sedangkan 10 siswa (41,66%) mendapat nilai di bawah SKM. Kemampuan menulis puisi dilihat dari aspek amanat menulis puisi sebanyak 24 siswa (100%) mendapatkan kualifikasi sangat baik. Artinya, sebanyak 24 siswa mendapat nilai di atas SKM. Kemampuan menulis puisi siswa dilihat dari aspek diksi sebanyak 6 siswa (33,33%) mendapatkan kualifikasi sangat baik, sebanyak 2 siswa (8,33%) mendapat kualifikasi baik. Hal ini dapat disimpulkan bahwa sebanyak 16 siswa (66,66%) mendapat nilai di atas SKM. Aspek rima, sebanyak 3 siswa (12,5%) mendapat kualifikasi baik, hanya 5 siswa (20,83%) mendapat kualifikasi kurang.

Secara umum, siswa sudah mampu menulis puisi bebas. Hanya saja, untuk aspek rima masih saja sangat kurang. Saran untuk guru Bahasa Indonesia maupun pihak sekolah, sebaiknya meningkatkan kemampuan siswa mengekspresikan diri. Saran untuk peneliti lain, penggalian metode untuk menyempurnakan aspek-aspek dalam menulis puisi masih banyak yang harus digali kembali. Sehingga ada banyak cara yang bisa digunakan guru untuk pembelajaran dalam menulis puisi.