SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2004

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Minat Baca Komik terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMPK. St. Petrus Jember

Christophora Anung Anindita

Abstrak


ABSTRAK

 

Anindita, Christophora Anung. 2004. Hubungan Minat Baca Komik terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMPK. St. Petrus Jember. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang.

            Pembimbing (I) Dr. H. Nurhadi, M. Pd, (II) Drs. Masnur Muslich, M. Si.

 

Kata kunci: minat baca, kemampuan berpikir kritis, komik, hubungan.

 

            Minat merupakan aspek kejiwaan yang bersifat abstrak. Minat baca sebagai bagian dari unsur kejiwaan yang abstrak, kehadiran dan keberadaannya selalu dikondisikan oleh aspek-aspek internal maupun eksternal. Sedangkan kemampuan berpikir kritis merupakan suatu kemampuan yang dimiliki oleh individu untuk melihat dan memecahkan masalah yang ditandai dengan sifat-sifat dan bakat kritis.

Komik adalah cerita bergambar (dalam majalah, surat kabar, atau berbentuk buku) yang umumnya mudah dicerna dan lucu. Minat baca anak terhadap komik dapat diartikan sebagai kecenderungan untuk melakukan kegiatan membaca komik yang dapat dilihat dengan mengamati bagaimana responsi responden terhadap komik dan bagaimana proses berlangsungnya.

            Anak usia SLTP (12-15 tahun) mulai memasuki kehidupan sosial yang luas. Pada masa inilah mereka juga mulai mengagumi tokohnya kemudian diserap sekaligus dijadikan sebagai model yang dapat diidentifikasi. Kehadiran komik dalam dunia bacaan remaja sangat mempengaruhi kemampuan berpikir kritis remaja.

            Tujuan yang ingin dicapai secara umum adalah untuk memperoleh deskripsi tentang minat baca siswa terhadap komik, kemampuan berpikir kritis, dan korelasi antara minat baca komik terhadap kemampuan berpikir kritis. Secara khusus, tujuan penelitian ini adalah (1) Memperoleh gambaran tentang minat baca siswa terhadap komik dilihat dari indikator: (a) pilihan isi bacaan, (b) kesukaan membaca, (c) keseringan membaca, (d) faktor pendorong membaca.

(2) Memperoleh gambaran tentang kemampuan berpikir kritis siswa dilihat dari indikator: (a) sifat rasa ingin tahu, (b) sifat imajinatif, (c) tertantang oleh kemajemukan, (d) sifat menghargai, (e) sifat berani mengambil resiko.

 (3) Memperoleh gambaran tentang korelasi antara minat baca komik terhadap kemampuan berpikir kritis.

            Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan menggunakan dua variabel yang dikorelasikan menggunakan koefisien korelasi yaitu suatu alat statistik yang dapat digunakan untuk membandingkan hasil pengukuran dua variabel yang berbeda agar dapat menentukan tingkat hubungan antara variabel-variabel tersebut. Dilihat dari analisisnya, penelitian ini merupakan penelitian korelasi. Jadi, penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional dengan data penelitian kuantitatif karena dinyatakan dengan angka dan dianalisis melalui teknik statistik korelasional.

            Hasil penelitian tentang minat baca komik menyebutkan bahwa pilihan isi bacaan yang digemari siswa SMPK. St. Petrus Jember adalah komik yang menyajikan cerita lucu sebanyak 81 siswa sampel (20,98%). Berkaitan dengan kesukaan membaca, siswa yang memilih suka membaca cerita lucu berjumlah 49 siswa sampel (52,69%). Berkaitan dengan kesukaan membaca komik yang menyajikan tokoh pemberani, siswa sampel yang sangat suka sebanyak 40 siswa sampel (43,01%). Berkaitan dengan siswa yang suka membaca komik yang tokohnya diperankan oleh manusia sebanyak 50 siswa sampel (53,76%). Tokoh komik yang memiliki tiga sifat sangat disukai siswa SMPK. St. Petrus Jember. Berkaitan dengan keseringan membaca komik, siswa SMPK. St. Petrus Jember kadang-kadang membaca komik dalam setiap harinya. Jumlah komik yang dibaca > 6 komik. Jumlah komik yang telah dimiliki sebanyak > 9 komik. Dengan demikian jumlah judul komik yang telah dibaca sebanyak > 6 komik. Jumlah komik yang berhasil dibaca dalam sekali baca sebanyak 1 komik. Siswa SMPK. St. Petrus Jember kadang-kadang membaca komik berseri dan membaca komik yang ada di majalah/ koran. Berkaitan dengan faktor pendorong membaca, siswa SMPK. St. Petrus Jember membaca komik hanya sebagai hiburan.

            Hasil penelitian tentang kemampuan berpikir kritis siswa SMPK. St. Petrus Jember menunjukkan bahwa kemampuan yang berkaitan dengan sifat rasa ingin tahu sebanyak 9 siswa sampel (9%). Kemampuan yang berkaitan dengan sifat imajinatif sebanyak 8 siswa sampel (8%). Kemampuan yang berkaitan dengan sifat tertantang oleh kemajemukan sebanyak 42 siswa sampel (42%) dari. Kemampuan yang berkaitan dengan sifat menghargai sebanyak 92 siswa sampel menjawab benar untuk soal nomor 4, 98 siswa sampel menjawab benar untuk soal nomor 5, 86 siswa sampel menjawab benar untuk soal nomor 6, 92 siswa sampel menjawab benar untuk soal nomor 7, dan 79 siswa sampel menjawab benar untuk soal nomor 8. Kemampuan yang berkaitan dengan sifat berani mengambil resiko sebanyak 98 siswa sampel yang menjawab benar untuk soal nomor 9 dan 3 siswa sampel yang menjawab benar untuk soal nomor 10.

            Hasil penelitian tentang pengaruh minat baca komik terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMPK. St. Petrus Jember menunjukkan bahwa hubungan minat baca komik dengan sifat rasa ingin tahu yang dimiliki siswa SMPK. St. Petrus Jember sebesar - 1,089. Hubungan minat baca komik dengan sifat imajinatif siswa SMPK. St. Petrus Jember sebesar - 1,126. Hubungan minat baca komik dengan sifat tertantang oleh kemajemukan yang dimiliki siswa SMPK. St. Petrus Jember sebesar 0,959. Hubungan minat baca komik dengan sifat menghargai yang dimiliki siswa SMPK. St. Petrus Jember sebesar 0,395. Hubungan minat baca komik dengan sifat berani mengambil resiko yang dimiliki siswa SMPK. St. Petrus Jember sebesar 0,692. Harga kritik r product moment pada interval kepercayaan 5% dengan jumlah sampel (N) 100 siswa sampel sebesar 0,195. Dari data-data tersebut, r tabel kemampuan sifat rasa ingin tahu dan sifat imajinatif < r product moment. Maka, antara minat baca komik dengan kemampuan sifat rasa ingin tahu, sifat imajinatif memiliki krelasi yang tiak significant. Sedangkan r tabel sifat tertantang oleh kemajemukan, sifat menghargai, dan sifat berani mengambil resiko > r product moment. Berdasarkan kenyataan di atas, maka antara minat baca komik dengan kemampuan sifat tertantang oleh kemajemukan, sifat menghargai, dan sifat berani mengambil resiko memiliki korelasi yang significant.

            Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis berharap pada siswa, guru, dan orang tua pada khususnya dan masyarakat pada umumnya agar lebih selektif dalam memilih bacaan komik. Penulis berharap hasil penelitian ini dapat berguna bagi semua pihak terutama dalam mengembangkan kemampuan berpikir remaja.

 


Teks Penuh: DOC PDF