SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Representasi Kepercayaan Budaya Jawa dalam Kehidupan Masyarakat Lodoyo dalam Tradisi Upacara Siraman Gong Kyai Pradah

Nurina Septiani Fiana

Abstrak


ABSTRAK

 

Fiana, Nurina Septiani. 2014. Representasi kepercayaan budaya Jawa dalam kehidupan masyarakat Lodoyo dalam tradisi upacara siraman Gong Kyai Pradah. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd, (II) Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd.

 

Kata Kunci: representasi, kepercayaan budaya Jawa, masyarakat Lodoyo, tradisi upacara siraman Gong Kyai Pradah

 

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan apa dan bagaimana perwujudan (kepercayaan) budaya Jawa dalam kehidupan masyarakat Lodoyo terhadap tradisi upacara siraman gong Kyai Pradah. Upacara siraman Gong Kyai Pradah adalah foklor yang masih dipertahankan di daerah Lodoyo secara turun-temurun.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa perwujudan-perwujudan (kepercayaan) budaya Jawa dalam kehidupan masyarakat Lodoyo terhadap upacara siraman gong Kyai Pradah. Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai masyarakat di daerah penelitian. Untuk menjaga keabsahan data, peneliti menggunakan teknik cross check hasil wawancara narasumber satu dengan narasumber lain. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap identifikasi data, klasifikasi data, kategorisasi data, dan penafsiran serta penjelasan makna data yang disertai dengan justifikasi dari teori-teori yang digunakan.

Hasil penelitian ini yang pertama, Perwujudan (kepercayaan) budaya Jawa (sebagai) dunia ide dalam kehidupan masyarakat Lodoyo terhadap upacara siraman gong Kyai Pradah, meliputi (1) kepercayaan dan upacara adat, yang terdiri atas kepercayaan yang terbentuk dari leluhur, adanya rasa takut dengan akibat yang akan ditimbulkan, dan kepercayaan terhadap benda-benda sakral, (2) organisasi kemasyarakatan dari keinginan untuk mengatur agar rangkaian upacara siraman berlangsung dengan baik, (3) hari dan pasaran, keinginan untuk menentukan saat yang tepat, (4) bahasa, menyesuaikan dengan adat, (5) kesenian, keinginan untuk menambah semarak acara, (6) mata pencaharian hidup, ngalap berkah, dan (7) teknologi dan peralatan, terdiri atas keinginan untuk tetap melestarikan budayadan keinginan untuk membuat upacara siraman berjalan lancar.

Perwujudan (kepercayaan) budaya Jawa (sebagai) dunia perilaku dalam kehidupan masyarakat Lodoyo terhadap upacara siraman gong Kyai Pradah, meliputi (1) kepercayaan dan upacara adat, yang terdiri atas datang ke malam tirakatan, jagongan, nyekar, berbondong-bondong datang mengikuti upacara siraman, kirab, berebut air bekas siraman, selamatan, dan berebut gunungan tumpeng, (2) organisasi kemasyarakatan, membentuk panitia, (3) hari dan pasaran, menentukan waktu siraman, (4) bahasa, memakai idiom-idiom khusus, (5) kesenian, terdiri atas mengadakan acara hiburan, berpartisipasi dalam kegiatan jedoran, menonton pertunjukan wayang kulit sebagai rangkaian acara siraman, (6) mata pencaharian hidup, mengais rejeki, dan (7) teknologi dan peralatan, terdiri atas memakai pakaian adat kejawen dan menyiapkan semua peralatan yang dibutuhkan.

Perwujudan (kepercayaan) budaya Jawa (sebagai) dunia benda hasil karya manusia dalam kehidupan masyarakat Lodoyo terhadap upacara siraman gong Kyai Pradah, meliputi (1) kepercayaan dan upacara adat, yang terdiri dari sanggar pusaka, panggung siraman, Pusaka Gong Kyai Pradah, sesaji, gunungan tumpeng, dan air siraman, (2) organisasi kemasyarakatan, panitia, (3) hari dan pasaran, hari Jumat wage, (4) bahasa, idiom, (5) kesenian, terdiri atas jedoran, tari, dan wayang kulit, (6) mata pencaharian hidup, pasar malam, dan (7) teknologi dan peralatan, terdiri atas pakaian adat kejawen, peralatan kirab, dan peralatan siraman.

Penelitian ini, diharapkan dapat dijadikan sumber pengetahuan tentang sastra lisan daerah setempat yang masih perlu untuk tetap dilestarikan dan dijaga keberadaannya, serta diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat menjadi inspirasi untuk lebih mengenal kebudayaan-kebudayaan daerah, khususnya upacara siraman Gong Kyai Pradah yang ada di Lodoyo tersebut. Penelitian ini juga dapat dijadikan inspirasi awal bagi peneliti lain untuk menemukan ide penelitian baru yang berkaitan dengan upacara siraman Gong Kyai Pradah, dan juga dapat digunakan sebagai referensi bahan ajar bagi para guru atau pengajar.