SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN KECERDASAN INTELEKTUAL DENGAN KEMAMPUAN MEMBACA KRITIS SISWA KELAS X SMN 5 MALANG TAHUN AJARAN 2013/2014

Faiziya Zulfa

Abstrak


ABSTRAK

 

Zulfa, Faiziya. 2014. Hubungan Kecerdasan Intelektual (IQ) dengan Kemampuan Membaca Kritis Siswa Kelas X SMAN 5 Malang Tahun Pelajaran 2013/2014. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd, (II) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd.

Kata Kunci: kecerdasan intelektual (IQ), kemampuan membaca kritis, pembelajaran membaca

Kecerdasan intelektual adalah kemampuan otak dalam berpikir secara bermakna untuk memecahkan suatu masalah. Kecerdasan intelektual mencakup kemampuan mengolah angka, penguasaan kata, arti verbal, memori, bernalar, ruang/jarak, dan kecepatan perseptual. Kecerdasan intelektual atau Intelegence Quotient (IQ) seseorang dapat diketahui melalui tes psikologi. Orang yang kecerdasan intelektualnya baik diduga mudah untuk mencerna informasi, informasi yang diterima dapat disimpan dan diolah pada waktu yang tepat, dan pada saat yang dibutuhkan dapat diolah dan diinformasikan kembali.

Dalam kegiatan membaca tentu terdapat proses berpikir. Salah satu jenis membaca adalah membaca kritis, membaca kritis adalah kegiatan membaca yang melibatkan proses analisis dan evaluasi serta menuntut pembelajar memberikan pertimbangan-pertimbangan terhadap kualitas isi dan style teks yang dibaca berdasarkan kriteria yang dapat dipertanggungjawabkan. Dalam hal ini tentu kecerdasan intelektual berpengaruh terhadap kegiatan membaca kritis ini.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kecerdasan intelektual (IQ) siswa kelas X, kemampuan membaca kritis siswa kelas X, dan mendeskripsikan hubungan kecerdasan intelektual dengan kemampuan membaca kritis siswa kelas X.

Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Terdapat dua jenis data dalam penelitian ini yaitu data berupa skor IQ siswa dan nilai kemampuan membaca kritis siswa. Skor IQ diperoleh dari hasil Tes Psikologi yang telah dilakukan oleh siswa kelas X. Sedangkan, nilai kemampuan membaca kritis siswa diperoleh dari hasil tes tulis yang dilakukan pada siswa kelas X SMAN 5 Malang. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 320 siswa, sedangkan sampelnya berjumlah 30 siswa. Analisis hasil penelitian menggunakan rumus Product Moment Pearson.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kecerdasan intelektual (IQ) dengan kemampuan membaca kritis. Koefisien korelasi dibandingkan dengan nilai rtabel. Jumlah sampel adalah 30 maka nilai rtabel sebesar 0,361. Koefisien korelasi 0,423 > 0,361. Koefisien korelasi lebih besar dari rtabel maka terdapat hubungan yang signifikan antara IQ dengan kemampuan memaca kritis.

Membaca kritis merupakan salah satu kegiatan membaca yang mestinya ditingkatkan di sekolah, karena siswa yang kemampuan membaca kritisnya baik akan mudah mengikuti pelajaran yang lain. Kepada guru Bahasa Indonesia hendaknya jika membuat soal membaca kritis tidak hanya menyajikan soal yang hanya sampai tataran literal saja melainkan terdapat kegiatan menganalisis dan mengevaluasi, karena kedua keterampilan tersebut sebagai keterampilan inti yang diuji pada kegiatan membaca kritis.