SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Ajaran Moral Para Tokoh dalam Novel Masih Ada Kereta yang Akan Lewat Karya Mira Wijaya

Indah Safitrie

Abstrak


ABSTRAK

 

Safitrie, Indah. 2014. Ajaran Moral Para Tokoh dalam Novel Masih Ada Kereta yang Akan Lewat Karya Mira Wijaya. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd, (II) Musthofa Kamal, S.Pd, M.Sn.

 

Kata Kunci: ajaran moral individual, ajaran moral sosial, novel

 

Ajaran moral merupakanajaran yang dapat dipetik manfaatnya untuk mengetahui baik buruknya seseorang dalam masyarakat, setiap dalam setiap perilaku dapat dijadikan dasar hidup. Kelebihan novel Masih Ada Kereta yang Akan Lewat adalah mengangkat hakikat hidup yang sebenarnya. Tokoh Arini merupakan seorang perempuan yang sangat baik, dia sangat kuat menghadapi segala masalah yang terjadi padanya. Banyak nilai moral yang dapat diambil dari tokoh Arini maupun berbagai peristiwa dalam novel ini. Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti mengangkat judul Ajaran Moral Para Tokoh dalam Novel Masih Ada Kereta yang Akan Lewat Karya Mira Wijaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ajaran moral individual dan ajaran moral sosial dari para tokoh dalam novel Masih Ada Kereta yang Akan Lewat.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan moral. Pendekatan moral dipilih karena penelitian ini mendeskripsikan tentang ajaran moral para tokoh dalam novel Masih Ada Kereta yang Akan Lewat karya Mira Wijaya. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan desain deskriptif. Penggunaan desain deskriptif dalam penelitian ini menghasilkan data deskriptif tulis dari subjek yang diamati. Sumber data penelitian ini adalah novel Masih Ada Kereta yang Akan Lewat karya Mira Wijaya.Novel tersebut dipilih sebagai sumber data karena penelitian tentang ajaran moral individual dan ajaran moral social pada novel Masih Ada Kereta yang Akan Lewat ini belum pernah dilakukan sebelumnya. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca novel Masih Ada Kereta yang Akan Lewat secara kritis agar mendapatkan data-data yang valid. Selanjutnya, mengklasifikasikan data, yaitu (1) mengelompokkan data-data yang sudah ada sesuai dengan tujuan penelitian dan (2) mendeskripsikan data dengan memaparkan data sehingga memperoleh hasil analisis yang benar.

Dari hasil penelitian di atas dapat diperoleh beberapa kesimpulan. Pertama, ajaran moral individual merupakan ajaran yang ditunjukkan dari perilaku baik buruknya seseorang secara individu.Ajaran moral individu yang paling awal diperoleh melalui proses edukatif. Proses edukatif pertama kali diterapkan kepada anak dari keluarga. Orang tua diharapkan menanamkan nilai-nilai moral sejak dini kepada anak, agar anak dapat menanamkan ajaran moral  dalam kehidupan sehari-hari. Ajaran moral individual yang diajarkan kepada anak sejak dini akan menimbulkan proses berpikir kreatif untuk saling peduli dengan diri sendiri dan sesame makhluk hidup. Kedua,ajaran moral sosial akan muncul dengan sendirinya dari proses edukatif di keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ajaran moral social merupakan ajaran moral yang ditunjukkan dari baik buruknya perilaku di masyarakat yang timbul melalui proses pendidikan yang membudaya pada masyarakat. Dengan demikian, perilaku baik buruknya seseorang dapat berkembang menjadi suatu kebanggaan atas dirinya yang mampu menggunakan atau mengontrol sikap tersebut sesuai pada tempatnya agar terhindar dari perkembangan perilaku dalam lingkungan yang buruk.

 

ABSTRACT

 

Safitrie, Indah. 2014. Moral Learning from Characters in “Masih Ada Kereta yang Akan Lewat” Novel Written by Mira Wijaya. Mini Thesis, Department of Indonesian Letters, Faculty of Letters, State University of Malang. Supervisors: (1) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd, (II) Musthofa Kamal, S.Pd, M.Sn.

 

Keywords: individual moral learning, sosial moral learning, novel

 

Moral learning is learning which the benefit can be taken to know about someone’s goodness and badness in society where every behavior can be made as live basic. The excess of Masih Ada Kereta yang Akan Lewat novel is rising up the truly live basic. Arini character is a very good girl, she is really tough in facing all problems. There are many moral values that can be taken from Arini character or from many events in this novel. Based on the explanation above, then the researcher took the title of moral learning from characters in Masih Ada Kereta yang Akan Lewat written by Mira Wijaya. This research was aimed to describe individual moral learning and social moral learning from characters in Masih Ada Kereta yang Akan Lewat novel.

This research was qualitative research by using moral approach. Moral approach was selected because this research described about moral learning from characters in Masih Ada Kereta yang Akan Lewat novel written Mira Wijaya. This research was conducted by using descriptive design. The use of descriptive design in this research resulted written descriptive data from the observed subject. Data source in this research was Masih Ada Kereta yang Akan Lewat novel written by Mira Wijaya. The novel was selected as data source because the research about individual moral learning and sosial moral learning to the Masih Ada Kereta yang Akan Lewatnovel never been conducted before. Data collection was conducted by reading Masih Ada Kereta yang Akan Lewat novel critically in order to obtain valid data. The next step was classifying data as follow: (1) grouping data that been suitable with the research objective and (2) describing data by explaining data thus it would obtain the right analysis result.

From the research result above, it could be obtained many conclusions as follow: First, individual moral learning was the learning which showed from one good and bad behavior individually. The earliest individual moral learning was obtained through educative process. For the first, educative process taught to the children from family. Parent was expected to embed moral values since early to the children in order to make children can embed moral learning in their daily life. Individual moral learning that taught by children since early would create creative thought process to care with their own and with others. Second, social moral learning would appear by itself from educative process in family, school, and society. Social moral learning was moral learning that showed from good or bad behavior in society that appear through education process which became a culture in society. Therefore, someone good and bad behavior could be developed to a pride on their own which able to use or control the attitude as with the place in order to avoid behavior development in the bad environment.