SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KEMAMPUAN MENULIS PUISI DENGAN RANGSANG MEDIA LAGU SISWA KELAS VIII SMP KRISTEN 1 YPK MALANG

ISBAT BAUN

Abstrak


ABSTRAK

 

Baun, Isbat. 2014. Kemampuan Menulis Puisi dengan Rangsang Media Lagu Siswa Kelas VIII SMP Kristen 1 YPK  Malang  2013/2014. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Suyono. M,Pd.

 

Kata kunci: kemampuan, menulis puisi, rangsang media lagu.

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan menulis puisi siswa kelas VIII SMP Kristen 1 YPK Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif  kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa puisi. Data dalam penelitian ini berupa nilai tentang kemampuan menulis puisi dilihat dari segi (1) pilihan kata (diksi), (2) pengimajian (citraan), dan (3) gaya bahasa (majas). Adapun populasi  dalam penelitian ini berjumlah 40 siswa yang terbagi menjadi 2 kelas. Kelas yang dijadikan sampel penelitian adalah kelas VIII-B yang memiliki jumlah siswa sebanyak 14 siswa. Instrumen penelitian berupa pedoman penyekoran puisi. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan lembar perintah menulis puisi, sebelum menulis puisi siswa diminta mendengarkan lagu yang dinyanyikan oleh Iwan Fals yang berjudul Ibu. Analisis data dilakukan dalam tiga langkah, yaitu (1) persiapan, (2) pengodean, dan (3) penilaian.

Hasil analisis dan pembahasan kemampuan menulis puisi dengan rangsang media lagu siswa kelas VIII SMP Kristen 1 YPK Malang dilihat dari segi pilihan kata (diksi) sebesar 64,29% atau sebanyak 9 siswa sudah mampu mencapai nilai ≥ 70 (SKM) dan siswa yang belum mampu mencapai nilai ≥ 70 sebesar 35,71% atau sebanyak 5 siswa. Dari segi pengimajian (citraan) sebesar 71,42% atau sebanyak 10 siswa sudah mampu mencapai nilai ≥ 70 (SKM)  dan siswa yang belum mampu  mencapai nilai ≥ 70 sebesar 28,58% atau sebanyak 4 siswa. Dari segi gaya bahasa (majas) sebesar 57,14% atau sebanyak 8 siswa sudah mampu pencapaian nilai ≥ 70 (SKM) dan siswa yang belum mampu mencapai nilai ≥ 70 sebesar 42,84% atau sebanyak 6 siswa.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada ketiga segi masih ada siswa yang belum mampu mencapai SKM, terutama pada gaya bahasa (majas). Oleh karena itu, disarankan kepada kepala sekolah untuk menerapkan penelitian tindakan kelas agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan dapat mengetahui kelemahan pembelajaran. Saran untuk guru sebaiknya guru banyak referensi tentang topik yang akan diajarkan sehingga siswa memiliki banyak cara untuk memberikan hasil yang terbaik. Kemudian saran untuk peneliti lain untuk mengkaji kemampuan yang sama dengan kompetensi dasar yang berbeda atau meningkatkan kemampuan siswa pada fokus yang sama dengan penelitian.