SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Keefektifan Kalimat Dalam Teks Laporan Hasil Observasi Siswa Kelas X IPS 2 SMAN 01 Garum

Johan Susanto

Abstrak


ABSTRAK

Laporan adalah suatu cara komunikasi dimana penulis menyampaikan informasi kepada seseorang atau suatu badan karena tanggungjawab yang dibebankan kepadanya. Karakteristik laporan yakni teks yang bertujuan memberikan pengetahuan atau informasi sejelas-jelasnya kepada pembaca. Karakteristik lainnya dari suatu laporan adalah dipenuhinya teks itu dengan fakta. Berdasarkan paparan di atas, laporan hasil observasi memiliki dua ciri sebagai berikut: (1) menyajikan fakta-fakta tentang peristiwa, tempat, benda, dan orang. (2) menambahkan pengetahuan dan wawasan kepada pembacanya. Fakta-fakta itu biasanya bisa didukung dengan gambar, tabel maupun bagan yang memperkuat fakta tersebut agar lebih memperjelas dan mudah dipahami. Penelitian ini dilaksanakan untuk memperoleh deskripsi yang objektif tentang keefektifan kalimat dalam teks laporan hasil observasi yang ditulis siswa berdasarkan (1) ciri kegramatikalan, (2) kelogisan, (3) ciri kelengkapan kalimat, (4) ciri kehematan kalimat, dan (5) ciri kepaduan kalimat.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan disusun dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah teks laporan hasil observasi yang ditulis siswa kelas X IPS II SMAN 01 Garum tahun pelajaran 2013–2014. Pengumpulan data dilakukan dengan memberi perintah soal menulis teks laporan hasil observasi pada siswa. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan pendekatan struktural dan makna. Data yang terkumpul berupa kalimat yang terdapat dalam teks laporan hasil observasi pekerjaan siswa dianalisis melalui tiga tahap, yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan simpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan ketekunan pengamatan dan diskusi dengan teman sejawat.

Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, keefektifan kalimat berdasarkan ciri kegramatikalan kalimat dalam teks laporan hasil observasi yang dikerjakan siswa terdiri atas kalimat efektif dan kalimat tidak efektif. Kalimat efektif ditandai dengan hadirnya unsur  subjek dan predikat kalimat. Kalimat tidak efektif ditemukan pada kalimat yang tidak menghadirkan unsur subjek dan predikat kalimat. Kalimat efektif ditemukan sebanyak 58 kalimat (75%) dan kalimat tidak efektif sebanyak 19 kalimat (25%). Kedua, keefektifan kalimat berdasarkan ciri kelogisan kalimat dalam teks laporan hasil observasi yang dikerjakan siswa terdiri atas kalimat efektif dan kalimat tidak efektif. Kalimat efektif ditandai dengan sudah logisnya hubungan antar unsur-unsur kalimat. Kalimat yang tidak efektif ditemukan pada kalimat yang menggunakan kata bermakna tidak logis dan tidak hadirnya unsur subjek. Kalimat efektif ditemukan sebanyak 72 kalimat (93%) dan kalimat tidak efektif sebanyak 5 kalimat (7%). Ketiga, keefektifan kalimat berdasarkan ciri kelengkapan kalimat dalam teks laporan hasil observasi yang dikerjakan siswa terdiri atas kalimat efektif dan kalimat tidak efektif. Kalimat efektif ditandai dengan sudah hadirnya unsur wajib kalimat, yaitu subjek dan predikat. Kalimat tidak efektif ditandai dengan tidak hadirnya unsur wajib Subjek pada kalimat. Kalimat efektif ditemukan sebanyak 72 kalimat (93%) dan kalimat tidak efektif  sebanyak 5 kalimat (7%). Keempat, keefektifan kalimat berdasarkan ciri kehematan kalimat dalam teks laporan hasil observasi yang dikerjakan siswa terdiri atas kalimat efektif dan kalimat tidak efektif. Kalimat efektif ditandai dengan tidak adanya pengulangan subjek dalam satu kalimat, sedangkan kalimat yang tidak efektif ditemukan pada kalimat yang mengulang unsur makna yang jamak dalam satu kalimat. Kalimat efektif ditemukan sebanyak 54 kalimat (70%) dan kalimat tidak efektif  sebanyak 23 kalimat (30%). Kelima, keefektifan kalimat berdasarkan ciri kepaduan kalimat dalam teks laporan hasil observasi yang dikerjakan siswa terdiri atas kalimat efektif dan kalimat tidak efektif. Kalimat efektif dapat ditandai dengan subjek dan predikat kalimat jelas tidak terganggu unsur keterangan atau unsur lain. Kalimat tidak efektif disebabkan karena subjek dan predikat kalimat tidak jelas karena terganggu unsur keterangan atau unsur lain dan tidak adanya tanda koma (,) setelah keterangan di awal kalimat. Kalimat efektif ditemukan sebanyak 64 kalimat (83%) dan  kalimat tidak efektif sebanyak 13 kalimat (17%).

Saran dalam penelitian ini disampaikan kepada: pertama, peneliti bahasa yang lain. Peneliti bahasa yang lain disarankan supaya dapat menggali lebih dalam tentang kebahasaan, khususnya bidang sintaksis dan semantik yang berkaitan dengan keefektifan kalimat. Penelitian selanjutnya yang bisa dilakukan, misalnya penelitian yang mengangkat permasalahan tentang kalimat efektif pada karya tulis ilmiah yang dikerjakan siswa. Kedua, saran ditujukan kepada guru bidang studi Bahasa Indonesia. Guru bidang studi bahasa Indonesia disarankan supaya hasil penelitian ini bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan sumber belajar, khususnya yang berkaitan dengan keterampilan menulis pada Kurikulum 2013. Berdasarkan hasil penelitian, keefektifan kalimat dalam teks laporan hasil observasi yang dikerjakan siswa beberapa menggunakan kalimat tidak gramatikal, tidak logis, tidak lengkap, tidak hemat dan tidak padu, sehingga kalimat tersebut menjadi tidak efektif. Oleh karena itu, dalam mengajarkan materi tentang menulis, khususnya yang berkaitan dengan menulis kalimat efektif dalam teks laporan hasil observasi agar lebih mencermati strukturnya maupun makna. Hasil penelitian ini juga bisa dijadikan bahan evaluasi bagi guru bidang studi Bahasa Indonesia. Evaluasi yang dimaksud berkaitan dengan kemampuan siswa dalam menulis kalimat yang efektif. Hal ini karena dalam teks laporan hasil observasi yang dikerjakan siswa ditemukan kalimat yang tidak gramatikal, tidak logis, tidak lengkap, tidak hemat maupun tidak padu. Oleh karena itu, ketika menilai karya siswa yang berupa teks laporan hasil observasi, hendaknya lebih diteliti kegramatikalan, kelogisan, kehematan, kelengkapan dan kepaduan kalimat yang digunakan. Jadi, guru bisa langsung memberikan masukan, saran, dan penguatan materi, khususnya yang berkaitan dengan menulis kalimat yang efektif kepada siswa.