SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KEMAMPUAN MENULIS NASKAH DRAMA SISWA KELAS VIII A SMP YPK MALANG TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Moh Faizal Baun

Abstrak


ABSTRAK

 

Baun, MohFaizal. 2014. KemampuanMenulisNaskah Drama SiswaKelas VIII A SMP YPK Pembimbing: Dr. Roekhan, M. Pd.

Kata Kunci: kemampuanmenulis, naskah drama.

Karya sastra meliputi puisi, prosa, dan drama. Ketiga bentuk karya sastra tersebut masuk dalam materi Bahasa Indonesia SMP.Setiap guru Bahasa Indonesia mempunyai kewajiban menjalankan pembelajaran tersebut kepada siswa. Salah satu pembelajarans astradi SMP adalah pembelajaran menulis naskah drama. Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan menulis naskah drama siswa SMP YPK Kelas VIII A Malang. Penelitian ini, difokuskan pada kemampuan menulis naskah drama dari segi alur, dialog, dan kelayakan pementasan.

Jenispenelitianiniadalahpenelitiandeskriptifkuantitatif.Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas VIII A yang berjumlah 15 siswa dan berupa teks naskah drama yang ditulis oleh siswa. Akan tetapi, pada saat penelitian tes kemampuan menulis naskah drama terdapat 1 siswa yang tidak datang, sehingga jumlah sampel penelitian ini menjadi 14 siswa. Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data adalah selembar soal yang berisi tugas untuk siswa agar menulis sebuah naskah drama sesuai dengan pengalaman pribadi masing-masing. Analisis data yang dilakukan dengan langkah-langkah berikut (1) persiapan, (2) pengkodean, (3) penilaian dan (4) penafsiran.

Berdasarkan analisis data kemampuan menulis naskah drama dari segi alur 3 siswa (21,4%) yang mencapai kualifikasi sangat baik, kualifikasi baik 2 siswa (14,2%), kualifikasi kurang 5 siswa (35,7%), dan 4l ainnya (28,7%) mencapai kualifikasi sangat kurang. Pengumpulan data ini dilakukan pada tanggal 14 Mei 2014, di SMP YPK Malang. Kemampuan menulis naskah drama darisegidialog ataupercakapan menunjukkan 1 siswa (7,1%) mencapaikualifikasisangatbaik,  3 siswa(21,4%) mencapai kualifikasi baik, dan kualifikasi kurang dicapaioleh 4 siswa (28,7), sedangkan 6 siswa (42,8%) mencapai kualifikasis angat kurang. Dari segi kelayakan pementasan, tidak ada satupun siswa yang mencapai kualifikasi sangat baik. Kualifikasi baik sebanyak 1 siswa (7,1%), kualifikasi kurang sebanyak 7 siswa (50%), dan 6 siswa (42,8%) mencapai kualifikasi sangat kurang.

Jadi pada dasarnya masih diperlukan pembelajaran tentang menulis naskah drama yang lebih intensif, sehingga siswa bisa lebih baik dalam menulis sebuah naskah drama. Kemudian saran bagi peneliti lain, temuan penelitian ini dapat dijadikan sebagai rujukan dalam melakukan penelitian sejenisnya, atau bagi peneliti yang lain yang ingin mengkaji kemampuan yang sama dengan kompetensi dasar yang berbeda.

Malang.Skripsi, JurusanBahasa Indonesia, FakultasSastraUniversitasNegeri Malang.