SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Unsur intrinsik Puisi Bebas Karya Siswa Kelas VIII SMP Laboratorium Malang

Malagwar Oktofina

Abstrak


ABSTRAK

Malagwar, Oktofina. 2014. Unsur intrinsik Puisi Bebas Karya Siswa Kelas VIII SMP Laboratorium Malang. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negari Malang. Pembimbing: Dr. Roekhan, M.Pd.

Kata kunci: unsur intrinsik puisi, puisi bebas

Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mendeskripsikan unsur intrinsik puisi bebas karya siswa kelas VIII B SMP Laboratorium Malang ecara operasional diantaranya adalah mendeskripsikan penggunaan bunyi puisi, mendeskripsikan penggunaan diksi puisi, mendeskripsikan penggunaan tema puisi, dan mendeskripsikan penggunaan amanat. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Data yang dipaparkan berupa 20 puisi karya siswa sebagai sampel dari 39 puisi siswa kelas VIII B SMP Laboratorium Malang.

Pengumpulan data dilakukan dengan, pemberian tugas menulis puisi dan  Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa tabel analisis data. Analisis data dilakukan dengan analisis struktural dan semiotik. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan kecermatan, ketekukan, keajegan membaca dan pemeriksaan melalui  diskusi dengan guru dan teman sejawa.

Disimpulkan bahwa unsur intrinsik  bunyi, diksi tema, dan amanat puisi karya siswa kelas VII B SMP Laboratorium Malang saling berkaitan. Kriteria ketuntasan membuat puisi adalah (1) tema Sekolah frekuensi 15 ketuntasan belajar  38%, (2) tema Doa frekuensi 13 ketuntasan belajar  33%, (3) tema Cendrawasi frekwensi 8 ketuntasan belajar 21%, tema Kasih sayang ibu frekwensi 2 ketuntasan belajar 5 %, dan tema Cinta frekwensi 1 ketuntasan belajar 3%.

Berdasarkan kesimpulan di atas, diketahui bahwa puisi karya siswa kelas VIII B SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang kurang variatif dalam penggunaan manipulasi bunyi konsonansi, rima konsonan, rima vokal, kata sifat, dan privat simbol. Oleh karena itu, guru harus menggunakan model atau contoh, materi, dan metode pembelajaran yang juga variatif, khususnya dalam aspek yang kurang, sehingga proses belajar sungguh-sungguh menjadi sarana bagi siswa untuk daya imajinasi dan kreativitasnya. Dengan demikian, tema dan amanat pada puisi karya siswa kelas VIII B SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang juga variatif. Untuk peneliti selanjutnya, diharapkan tingkat pendidikan dapat memperkaya literatur bagi pembelajaran puisi siswa.