SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ANALISIS SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER (UAS) MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VI MI MIFTAHUL ASTAR DESA DAWUNG BEDUG KECAMATAN NGADILUWIH KABUPATEN KEDIRI TAHUN AJARAN 2012/2013

Siti Winarsih

Abstrak


ABSTRAK

 

Winarsih, Siti. 2014. Analisis Soal Ulangan Akhir Semester (UAS) Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VI MI Miftahul Astar Desa Dawung Bedug Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri Tahun Ajaran 2012/2013. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Titik Harsiati, M.Pd, (II) Dr. H. Imam Agus Basuki, M.Pd

 

Kata Kunci: soal UAS kelas VI, mata pelajaran Bahasa Indonesia

 

Ulangan Akhir Semester merupakan bagian dari evaluasi di sekolah. Menurut Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan, UAS adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester pada satuan pendidikan yang menggunakan system paket. Pada ulangan Bahasa Indonesia, tes yang digunakan adalah tes bahasa. Tes bahasa yang diujikan dalam UAS berbentuk tes tertulis sehingga yang digunakan dalam ulangan berupa soal-soal yang harus dikerjakan oleh siswa.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan (1) mendekripsikan kemampuan yang dinilai dalam soal UAS Madrasah Ibtida’iyah Miftahul Astar Desa Dawung Bedug Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri tahun ajaran 2012/2013, (2) mendeskripsikan pola realisasi kompetensi dasar mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VI dalam soal UAS  bahasa Indonesia Kelas VI Madrasah Ibtida’iyah Miftahul Astar Desa Dawung Bedug Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri tahun ajaran 2012/2013, (3) mendeskripsikan kesesuaian penyusunan butir soal UAS  bahasa Indonesia kelas VI Madrasah Ibtida’iyah Miftahul Astar Desa Dawung Bedug Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri tahun ajaran 2012/2013 berdasarkan dengan kaidah penyusunan soal pilihan ganda dan soal uraian.

Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif. Penelitian ini mendeskripsikan hasil analisis sesuai dengan kenyataannya. Data dalam penelitian ini berupa paparan verbal kemampuan yang dinilai dalam soal UAS bahasa Indonesia kelas VI, paparan verbal polarealisasi KD bahasa Indonesia kelas VI dalam soal UAS bahasa Indonesia kelas VI, paparan verbal kesesuaian soal UAS bahasa Indonesia berdasarkan dengan kaidah penyusunan soal. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan kegiatan triangulasi data dengan dosen pembimbing dan rekan sejawat. Kegiatanan alisis data dimulai dari tahap menyeleksi data dan mengklasifikasikan data, tahap menganalisis data, dan tahap menyimpulkan hasil analisis data.

Berdasarkan analisis data diperoleh tiga simpulan penelitian berikut. Pertama, kemampuan yang diukur dalam soal UAS Bahasa Indonesia kelas VI MI Miftahul Astar meliputi enam kategori soal, yakni (1) kemampuan kebahasaan, (2) kemampuan teori, (3) kemampuan membaca sastra, (4) kemampuan membaca nonsastra, (5) menulis langsung, dan (6) menulis tidak langsung. Kedua, kompetensi dasar Bahasa Indonesia kelas VI dalam soal UAS Bahasa Indonesia direalisasikan menjadi kemampuan membaca, teori keterampilan, kebahasaan, dan menulis. Ketiga, penyusunansoal UAS mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VI terbagi menjadi tiga kategori, yakni (a) segimateri, (b) segikonstruksi, dan (c) segibahasa. Dari  segi materi, soal pilihan ganda tidak memenuhi satu kaidah, yakni kesesuaian soal dengan indikator. Selanjutnya untuk soal uraian tidak memenuhi dua kaidah, yakni kesesuaian soal dengan indicator dan kesesuaian materi yang ditanyakan dengan tujuan pembelajaran. Dari segi konstruksi, penyusunan soal pilihan ganda tidak memenuhi satu kaidah, yakni panjang rumusan pilihan jawaban relatif sama. Untuk penyusunan soal jawaban singkat tidak memenuhi satu kaidah, yakni tidak menggunakan kalimat langsung yang diambil dari buku atau dari catatan. Selanjutnya penyusunan soal uraian tidak memenuhi satu kaidah, yakni setiap soal ada pedoman penskorannya. Dari segi bahasa, dari lima kaidah penyusunan soal semuanya dipenuhi oleh semua soal, baik soal pilihan ganda, jawaban singkat, maupun soal uraian, yakni (1) rumusan kalimat soal komunikatif, (2) menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, (3) rumusan soal tidak mengandung kata-kata/kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda, (4) tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat, dan (5) tidak mengandung kata/ungkapan yang menyinggung perasaan peserta didik.

Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan beberapa saran, yaitu guru hendaknya melakukan perencanaan lebih awal semester agar soal yang dihasilkan lebih berkualitas. Hal itu dapat dilakukan dengan mengklasifikasikan keterampilan apa saja yang akan diujikan. Berapa sampel soal dari masing-masing kompetensi yang akan diujikan sehingga proporsi soal untuk tiap keterampilan seimbang. Selain itu guru juga dapat membuat kisi-kisi soal terlebih dahulu dan menentukan jenis soal yang akan diujikan beserta rubriknya. Guru juga harus melihat kaidah-kaidah penyusunan soal sehingga soal benar-benar berkualitas dan memiliki validitas yang tinggi. Kepala sekolah harus aktif dalam meningkatkan kualitas guru dalam membuat soal ulangan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan membuat sistem penilaian sejawat sesama guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan juga mengikuti pelatihan pembuatan soal UAS melalui MGMP.