SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Ragam dan Teknik Pengembangan Alur Teks Cerpen Siswa Kelas VII-G SMP Negeri 8 Malang

Elma Excavanti Tamaya

Abstrak


ABSTRAK

 

Tamaya, Elma Excavanti. 2014. Ragam dan Teknik Pengembangan Alur Teks Cerpen Siswa Kelas VII-G SMP Negeri 8 Malang. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sunoto, M.Pd., (II) Dr. Nita Widiati, M.Pd.

 

Kata Kunci: ragam tahapan, teknik pengembangan alur, teks cerpen

 

Salah satu kompetensi dasar yang harus dicapai siswa pada jenjang SMP adalah menulis cerpen. Menulis cerpen merupakan salah satu bentuk keterampilan dalam pembelajaran sastra dan bisa disebut juga sebagai suatu proses kreatif. Dalam mengembangkan ide cerita dalam cerpen, pengarang dapat mengembangkan ide cerita melalui alur atau tahapan peristiwa. Merangkai peristiwa dalam suatu cerita membutuhkan kreativitas yang tinggi karena hal tersebut akan menentukan kemenarikan suatu cerpen jika dilihat dari perspektif jalan cerita maupun ide ceritanya. Cara mengembangkan alur juga sangat bervariasi. Artinya, tidak menutup kemungkinan adanya cerpen yang mengandung tahapan alur yang berbeda antara satu cerpen dengan cerpen lain. Berdasarkan tahapan-tahapan alur tersebut, dapat ditemukan ragam dan teknik pengembangan alur pada teks cerpen.

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan ragam dan teknik pengembangan alur yang digunakan pada teks cerpen siswa kelas VII-G SMP Negeri 8 Malang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, analisis data, dan penyusunan laporan penelitian. Sumber data dalam penelitian ini adalah 28 teks cerpen siswa kelas VII-G SMP Negeri 8 Malang. Data tersebut kemudian dianalisis untuk menjelaskan fokus penelitian dan menjawab rumusan masalah penelitian. Fokus penelitian ini adalah tahapan alur teks cerpen, sedangkan rumusan masalah dalam penelitian ini adalah ragam tahapan alur dan teknik pengembangan alur siswa kelas VII-G SMP Negeri 8 Malang.

Hasil analisis data dan pembahasan menunjukkan ada tujuh ragam tahapan alur, yaitu (1) pengenalan-konflik-komplikasi-klimaks-peleraian-penyelesaian sejumlah sembilan cerpen; (2) pengenalan-konflik-komplikasi-klimaks-penyelesaian sejumlah dua cerpen; (3) pengenalan-konflik-komplikasi-peleraian-penyelesaian sejumlah empat cerpen; (4) pengenalan-konflik-pengenalan-komplikasi-klimaks-penyelesaian sejumlah enam cerpen; (5) konflik-pengenalan-komplikasi-klimaks-peleraian-penyelesaian sejumlah satu cerpen; (6) konflik-pengenalan-komplikasi-klimaks-penyelesaian sejumlah empat cerpen; dan (7) konflik-pengenalan-komplikasi-peleraian-penyelesaian sejumlah dua cerpen. Selanjutnya, teknik pengembangan alur ditemukan penggunaannya pada cerpen siswa kelas SMP Negeri 8 Malang. Teknik pengembangan alur yang ditemukan adalah peristiwa, latar, dan psikologi. Hal tersebut merujuk pada cara pengarang untuk mengembangkan tahapan alurnya.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa secara umum cerpen siswa kelas VII-G SMP Negeri 8 Malang memiliki ragam tahapan pengenalan-konflik-komplikasi-klimaks-peleraian-penyelesaian dan tidak semua cerpen diawali dengan tahapan pengenalan dan tidak semua mempunyai seluruh tahapan alur tersebut. Efek kehilangan salah satu tahapan alur tentunya berdampak pada pengembangan alur dan pembaca. Selanjutnya, teknik pengembangan alur yang paling banyak digunakan adalah teknik pengembangan alur berdasarkan peristiwa.

Penelitian tentang ragam tahapan dan teknik pengembangan alur pada teks cerpen siswa kelas VII-G SMP Negeri 8 Malang memiliki tiga saran yang ditujukan kepada guru pengampu mata pelajaran bahasa Indonesia, siswa, dan peneliti selanjutnya. Pertama, guru pengampu mata pelajaran bahasa Indonesia diharapkan menyusun RPP yang dapat mengakomodasi siswa untuk berkreasi terhadap karangannya. Kedua, diharapkan siswa untuk mengasah kreativitas untuk mengembangan tahapan alur dan memperhatikan kriteria teks cerpen yang utuh. Hal tersebut penting diperhatikan untuk memperoleh teks cerpen yang berkualitas. Ketiga, peneliti selanjutnya diharapkan untuk mengkaji dan memfokuskan tentang ragam dan teknik pengembangan alur secara lebih komprehensif agar mendapatkan hasil penelitian yang maksimal.