SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Membaca Intensif Siswa SMA Negeri 1 Tumpang Kelas XI Semester I Tahun Ajaran 2013/2014

Fajar Ady Novianto

Abstrak


ABSTRAK

Pembelajaran membaca harus diarahkan untuk mencapai tujuan utama pembelajaran, yaitu siswa mampu menjadi pembaca yang efektif dan fleksibel agar memiliki tingkat pemahaman yang baik. Pembelajaran membaca intensif di SMA tidak hanya bertujuan menjadikan siswa dapat membaca kata-kata, melainkan siswa mahir membaca sebuah wacana secara komprehensif. Studi awal menunjukan bahwa kemampuan siswa dalam membaca intensif masih lemah, khususnya dalam menemukan perbedaan paragraf deduktif dan induktif. Lemahnya kemampuan membaca intensif siswa SMA dapat disebabkan oleh lemahnya pembelajaran membaca intensif yang membosankan dan monoton. Hal tersebut berdampak pada rendahnya kemampuan siswa dalam memahami isi bacaan. Oleh karena itu, untuk dapat meminimalkan kelemahan tersebut agar tidak berkelanjutan maka perlu diberikan perhatian lebih terhadap pembelajaran membaca intensif di SMA.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran membaca intensif siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tumpang. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu (1) perencanaan pembelajaran membaca intensif, (2) pelaksanaan pembelajaran membaca intensif, dan (3) penilaian pembelajaran membaca intensif siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tumpang.

Penelitian ini termasuk jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus pengumpul data, penganalisis data, dan pelapor hasil penelitian. Data penelitian ini berupa data kualitatif dari observasi, wawancara, pendokumentasian, dan telaah dokumen, meliputi (1) data perencanaan, (2) data pelaksanaan, dan (3) data penilaian pembelajaran membaca intensif. Instrumen pendukungnya berupa pedoman telaah dokumen, pedoman observasi, dan pedoman wawancara. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik telaah dokumen, teknik observasi, teknik wawancara, dan pendokumentasian yang kemudian dianalisis melalui teknik telaah dokumen, kriteria analisis data pelaksanaan, dan kriteria analisis data penilaian pembelajaran membaca intensif. Data penelitian ini diperiksa dengan teknik triangulasi sumber hasil telaah dokumen, observasi, dan wawancara.

Hasil analisis data meliputi (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, dan (3) penilaian pembelajaran membaca intesif siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tumpang semester 1. Pertama, perencanaan pembelajaran membaca intensif yang dibuat oleh guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Tumpang mengacu pada kurikulum saat itu, yakni KTSP. Dalam identitas RPP, guru mencantumkan nama sekolah, mata pelajaran, kelas/semester, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, dan alokasi waktu. Semua aspek tersebut telah ditulis dengan tepat dan lengkap. Penjabaran indikator dan tujuan pembelajaran mengacu pada SK dan KD dalam Standar Isi. Materi yang dirumuskan tidak hanya dipaparkan pokok-pokok bahasan saja, melainkan penjelasan secara lengkap juga dipaparkan di dalam RPP. Pemilihan metode pembelajaran bervariasi, yakni metode tanya jawab, ceramah, curah pendapat, diskusi, dan inkuiri. Namun, pemlihan metode pembelajaran pada RPP guru yang mencangkup seluruh langkah-langkah pembelajaran hanyalah metode diskusi. Kegiatan pembelajaran yang direncanakan secara umum lebih memfokuskan aktivitas siswa. Dalam RPP yang dituliskan, guru kurang memiliki kekreatifan untuk menyediakan sumber belajar yang bervariasi. Selain itu, guru tidak merumuskan penggunaan media pembelajaran. Penilaian pembelajaran yang dirumuskan secara keseluruhan mencangkup penilain proses dan penilaian hasil beserta rubrik yang telah ditetapkan yaitu penilaian proses dan hasil belajar. Namun, tidak dipaparkan mengenai teknik dan bentuk instrumen yang digunakan untuk menilai aktivitas siswa dalam pembelajaran.

Kedua, pelaksanaan pembelajaran dilakukan dua kali pertemuan dengan alokasi waktu 2 × 45 menit. Pelaksanaan pembelajaran terdiri atas kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pelaksanaan kegiatan awal cukup sesuai dengan RPP yang direncanakan guru. Namun, guru tidak mengaitkan manfaat penguasaan kompetensi dalam kehidupan siswa dan juga belum memberikan kaitan antara materi terdahulu dengan materi yang dipelajari. Pada pelaksanaan kegiatan inti, guru belum mengaktifkan skemata bacaan siswa. Namun, guru telah memberikan kesempatan membaca dalam waktu yang cukup sesuai dengan tujuan pembelajaran. Guru juga telah melakukan tindak lanjut kegiatan membaca berupa menjawab latihan dan berdiskusi mengenai isi bacaan. Pada pelaksanaan kegiatan penutup, aktivitas yang tidak dilakukan oleh guru adalah penyampaian kesimpulan dan pemberian kegiatan tindak lanjut secara konsisten pada masing-masing pertemuan. Berdasarkan hasil pengamatan, guru tidak merencanakan kegiatan tindak lanjut bagi siswa yang remidi terhadap pembelajaran yang sudah dilakukan. Penyampaian kesimpulan telah dilakukan bersama-sama guru dan siswa dengan memberikan ulasan secara singkat tanggapan dari siswa.

Ketiga, penilaian pembelajaran yang direncanakan guru dalam RPP tercantum adanya penilaian proses dan penilaian hasil. Namun, selama pembelajaran membaca intensif berlangsung guru hanya menggunakan penilaian hasil saja. Guru tidak melakukan penilaian proses selama pembelajaran. Dengan demikian, terjadi ketidaksesuaian antara rencana penilaian dengan kegiatan penilaian.

Berdasarkan hasil penelitian, guru disarankan untuk dapat meningkatkan pembelajaran membaca intensif meliputi, perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian secara sistematis dan saling berkaitan. Selain itu, guru perlu melakukan kegiatan tindak lanjut pembelajaran berupa pemberian program remedial maupun penambahan tugas bagi siswa sesuai dengan hasil yang dicapai. Melalui penelitian ini, peneliti lain disarankan hendaknya dapat mengembangkan bahan ajar, strategi atau media yang dapat meningkatkan pembelajaran membaca intensif.