SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Fenomena Diglosia Pada Tuturan Guru dan Siswa SMU Muhammdiyah I Sumenep

Erwindya Yuli

Abstrak


Bahasa merupakan alat komunikasi yang berfungsi untuk menyampaikan informasi berupa pikiran, gagasan, maksud, perasaan, maupun emosi secara langsung. Manusia sebagai pengguna bahasa memiliki peranan yang sangat penting dalam kegiatan berkomunikasi. Dalam bahasa terdapat variasi atau ragam bahasa yang merupakan akibat dari keragaman sosial penutur bahasa dan fungsi bahasa. Indonesia yang terdiri dari banyak daerah memungkinkan sebagian besar daerah mempunyai dan menggunakan lebih dari satu bahasa yaitu bahasa daerah dan bahasa Indonesia. Fenomena penggunaan lebih dari satu bahasa ini dinamakan diglosia. Diglosia terjadi apabila dalam suatu masyarakat terdapat dua bahasa (variasi) atau lebih yang saling berdampingan satu sama lain dalam pemakaiannya dan mempunyai fungsi sosial tertentu yang disadari pemakaiannya yang merupakan ciri penting dalam situasi diglosia.

Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana fenomena penggunaan dua bahasa atau lebih dengan variasi yang berbeda dalam latar, topik, dan situasi yang berbeda di SMU Muhammadiyah I Sumenep. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan landasan berpikir fenomenologis yang berusaha memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap orang-orang biasa dalam situasi-situasi tertentu

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru dan siswa SMU Muhammadiyah I Sumenep tergolong masyarakat yang bilingual, artinya menggunakan dua bahasa atau lebih dalam situasi yang berbeda. Faktor yang mempengaruhi penggunaan dua bahasa atau lebih ini adalah (1) latar, (2) partisipan, (3) topik, dan (4) fungsi interaksinya. Dan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan bahasa Indonesia dan bahasa Daerah (bahasa Jawa dan bahasa Madura).

Berdasarkan hasil peneltian ini, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut seperti fungsi instrumentalia, fungsi direktif, dan fungsi fatis dalam tutur bahasa Madura atau bisa juga memfokuskan permasalahan fenomena diglosia ini khusus pada kosa kata dan gramatiknya, yakni bagaimana perbedaan pemakaian variasi-variasi bahasa dalam morfologi dan fonologi bahasa Indonesia.


Teks Penuh: DOC