SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KEMAMPUAN MEMBUAT RINGKASAN TEKS BERITA SISWA KELAS VIII SMP KRISTEN YPK 1 KOTA MALANG TAHUN AJARAN 2013/2014

Gabriel Boger

Abstrak


ABSTRAK

 

Boger,   Gabriel. 2014. Kemampuan Membuat Ringkasan Teks Berita Siswa Kelas VIII SMP Kristen 1 YPK Kota Malang Tahun Ajaran 2013/2014. Skripsi, Jurusan Bahasa Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Widodo Hs, M. Pd.

 

Kata Kunci: kemampuan, membuat ringkasan, teks berita.

Keterampilan berbahasa merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki siswa. Keterampilan bahasa yang harus dikuasai meliputi beberapa keterampilan yaitu menyimak, membaca, berbicara, dan menulis. Aspek keterampilan berbahasa, khususnya keterampilan menulis, sangat dibutuhkan dalam berkomunikasi, karena menulis adalah kegiatan menyampaikan pesan kepada orang lain, sehingga orang lain pun dapat menerima pesan yang disampaikan oleh penulis secara baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesesuaian isi, urutan informasi, ragam bahasa dan penggunaan ejaan dan tanda baca pada ringkasan teks berita siswa kelas VIII-B SMP Kristen 1 YPK Kota Malang tahun ajaran 2013/2014.

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data penelitian ini berupa skor yang diperoleh dari kemampuan siswa kelas VIII-B dalam membuat ringkasan teks berita. Instrumen penelitian berupa tes dan rubrik meringkas teks berita. Penyekoran dilakukan dengan metode analitik terhadap aspek-aspek yang diteliti. Penelitian ini meneliti tentang aspek isi, urutan informasi, ragam bahasa, ejaan dan tanda baca.

Hasil analisis kemampuan membuat ringkasan teks berita siswa kelas VIII-B SMP Kristen 1 YPK Kota Malang tahun ajaran 2013/2014 dilihat dari aspek isi menunjukkan bahwa kemampuan meringkas berita sangat bervariasi. Penilaian terhadap hasil ringkasan teks berita dapat dikelompokkan berdasarkan kategori kemampuan siswa. Berdasarkan hasil kategorisasi diketahui bahwa sebanyak 2 siswa (12,5%) tergolong sangat mampu dengan perolehan nilai 80—100, 5 siswa (31,25%)  tergolong mampu dengan nilai 70—85, dan 9 siswa (56,25%) berada pada kategori kurang mampu dengan rentang nilai 60—69. Berdasarka hasil analisis pada aspek isi dapat diketahui bahwa tidak ada siswa yang mendapatkan nilai ≤ 59 atau berada pada kategori tidak mampu. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa mayotitas siswa belum memiliki kemampuan memadai dalam meringkas berita dari aspek isi. Hanya sebagian kecil yang termasuk dalam kategori mampu dan sangat mampu.

Kemampuan membuat ringkasan teks berita dilihat dari aspek urutan informasi diketahui sebanyak 1 siswa (6,25%) berada pada kategori sangat mampu dengan rentang nilai 86—100, 6 siswa (37,5%) berada pada kategori mampu dengan rentang nilai 70—85, dan 9 siswa (56,25%) berada pada kategori kurang mampu dengan rentang nilai 60—69. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa pada aspek urutan informasi sebagian besar siswa masih berada pada kategori kurang mampu dan tidak mencapai KKM di sekolah.

Kemampuan membuat ringkasan teks berita dilihat dari aspek ragam bahasa diketahui sebanyak 4 siswa (25%) berada pada kategori sangat mampu dengan rentang nilai 86—100 , 7 siswa (43,75%) berada pada kategori mampu dengan rentang nilai 70—80, dan 5 siswa (31,25%) berada pada kategori kurang mampu dengan rentang nilai 60—69. Berdasarkan hasil penilaian diketahui pada aspek ragam bahasa sebagian besar siswa telah memiliki kemampuan meringkas dengan menggunakan bahasa yang baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa mayoritas siswa telah mampu meringkas dengan bahasa yang sesuai dengan teks berita.

Hasil analisis kemampuan membuat ringkasan teks berita dilihat dari aspek ejaan dan tanda baca diketahui sebanyak 16 siswa (100%) dari total siswa berada pada kategori kurang mampu dengan rentang nilai 60—69. Berdasarkan perolehan nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa seluruh siswa belum mampu menguasai aspek ejaan dan tanda baca dalam meringkas isi berita.

Secara umum seluruh siswa dapat membuat ringkasan teks berita dengan kemampuan yang bervariasi atau berbeda pada tiga aspek, yaitu aspek isi, aspek urutan informasi, dan (3) aspek ragam bahasa. Akan tetapi, pada aspek ejaan dan tanda baca semua siswa memiliki kemampuan yang sama yaitu berada pada kategori kurang mampu. Oleh karena itu, pembelajaran meringkas teks berita perlu ditingkatkan oleh guru mata pelajaran bahasa Indonesia di sekolah.