SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Menulis Teks Anekdot Pada Siswa Kelas X SMK Negeri 3 Malang

INDRIA PUSPITASARI -

Abstrak


ABSTRAK

Puspitasari, Indria. 2014. Pembelajaran Menulis Teks Anekdot pada Siswa Kelas X SMK Negeri 3 Malang, Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Titik Harsiati, M.Pd, Pembimbing (II) Drs. Bustanul Arifin, S.H, M.Hum.

Kata kunci: pembelajaran menulis, teks anekdot.

Pembelajaran menulis merupakan salah satu keterampilan dari keterampilan menyimak, berbicara, dan membaca yang mampu menunjang siswa untuk membentuk pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Pembelajaran menulis salah satunya dengan menulis teks anekdot. Menulis teks anekdot merupakan salah satu kompetensi dasar dalam pembelajaran pada Kurikulum 2013.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran menulis teks anekdot siswa kelas X Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Malang. Kegiatan pembelajaran tersebut menghasilkan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian dalam pembelajaran menulis teks anekdot yang dilakukan oleh guru dan siswa SMKN 3 Malang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif  dengan desain deskriptif. Subjek penelitian ini adalah guru Bahasa Indonesia dan siswa kelas X SMKN 3 Malang jurusan busana. Sumber data penelitian ini terdiri atas empat  data. Pertama, data analisis RPP berwujud dokumen RPP menulis teks anekdot. Kedua, data observasi pembelajaran berwujud transkrip pelaksanaan pembelajaran menulis teks anekdot yang berwujud data verbal guru dan siswa selama pembelajaran. Ketiga, data penilaian pembelajaran berwujud alat, proses, dan pegolahan hasil penilaian pembelajaran. Keempat, data wawancara berupa data pelengkap yang belum didapatkan pada ketiga sumber data tersebut.

Hasil penelitian pembelajaran menulis teks anekdot siswa kelas X SMKN 3 Malang pada tahun 2013/2014 berdasarkan rumusan masalah pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian terdapat tiga hasil penelitian. Ketiga hasil penelitian tersebut, ialah (1) karakteristik yang terdapat dalam RPP, (2) karakteristik pelaksanaan pembelajaran menulis teks anekdot, dan (3) karakteristik penilaian pembelajaran menulis teks anekdot.

 Pertama, karakteristik yang ada dalam RPP memunculkan cakupan komponen, bentuk pendekatan saintifik, penumbuhan kompetensi inti pertama dan kedua serta pembelajaran kompetensi inti ketiga dan keempat. Pola pendekatan saintifik yang terdapat pada perencanaan berupa mengamati, menanya, pengumpulan data, mengasosiasi dan mengomunikasikan. KI 1 ditunjukkan pada saat membentuk sikap kepada Tuhan dengan menerapkan bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi. KI 2 bertujuan untuk membentuk sikap diri dan sikap terhadap lingkungan selama pembelajaran berlangsung. KI 3 dituntun oleh guru dengan cara memberikan variasi stimulus sehingga pengetahuan siswa dapat terlihat dan dikembangkan melalui kegiatan pembelajaran menulis teks anekdot. Pembelajaran pada KI 4 dengan cara menciptakan sebuah kerangka hasil siswa dan dikembangkan menjadi sebuah teks anekdot yang utuh.

Kedua, karakteristik pelaksanaan pembelajaran yang terdiri dari implementasi pendekatan saintifik, penumbuhan KI 1 dan KI 2 serta pembelajaran KI 3 dan KI 4. Implementasi saintifik membentuk pola mengamati, menanya, pengumpulan data, mengasosiasi dan mengomunikasikan. Penumbuhan KI 1 dan 2 tampak disaat memberi fondasi rasa syukur kepada Tuhan dan mewujudkan pelaksanaan kaidah penggunaaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pembelajaran KI 3 dituntun oleh guru dengan cara memberikan pertanyaan secara bertahap dan saling terkait karena termasuk pertanyaan prosedural untuk menggali wawasan siswa, Pembelajaran pada KI 4 dengan cara menciptakan sebuah kerangka hasil siswa dan dikembangkan menjadi sebuah teks anekdot yang utuh.

Ketiga, karakteristik penilaian pembelajaran menggunakan skor yang sudah dikonversi seperti yang sudah tercantum dalam Kurikulum 2013 dengan nilai minimal 2,66 dan maksimal 4. Penilaian proses yang dilakukan guru sepanjang pembelajaran berupa aktivitas memberi pertanyaan lisan dan menumbuhkan respon siswa secara langsung. Penilaian guru bukan berupa catatan ataupun pengamatan yang intensif walaupun guru tetap mewujudkan penilaian dalam proses pembelajaran berupa skor yang menggambarkan proses pembelajaran . Penilaian hasil dalam menulis teks anekdot dengan hasil tulis siswa dalam bentuk portofolio yang berisi karangan siswa untuk dikumpulkan dan dinilai oleh guru dengan mengguakan rubrik penilaian yang ada pada RPP.

Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini ialah  (1) bagi siswa diharapkan mampu belajar dengan mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dengan lebih baik lagi setelah mengetahui deskripsi dari pembelajaran menulis teks anekdot ini, (2) bagi guru diharapkan dapat menumbuhkan kompetensi inti yang pertama dan kedua serta mengembangkan pembelajaran pada kompetensi inti ketiga dan keempat secara maksimal sesuai dengan prosedur yang ada, dan (3) bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat memberi variasi yang lebih kompleks tentang pembelajaran menulis teks anekdot dengan metode penelitian yang berbeda sehingga dapat memberikan informasi yang beragam, misalnya dengan metode eksperimen.