SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MODEL PELATIHAN ARINEKS (ARTIKULASI, INTERPRETASI, & EKSPRESI) DALAM PEMBACAAN TEKS-TEKS PERANGKAT UPACARA

AVAN FAUZI

Abstrak


ABSTRAK

 

Fauzi, Avan. 2014. Pengembangan Model Pelatihan Arineks (Artikulasi, Interpretasi, & Ekspresi) dalam Pembacaan Teks-teks Perangkat Upacara di SMP. Skripsi, Jurusan Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Mudjianto, M.Pd., (2) Dewi Pusposari, S.Pd, M.Pd.

 

Kata kunci: model pelatihan Arineks, membacakan teks-teks perangkat upacara.

 

Latar belakang penelitian pengembangan ini berdasarkan hasil studi pendahuluan yang menunjukkan adanya kendala-kendala dalam kegiatan latihan membacakan teks-teks perangkat upacara di SMP. Pertama, belum adanya model pelatihan khusus untuk kegiatan berlatih membacakan teks-teks perangkat upacara di sekolah. Hal itu, menjadikan guru melatih petugas pembaca teks-teks perangkat upacara secara spontan dan tanpa rencana yang matang. Kedua, tidak adanya bahan pelatihan yang digunakan untuk melatih petugas pembaca teks-teks perangkat upacara menyulitkan guru untuk melatih siswa.

Guru memerlukan model pelatihan yang dapat menyelesaikan kendala-kendala tersebut, sehingga mampu memudahkan proses latihan membacakan teks-teks perangkat upacara di sekolah. Model pelatihan merupakan hal yang menentukan berjalannya proses pelatihan. Dengan adanya model pelatihan maka dapat diketahui tujuan/target capaian pelatihan, skenario pelaksanaan pelatihan, materi yang disampaikan dalam pelatihan, dan penilaian hasil pelatihan. Hal tersebut semakin mendorong kebutuhan pengembangan model pelatihan agar kegiatan pelatihan membacakan teks-teks perangkat upacara di SMP dapat terlaksana dengan baik.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk (1) mengembangkan komponen-komponen model pelatihan Arineks (Artikulasi, Interpretasi, dan Ekspresi) dalam pembacaan teks-teks perangkat upacara di SMP, (2) mengembangkan sistematika penyajian buku model pelatihan Arineks (Artikulasi, Interpretasi, dan Ekspresi) dalam pembacaan teks-teks perangkat upacara di SMP, (3) mengembangkan penggunaan bahasa dalam buku model pelatihan Arineks (Artikulasi, Interpretasi, dan Ekspresi) dalam pembacaan teks-teks perangkat upacara di SMP, dan (4) mengembangkan tampilan buku model pelatihan Arineks (Artikulasi, Interpretasi, dan Ekspresi) dalam pembacaan teks-teks perangkat upacara di SMP.

Penelitian ini menggunakan model pendekatan sistem yang dirancang dan dikembangkan oleh Dick dan Carey (dalam Setyosari, 2013:234). Model tersebut diadaptasi sesuai dengan kebutuhan peneliti. Adapun tahapan-tahapan pengembangan meliputi (1) analisis kebutuhan dan identifikasi kebutuhan umum, (2) analisis pelatihan, (3) analisis pembelajar dan konteks, (4) merumuskan tujuan khusus, (5) mengembangkan instrumen asessment, (6) mengembangkan strategi pelatihan, (7) mengembangkan dan memilih bahan pelatihan, (8) merancang dan melakukan evaluasi formatif, (9) melakukan revisi, dan (10) merancang dan melakukan evaluasi formatif. Khusus langkah kesepuluh peneliti tidak melakukan uji efektivitas produk.

Penelitian ini menghasilkan produk model pelatihan Arineks membacakan teks-teks perangkat upacara yang dikemas dalam buku panduan pelatihan untuk pelatih dan buku panduan pelatihan untuk peserta. Model pelatihan Arineks membantu guru dalam mempersiapkan petugas pembaca teks-teks perangkat upacara. Bagi siswa model pelatihan Arineks memberikan kesempatan untuk berlatih secara mandiri dalam rangka mempersiapkan diri menjadi petugas pembaca teks-teks perangkat upacara.

            Berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan dengan melibatkan ahli pelatihan, ahli desan, praktisi, dan peserta pelatihan aspek komponen-komponen model pelatihan Arineks mencapai persentase 84,37% artinya aspek tersebut layak dan dapat diimplementasikan. Hasil uji coba yang telah dilakukan dengan melibatkan ahli pelatihan, praktisi, dan peserta pelatihan aspek penyajian isi buku mencapai persentase 84,64% artinya aspek tersebut layak dan dapat diimplementasikan. Hasil uji coba yang telah dilakukan dengan melibatkan ahli pelatihan, praktisi, dan peserta pelatihan aspek penggunaan bahasa mencapai persentase 87,5% artinya aspek tersebut sangat layak dan dapat diimplementasikan. Hasil uji coba yang telah dilakukan dengan melibatkan ahli desain dan praktisi aspek kegrafikaan mencapai persentase 78,4% yang artinya aspek tersebut layak dan dapat diimplementasikan.

Hasil dari kegiatan penelitian pengembangan yang telah dilakukan ialah produk berupa buku panduan model pelatihan Arineks membacakan teks-teks perangkat upacara di SMP yang dihasilkan tergolong layak dan dapat diimplementasikan. Sebagai bentuk langkah pemanfaatan produk hasil pengembangan, siswa disarankan untuk menggunakan model pelatihan Arineks berupa buku panduan pelatihan untuk peserta sebagai bahan pelatihan mandiri atau pun dengan bimbingan guru. Guru disarankan untuk menggunakan model pelatihan Arineks yang berupa buku panduan pelatihan untuk pelatih sebagai pedoman pelatihan membacakan teks-teks perangkat upacara di SMP. Bagi peneliti lain pengembangan model pelatihan ini dapat dijadikan pedoman untuk melakukan penelitian yang serupa.