SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Nilai Akhlak Mulia dalam Kumpulan Cerita Rakyat Pasuruan “Singgasana Raja yang Bergoyang” karya Dinillah Arifah dkk.

Dyah Ayu Parameswari

Abstrak


ABSTRAK

Parameswari, Dyah Ayu. 2013. Nilai Akhlak Mulia dalam Kumpulan Cerita Rakyat Pasuruan “Singgasana Raja yang Bergoyang” karya Dinillah Arifah dkk. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Maryaeni, M.Pd, (II) Dr. Sunoto, M.Pd.

Kata Kunci: nilai akhlak mulia, kumpulan cerita rakyat Pasuruan Singgasana Raja yang Bergoyang.

Kumpulan cerita rakyat Pasuruan Singgasana Raja yang Bergoyang (SRYB) merupakan warisan budaya dalam bentuk cerita rakyat. Kumpulan cerita rakyat ini dapat dijadikan media untuk memperkenalkan nilai-nilai akhlak mulia yang ada dalam masyarakat Pasuruan. Nilai-nilai akhlak mulia tersebut dapat dipelajari, diajarkan, dan diterapkan melalui pendidikan, baik formal maupun non formal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa sajakah nilai-nilai akhlak mulia dalam kumpulan cerita rakyat Pasuruan SRYB.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan pendekatan moral. Data penelitian ini, berupa kutipan kata, kalimat, dan fragmen yang sesuai dengan kriteria nilai akhlak mulia dari sumber data  kumpulan cerita rakyat Pasuruan SRYB  tahun 2007 penerbit Cipta Pustaka Utama, Pasuruan. Data diperoleh dengan membaca berulang dan mendalam. Data yang yang diperoleh setelah dipilih dan dipilah kemudian dianalisis dengan pendekatan tersebut, diketahui bahwa nilai-nilai akhlak mulia dalam kumpulan cerita rakyat Pasuruan SRYB sebagai berikut. Nilai akhlak mulia kepada Tuhan meliputi sikap berbaik sangka kepada Tuhan, selalu mengingat Tuhan, bersyukur kepada Tuhan, memuji kebesaran Tuhan, tawakal kepada Tuhan, melaksanakan perintah, dan menjauhi larangan-Nya. Berikutnya, nilai akhlak mulia dalam hubungan sosial dikelompokkan menjadi dua bagian, yakni nilai akhlak mulia dalam hubungan sosial di keluarga dan di masyarakat. Nilai akhlak mulia dalam hubungan sosial di keluarga meliputi sikap kasih sayang orang tua kepada anak, anak berbakti kepada orang tua, kasih sayang suami/istri, mengunjungi saudara yang sakit dan mendoakannya, dan memelihara persaudaraan. Sedangkan, nilai akhlak mulia dalam hubungan sosial di masyarakat meliputi memberi gelar yang baik untuk orang lain, sama-sama merasakan penderitaan orang lain, menolong orang lain yang memerlukan pertolongan, menjamu tamu dengan baik, mengajak orang lain untuk berbuat baik, berbuat baik kepada orang jahat, dan cinta tanah air. Selanjutnya, nilai akhlak mulia dalam bentuk kepribadian meliputi sikap melakukan sesuatu yang mengacu pada nilai-nilai agama, bersikap sopan, rendah hati, menepati janji, berkata dengan cara yang baik, dan sikap yang berpihak pada keadilan. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data tersebut berupa human instrument, yaitu peneliti sendiri.

Berdasarkan temuan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa kumpulan cerita rakyat Pasuruan SRYB memuat ajaran moral terkait dengan norma-norma sosial. Atas dasar itu disarankan bagi orang tua,  SRYB dapat dijadikan pilihan bacaan yang didalamnya memuat ajaran moral terkait dengan norma-norma sosial untuk diambil hikmanya. Bagi pendidik, SRYB dapat dijadikan bahan ajar dalam mengajarkan dan  menumbuhkan akhlak atau moral yang mulia dalam kehidupan sehari-hari. Bagi peneliti lain, SRYB dapat dijadikan sebagai inspirasi untuk melakukan penelitian tentang nilai akhlak mulia cerita rakyat yang berasal dari daerah lain.