SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KEMAMPUAN MENYIMAK UNTUK MENEMUKAN POKOK-POKOK ISI TEKS BERITA SISWA KELAS VIII

Salamed Kwadarkwasir

Abstrak


ABSTRAK

 

Kwadarkwasir, Salamed. 2015. Kemampuan Menyimak untuk Menemukan Pokok-Pokok Isi Teks BeritaSiswaKelas VIII-A SMP Kristen1 YPK Kota Malang. Skripsi, Jurusan Bahasa Indonesia, FakultasSastraUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: Dr. Roekhan, M. Pd.

 

Kata Kunci: Menyimak berita

 

Berita merupakan kabar atau informasi yang disampaikan kepada orng lain. Penyampaian berita dapat dilakukan secara lisan maupun tertulis baik langsung atau melalui berbagai media. Untuk pembelajaran menyimak, bahan simakanberita dapat diambil secara langsung dari penutur atau pembicara, diskusi, seminar, dan dapat pula diambil dari media radio. Setela siswa menyimak, selanjutnya siswa ditugasi: (a) menuliskan kembali pokok-pokok berita yang disimak, (b) menuliskan isi berita yang disimak, (c) memberi tanggapan terhadap berita yang disimak.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menyimak pokok-pokok isi teks berita.

Data Penelitianiniberupaskorkemampuansiswamenyimakberitamenggunakan media audiotesviswalsiswakelas VIII-A SMP Kristen 1 YPK Kota Malang. Instrumenpenelitianberupadan rubric penilaian menyimak berita. Penyekorandilakukandenganmetodeanalitik, yaknidenganmemberikanskorterhadapaspek-aspek yang teliti. Aspek-aspek yang di telitidalampenelitianinimeliputiaspekapa,  dimana, siapa, kapan, mengapa, dan bagaimana. Setelahpenyekoranselesai, dilakukanlahpenilaianperaspekberdasarkanpedomanpenilaian yang telahdilakukan. Analisis data dilakukansetelahsemua data terkumpuldenganlangkah-langkah berikut: (1) persiapan,(2)pengkodean,(3)penilaian.

Hasil analisis penelitian kemampuan berita dengan menggunakan media audio visual kelas VIII-A SMP Kristen 1 YPK Kota Malang dilihat dari aspek Apa, dinyatakan bahwa terdapat 9 siswa (69,23%) mendapat kualifikasi sangatmampu, terdapat 2 siswa (15,38%) mendapat kualifikasi mampu, terdapat 2 siswa  (15,38%) mendapat kualifikasi kurangmampu. Hal ini dapat diartikan bahwa sebanyak 11 siswa yang mampu menjawab dengan sangatmampuapa yang terjadi dalam berita yang disimak.

Kemampuan menyimak berita dilihat dari aspek Dimana, dinyatakan bahwa terdapat 6 siswa (46,15%) mendapat kualifikasi sangatmampu terdapat 7 siswa (53,48%) mendapat kualifikasi mampumenjawabperistiwaapa yang terjadi. Kemampuan siswa menyimak berita dilihat dari aspek Siapa, dinyatakan bahwa terdapat 6 siswa (46,15%) mendapat kualifikasi sangatmampu, terdapat 7 siswa (53,85%) mendapat kualifikasi mampu. Artinya, terdapat 13 siswa berhasil menjawab Siapa yang ada dalam peristiwa yang terjadi.

Kemampuan siswa menyimak berita dilihat dari aspek Kapan, dinyatakan bahwa terdapat 4 siswa (30,76%) mendapat kualifikasi sangatmampu, terdapat 2 siswa (15,38%) mendapat kualifikasimampumenjawabkapanperistiwaituterjadi. Kemampuan siswa menyimak berita dilihat dari aspek Mengapa, dinyatakan bahwa terdapat 2 siswa (15,38%) mendapat kualifikasi sangatmampu, terdapat 10 siswa (76,92%) mendapat kualifikasimampu, dan terdapat 1 siswa (7,69%) mendapat kualifikasi cukupmampu. Artinya, terdapat 10siswa (76,92%) berhasilmenentukanbagaimanaterjadinyaperistiwa, sehinggamasihtergolongkategorimampu.

Kemampuan siswa menyimak berita dilihat dari aspek Bagaimana, dinyatakan bahwa terdapat 5 siswa (38,46%) mendapat kualifikasi sangatmampu, terdapat 5 siswa (38,46%) mendapat kualifikasimampu, dan terdapat 3 siswa (23,08%) mendapat kualifikasi cukupmampu.Secara umum, siswa sudah mampu menyimak berita dengan menngunakan media audio viswal dan terdapat beberapaseparunya yang melewati SKM yang ditentukan. Hanya saja, untuk aspek kapan masih terdapat banyak siswa yang susah menjawab kapan peristiwa itu terjadi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat kepada guru bahasa Indonesia dan peneliti yang lain.

Kepada guru bahasa Indonesia, agar meningkatkan kemampuan siswa dalam menyimak berita dengan menggunakan berbagai media, dan kepada peneliti lain, metode untuk menyempurnakan aspek-aspek dalam menyimak berita masih banyak yang harus digali kembali, sehingga ada banyak cara yang bisa digunakan untuk pembelajaran menyimak berita.