SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

POLA KALIMAT BAHASA INDONESIA DALAM KARANGAN SISWA KELAS XI SMALB TUNARUNGU

Retnaning Putri

Abstrak


ABSTRAK

 

Putri, Retnaning. 2014. Pola Kalimat Bahasa Indonesia dalam Karangan Siswa kelas XI Tunarungu SMALB-B YPTB Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumadi, M.Pd, (II) Indra Suherjanto, S.Pd, M. Sn.

      

Kata kunci: Pola kalimat, kalimat, karangan.

 

Kalimat adalah suatu bentuk bahasa yang digunakan oleh seseorang dalam menuangkan gagasan, ide, atau pesan baik secara tulis maupun lisan. Salah satu kegiatan menuangkan gagasan, ide, atau pesan lewat kalimat (tulisan) adalah mengarang. Mengarang berarti menggunakan bahasa untuk menyampaikan ide atau pesan yang terkandung dalam kalimat. Seorang penulis karangan harus memperhatikan pola kalimat yang digunakan karena pola kalimat akan berpengaruh pada kesempurnaan proses penyampaian dan penerimaanpesan. Seiring dengan pentingnya tatakalimat dalam bahasatulis, maka diperlukan adanya sebuah usaha untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal, khususnya bagi siswa tunarungu. Pola kalimat siswa tunarungu diduga mempunyai kekhasan. Kekhasan ini ditemukan pada pola kalimat yang dihasilkan ketika berkomunikasi. Hal ini disebabkan adanya keterbatasan pendengaran dan gangguan dalam berkomunikasi, sehingga mempengaruhi kemampuan untuk mendengar suara percakapan dari orang lain. Dengan demikian, perlu  diadakan penelitian tentang tatakalimat kepada siswa tunarungu khususnya tentang pola kalimat. Bertolak dari hal tersebut, penelitian ini berangkat dari masalah pola kalimat berdasarkan struktur internnya, pola kalimat berdasarkan urutan S dan P, pola kalimat berdasarkan wajib hadir tidaknya O, dan pola kalimat berdasarkan jumlah klausa dalam karangan siswa tunarungu.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan disusun dengan jenis deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah karangan siswa kelas XI SMALB tunarungu tahun pelajaran 2013-2014. Data dikumpulkan oleh peneliti sendiri sebagai instrumen kunci dengan memberikan tugas mengarang kepada siswa dan dibantu oleh guru bahasa Indonesia. Data yang terkumpul berupa kalimat yang terdapat dalam karangan siswa yang dianalisis melalui tiga tahap, yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan ketekunan pengamatan dan diskusi dengan penelitian atau pengamat lain.

Berdasarkan hasil analisis data, diperolehhasilpenelitiansebagaiberikut.

Pertama, pola kalimat berdasarkan struktur internnya dalam karangan siswa tunarungu terdiri atas kalimat lengkap dan kalimat tidak lengkap.  Jumlah pola kalimat lengkap ditemukan ada dua belas polakalimat, yaitu  S-P-K, S-P-P-K, S-P-K-Pel, S-P-O-P-K, S-P-O-K, S-P, S-P-O, K-S-P, S-P-Pel, K-S-P-Pel, K-S-P-O-Pel, S-P-Pel-K sedangkanpadakalimattidaklengkapditemukanberpola  “P” saja. Kedua, pola kalimat berdasarkan urutan S dan P dalam  karangan siswa tunarungu terdiri atas kalimat susun tertib dan kalimat susun balik (inversi). Akan tetapi, dalam penelitian ini hanya ditemukan kalimat susun tertib. Jumlah pola kalimat susun tertib ditemukan dua belas pola kalimat, yaitu S-P-K, S-P-P-K, S-P-K-Pel, S-P-O-P-K, S-P-O-K, S-P, S-P-O, K-S-P, S-P-Pel, K-S-P-Pel, K-S-P-O-Pel, S-P-Pel-K.  Ketiga, pola kalimat berdasarkan wajib hadir tidaknya O dalam karangan siswa tunarungu terdiri atas kalimat transitif, kalimat semitransitif, dan kalimat intransitif. Jumlah pola kalimat transitif ditemukan empat pola kalimat, yaitu S-P-O-K, S-P-O, S-P-O-P-K, K-S-P-O-Pel. Pada kalimat semitransitif ditemukan satu polakalimat, yaitu S-P-O-K. Pada kalimat intransitif ditemukan enam pola, yaitu S-P-K, S-P, K-S-P-Pel, S-P-Pel, Pel-S-P-K, S-P-Pel-K. Keempat, pola kalimat berdasarkan jumlah klausa dalam karangan siswa tunarungu terdiri atas kalimat sederhana dan kalimat luas. Kalimat luas dibagi menjadi tiga, yaitu kalimat luas setara, kalimat luas bertingkat, dan kalimat luas campuran. Jumlah pola kalimat sederhana ditemukan dua belas polakalimat,  yaitu S-P-K, S-P-K-Pel, S-P-O-K, S-P, S-P-O, K-S-P-Pel, K-S-P, K-S-P-O, S-P-Pel, S-P-O-Pel, Pel-S-P-K, S-P-Pel-K. Pada kalimat luas setara ditemukan enam pola kalimat, yaitu S-P-K-P, S-P-O-K-P, S-P-O-P-O, S-P-O-P, K-S-P-K, S-P-O-S-Pel. Pada kalimat luas bertingkat ditemukan tiga pola kalimat, yaitu S-P-O-Pel-K, K-S-P-O-K-S, S-P-K-S-Pel. Pada kalimat luas campuran ditemukan dua pola kalimat, yaitu  S-P-Pel-P-Pel, S-P-K-S-P-K.

Saran dalam penelitian ini disampaikan kepada peneliti, para pendidik bahasa dan sastra Indonesia dan peneliti lain. Bagi para peneliti, disarankan supaya hasil penelitian ini diharapkan mampu menambah ilmu di bidang kebahasaan dan sebagai bahan penelitian tentang pola kalimat, khususnya penggunaan pola kalimat bahasa Indonesia dalam karangan siswa kelas XI SMALB Tunarungu. Bagi para pendidik bahasa dan sastra Indonesia, deskripsi mengenai pola kalimat bahasa Indonesia dalam karangan siswa tunarungu dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan sumber belajar, khususnya yang berkaitan dengan pengajaran menulis karangan. Bagi peneliti lain, deskripsi pola kalimat pada penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk  melakukan penelitian sejenis. Prosedur penelitian deskripsi ini juga dapat dijadikan pedoman oleh peneliti lain dalam melakukan penelitian serupa.