SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

peningkatan kemampuan menulis karangan narasi berbahasa Jawa siswa kelas VIIE MTsN Nglawak Kertosono Kabupaten Nganjuk Menggunakan Media Gambar Seri

Ika Sulistyowati

Abstrak


ABSTRAK

 

Sulistyowati, Ika. 2014. Peningkatan Kemampuan Menulis Karangan Narasi Berbahasa Jawa Siswa Kelas VII MTs Negeri Nglawak Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk Menggunakan Media Gambar Seri. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Yuni Pratiwi, M.Pd., (II) Azizatuz Zahro, S.Pd, M.Pd.

 

Kata Kunci : Menulis, Karangan Narasi Berbahasa Jawa, Media Gambar Seri

 

Menulis karangan narasi berbahasa Jawa merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting bagi siswa agar mampu belajar berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa yang baik dan benar. Dalam KTSP, mata pelajaran bahasa Jawa untuk jenjang SMP/MTs kelas VII semester I terdapat standar kompetensi yang berkaiatan dengan menulis, yakni mengungkapkan pikiran, perasaan, dan gagasan dalam bentuk narasi sederhana dan mengungkapkan berbagai informasi dengan huruf latin dan huruf Jawa.

Berdasarkan observasi dan wawancara pada saat studi pendahuluan, ditemukan berbagai permasalahan. Salah satunya adalah siswa tidak aktif bertanya, siswa cenderung bosan, dan kurang menguasai beberapa diksi dalam bahasa Jawa. Hal ini menyebabkan siswa terlihat malas, tidak memperhatikan pelajaran dan kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Selain itu, dari hasil karangan narasi siswa diketahui bahwa hanya 3 dari 22 siswa (16%) yang nilainya mencapai KKM yakni 75.

Permasalahan tersebut dapat diupayakan apabila guru menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan keterampilan menulis karangan narasi berbahasa Jawa. Pengajaran keterampilan menulis karangan narasi berbahasa Jawa dapat menggunakan media berupa gambar yang mengandung tokoh dan alur cerita yang menarik. Salah satu gambar yang dapat digunakan yakni gambar seri. Media gambar seri akan memudahkan siswa dalam menuangkan gagasannya jika dibandingkan dengan gambar tunggal atau tanpa adanya media berupa gambar. Gambar seri secara tidak langsung dapat membantu siswa dalam menulis sebuah rangkaian cerita yang sudah tersusun dalam gambar. Siswa akan lebih mudah dalam mengembangkan gagasan dari peristiwa-peristiwa yang terdapat dalam gambar secara berurutan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII E MTs Negeri Nglawak Kertosono Kabupaten Nganjuk yang berjumlah  22 siswa. Data proses dalam penelitian ini berupa hasil wawancara dengan guru dan siswa, hasil observasi, dan dokumen berupa foto-foto yang mendukung. Adapun data hasil dalam penelitian ini berupa skor hasil menulis karangan narasi berbahasa Jawa yang terdiri dari dua aspek, yakni isi dan kebahasaan. Aspek isi meliputi judul, tokoh, latar, dan alur, sedangkan aspek kebahasaan meliputi pemilihan diksi, kalimat, paragraf, ejaan dan tanda baca, serta kerapian dan keterbacaan tulisan.  Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni wawancara, observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini mengacu pada teknik analisis data miles and Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media gambar seri dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan narasi berbahasa Jawa siswa kelas VII MTs Negeri Nglawak Kertosono Kabupaten Nganjuk. Kemampuan siswa mengalami peningkatan secara bertahap dan mencapai hasil yang optimal pada siklus 2. Peningkatan tersebut berupa peningkatan proses dan hasil.

Peningkatan proses meliputi (1) perhatian siswa pada saat studi pendahuluan termasuk kualifikasi kurang, perhatian siswa pada siklus 1 mengalami peningakatan dan termasuk kualifikasi cukup, serta perhatian siswa mengalami peningkatan yang optimal pada siklus 2 dan termasuk kualifikasi baik dan (2) keaktifan siswa pada saat studi pendahuluan termasuk kualifikasi kurang, keaktifan siswa pada siklus 1 mengalami peningkatan dan termasuk kualifikasi baik, serta keaktifan siswa mengalami peningkatan yang optimal pada siklus 2 dan termasuk kualifikasi baik.

Peningkatan hasil menulis karangan narasi berbahasa Jawa juga mengalami peningkatan yang optimal pada siklus 2. Peningkatan tersebut dilihat dari nilai rata-rata siswa sejak studi pendahuluan. Nilai rata-rata siswa pada studi pendahuluan adalah  66,09 dan termasuk kualifikasi kurang. Nilai rata-rata siswa pada siklus 1 mengalami peningkatan yaitu 79,27 dan termasuk kualifikasi cukup. Nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan yang optimal, yaitu 80,01 dan termasuk kualifikasi baik.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media gambar seri dimanfaatkan  untuk menarik perhatian dan keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran menulis karangan narasi berbahasa Jawa sehingga dapat meningkatkan kualitas hasil pembelajaran pula. Penggunaan media gambar seri tidak hanya digunakan untuk pelajaran menulis bahasa Jawa saja, tetapi pada matapelajaran yang lain juga dapat dipergunakan, misalnya pelajaran bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.