SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis melalui Membaca

Anggi Intansari

Abstrak


ABSTRAK

 

Intansari, Anggi. 2014. Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis melalui Membaca. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Suyono, M.Pd.

 

Kata kunci: berpikir kritis, membaca

 

Membaca merupakan keterampilan berbahasa yang mendasari keempat aspek kebahasaan yang sempurna. Membaca merupakan jendela dunia sebagai dasar mengembangkan kemampuan berbahasa yang lain. Membaca adalah kegiatan reseptif oleh pembaca atas bacaan yang di dalamnya mengandung pesan dan informasi penulis.Sebagai bagian dari kegiatan berbahasa, membaca berkaitan erat dengan aktivitas berpikir.Melalui kegiatan membaca, pembaca memperoleh pesan dan informasi melalui aktivitas membaca kemudian mengolah pesan dan informasi yang diperoleh dengan aktivitas berpikir kritis.Pada kenyataannya, sebagian besar pembaca hanya membaca sebuah teks sekilas tanpa mengolah informasi dan mentranformasikannya pada kehidupan nyata.Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mendeskripsikan alasan, temuan masalah, wujud strategi membaca yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir, dan masalah serta solusi yang tepat dalam meningkatkan kemampuan berpikir melalui membaca.

Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian telaah pustaka dengan menggunakan rancangan penelitian deksriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data verbal berupa jurnal penelitian, disertasi, tesis, skripsi, laporan penelitian, buku teks, makalah, atau terbitan-terbitan resmi pemerintah dan lembaga-lembaga lain. Instrumen dalam penelitian ini adalah penulis sendiri sebagai instrumen utama dan matrik analisis sebagai sarana pemetaan data.Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan matrik pencatatan data yang berisi kolom kutipan data, kolom analisis sementara, dan kolom sumber data.Analisis dilakukan dengan tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap analisis, dan tahap simpulan.

Berdasar hasil analisis yang dilakukan, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian.Pertama, kegiatan membaca dapat memengaruhi  kemampuan berpikir kritis, yaitu (1) kegiatan membaca menjadikan seseorang terampil mencari dan mengolah informasi yang dibutuhkan, (2) kegiatan membaca dapat membiasakan seseorang untuk menggunakan pemahamannya dalam menyelesaikan masalah secara empiris, dan (3) kegiatan membaca menjadikan seseorang kaya akan pengetahuan dan pemahaman sehingga merangsang untuk menuangkan pemikirannya ke dalam tulisan.

Kedua, ditemukan wujud strategi membaca yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, yaitu (1) SQ3R, (2) POSSE, (3) KWL,  (4) PORPE, (5) DRTA, dan (6) SQ4R.  Ketiga, ditemukan masalah dalam pengembangan kemampuan berpikir kritis melalui membaca, yaitu (1) minimnya intensitas membaca, (2) ketidaktepatan strategi membaca yang digunakan, (3) keterbatasan skemata atau kosa kata pembaca, dan (4) kurangnya konsentrasi dan fokus membaca. Solusi yang ditawarkan dari masalah yang ditemukan tersebut adalah (1) menambah intensitas membaca, (2) menawarkan lima strategi membaca modern yang telah ditemukan, (3) penambahan kosa kata yang dibantu dengan meningkatkan intensitas baca, dan (4) meningkatkan konsentrasi membaca.