SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENYUSUN LAPORAN HASIL OBSERVASI DAN MENGONVERSINYA MENJADI TEKS BERITA

Hasan Nugroho

Abstrak


ABSTRAK

 

Nugroho, Hasan. 2014. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Laporan Hasil Observasi dan Mengonversinya Menjadi Teks Berita untuk Siswa Kelas X SMA. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Dawud, M.Pd,  (II) Dr. Mudjianto, M.Pd.

 

Kata Kunci: pengembangan bahan ajar, menulis laporan hasil observasi, menulis berita.

 

Tahun ajaran 2013/2014 pemerintah melakukan uji coba Kurikulum 2013 yang direncanakan menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Uji coba dilakukan pada enam ribu lebih sekolah di berbagai kota dan kabupaten di sejumlah provinsi. Pada kurikulum 2013 yang diuji cobakan oleh pemerintah terdapat perombakan kompetensi dasar (KD) pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Hampir semua materi yang disajikan adalah materi baru. Hal ini menyebabkan varian bahan ajar yang tersedia jumlahnya masih terbatas. Saat ini, sekolah menggunakan buku wajib yang diterbitkan oleh Departemen pendidikan Nasional sebagai buku panduan kegiatan pembelajaran di kelas. Minimnya varian bahan bahan ajar dapat membuat kegiatan pembelajaran kurang bervariasi. Guru membutuhkan bahan ajar lain sebagai penunjang buku wajib. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan penyediaan bahan ajar tambahan yang sesuai dengan pemahaman dan kebutuhan siswa.

Salah satu KD yang diajarkan pada kelas X antara lain memproduksi dan mengonversi laporan hasil observasi (KD 4.2 dan 4.5). Laporan hasil observasi merupaakan laporan yang dibuat berdasarkan hasil pengamatan. Laporan Hasil Observasi dapat dikonversi ke dalam berbagai macam bentuk, salah satunya dalam bentuk teks berita. Teks berita merupakan salah satu bentuk laporan yang paling populer di masyarakat, setiap hari berita disajikan dalam bentuk media massa cetak, elektronik, dan internet.

Tujuan umum penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan produk bahan ajar menyusun laporan hasil observasi dan mengonversi menjadi teks berita. Adapun tujuan khususnya yaitu: (1) menghasilkan materi dan latihan mengenali kaidah dan ciri laporan hasil observasi, (2) menghasilkan materi dan latihan mengidentifikasi struktur teks laporan hasil observasi, dan (3) menghasilkan materi dan latihan menerapkan langkah-langkah menyusun laporan hasil observasi dan mengonversinya menjadi teks berita. Bahan ajar yang dihasilkan dikemas dalam buku teks cetak ukuran A4.

Model pengembangan ini adalah model prosedural, meliputi: (1) tahap prapengembangan atau persiapan, (2) tahap pengembangan, (3) tahap uji coba, dan (4) tahap revisi produk. Produk hasil pengembangan diuji cobakan kepada ahli materi bahasa Indonesia, guru bahasa Indonesia, dan siswa kelas X. Uji coba ahli dan praktisi menggunakan instrumen angket, sedangkan uji coba lapangan pada siswa kelas X adalah dengan melakukan uji coba bahan ajar dan melihat hasil nilai tugas siswa.  Data penelitian berupa data numerik dan data verbal yang didapat dari skor dan catatan  perbaikan dari angket yang diisi oleh ahli dan praktisi serta nilai tugas siswa.

Berdasarkan hasil uji coba dengan ahli didapatkan presentase hasil uji coba produk sebesar 68%, menunjukkan bahwa bahan ajar harus direvisi sesuai dengan catatan ahli. Setelah dilakukan revisi, dilakukan uji coba produk  kepada praktisi (guru). Hasil uji coba praktisi menunjukkan presentase sebesar 88%, artinya produk dapat langsung diimplementasikan tanpa revisi. Hasil uji coba  produk di kelas X menunjukkan nilai tugas siswa diatas standar minimal yaitu 75.  Rata-rata nilai kelas yang didapat adalah 86, artinya produk layak untuk diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran.

Bahan ajar yang dihasilkan adalah Bahan Ajar Menyusun Laporan Hasil Observasi dan Mengonversinya menjadi Teks Berita yang dikemas dalam bentuk buku teks cetak ukuran A4 sesuai dengan standar ISO.  Ada tiga materi utama dalam bahan ajar, pertama mengenali kaidah dan ciri laporn hasil observasi, kedua mengidentifikasi struktur teks laporan hasil observasi, ketiga menerapkan langkah-langkah menyusun laporan hasil observasi dan mengonversi laporan hasil observasi menjadi teks berita.

Materi mengenali kaidah dan ciri laporan hasil observasi dimulai dengan kegiatan mengamati teks, kemudian disajikan materi tambahan dan ditutup dengan uji pemahaman 1 dan uji pemahaman 2. Materi mengidentifikasi struktur teks laporan hasil observasi dibuka dengan kegiatan mengamati teks, materi pengantar, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan menunjukkan struktur teks yang meliputi pernyataan umum dan aspek yang dilaporkan, setelah ditutup dengan uji pemahaman 3 yaitu mengidentifikasi struktur dari teks yang telah disediakan. Materi menerapkan langkah-langkah   menulis laporan hasil observasi dibuka dengan materi tentang prosedur  menyusun laporan hasil observasi, setelah itu pembaca diarahkan untuk mengamati ilustrasi yang telah disediakan, pada akhir bagian ini disajikan latihan dan tugas proyek 1. Materi tentang mengonversi laporan hasil observasi disajikan dengan menyajikan materi kaidah teks berita,struktur teks berita, prosedur penulisan berita, dan mengonversi laporan hasil observasi menjadi teks berita.

Dari kajian produk yang telah direvisi, diketahui keunggulan dan kekurangan bahan ajar. Keunggulan pertama adalah produk ini belum pernah ada sebelumnya, sehingga menyediakan variasi baru dalam kegiatan pembelajaran. Kedua produk ini dikembangkan berdasarkan kurikulum baru yakni kurikulum 2013, sehingga benar-benar dapat diterapkan di sekolah. Ketiga bahan ajar dapat digunakan siswa untuk belajar secara mandiri. Keunggulan keempat adalah bahan ajar ini menggunakan pendekatan saintifik (5M) yang merupakan ciri khas kurikulum 2013.

Produk yang telah direvisi ini juga menunjukkan kekurangan-kekurangan. Kekurangan pertama adalah penanaman karakter dalam produk ini masih kurag kekurangan kedua adalah bahan ajar ini hanya mengembangkan kemampuan menulis saja.  Saran desiminasi bahan  ajar adalah penyebaran oleh guru, siswa, atau diunggah ke internet. Saran pengembangan produk lebih lanjut adalah bahan ajar dikembangkan dengan lebih menanamkan aspek karakter serta mengembangkan kemampuan menulis dan berbicara.