SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kemampuan Menulis Teks Berita Siswa SMP Kristen 1 YPK Malang.

Rahman Surey

Abstrak


ABSTRAK

 

Surey, Rahman. 2014. Kemampuan Menulis Teks Berita Siswa SMP Kristen 1 YPK  Malang. Skripsi, Jurusan Bahasa Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Suyono, M.Pd

 

Kata Kunci: kemampuan menulis, teks berita

 

Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa selain mendengarkan, berbicara dan membaca. Keterampilan menulis digunakan dengan tujuan agar siswa mempunyai kemampuan dalam menuangkan ide, gagasan, pikiran, pengalaman, dan pandangan dengan benar. Sebagai suatu keterampilan, kegiatan menulis haruslah dilatih secara benar dan terus menerus (Romli, 2003:52). Hal ini disebabkan menulis membutukan waktu yang cukup dan harus dilakukan secara berkesinambungan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis teks berita dilihat dari aspek judul berita, teras berita, tubuh berita, dan bahasa.

Data dalam penelitian berupa skor kemampuan menulis teks berita siswa kelas VIII-B SMP Kristen 1 YPK Malang. Instrumen penelitian yang digunakan dalam proses penelitian ini adalah tes tulis dan panduan penilaian menulis teks berita Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah berikut: (1) persiapan, (2) pengkodean, dan (3) penilaian.

Hasil analisis pada aspek judul berita menunjukkan bahwa semua siswa (100%) berhasil mencapai/melewati SKM. Secara rinci, sebanyak 7 siswa (50%) tergolong kualifikasi Sangat Mampu, 5 siswa (36%) tergolong kualifikasi Mampu, dan 2 siswa (14%) tergolong kualifikasi Cukup. Pada aspek teras berita, siswa yang nilainya berada di bawah SKM lebih banyak daripada yang di atas SKM yakni 8 siswa (57%) yang masih tergolong kualifikasi Belum Mampu. Sedangkan yang berada di atas SKM berjumlah 6 siswa (43%) yang terdiri atas 1 siswa (7%) mencapai kualifikasi Sangat Mampu, 1 siswa (7%) mencapai kualifikasi Mampu, dan 4 siswa (29%) mencapai kualifikasi Cukup. Pada aspek tubuh berita, semua siswa (100%) berhasil melewati SKM dengan rincian 9 siswa (64%) pada kualifikasi Sangat Mampu, 4 siswa (29%) pada kualifikasi Mampu, dan 1 siswa (7%) pada kualifikasi Cukup. Pada aspek bahasa, 13 siswa (93%) berhasil melewati SKM dengan rincian 4 siswa (29%) mencapai kualifikasi Mampu dan 9 siswa (64%) mencapai kualifikasi Cukup. Sementara itu, 1 siswa lainnya (7%) masih berada di bawah SKM tepatnya pada kualifikasi Belum Mampu.

Secara umum, siswa sudah mampu menulis teks berita. Hanya saja, masih ada beberapa kesalahan yang dilakukan oleh siswa. Pertama, sebagian besar siswa belum mampu membedakan antara judul berita dan teras berita. Kedua, pada aspek bahasa, masih banyak kesalahan yang dilakukan siswa baik pada pengunaan kalimat efektif, ejaan, maupun pengembangan paragraf.

Berdasarkan kenyataan tersebut, guru Bahasa Indonesia dan pihak sekolah disarankan untuk lebih meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis. Saran untuk peneliti selanjutnya, memperluas temuan dengan menambah kajian penemuan yang lebih akurat mengenai kemampuan siswa dalam menulis teks berita.