SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ASESMEN PADA PEMBELAJARAN TEKS NEGOSIASI DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KURIKULUM 2013 SISWA KELAS X SMAN 3 JOMBANG

Firda Rizky Kadidya

Abstrak


ABSTRAK

 

Kadidya, Firda Rizky. 2014. Asesmen pada Pembelajaran Teks Negosiasi dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum 2013 Siswa Kelas X SMAN 3 Jombang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Titik Harsiati, M.Pd., (II) Dr. Imam Agus Basuki, M.Pd.

 

Kata Kunci: asesmen, teks negosisasi, Kurikulum 2013.

 

Asesmen merupakan suatu proses memberikan atau menentukan nilai yang dilakukan secara berkala, berkesinambungan, serta menyeluruh yang dilihat dari perkembangan siswa baik di dalam kelas, maupun di luar kelas. Asesmen merupakan komponen penting dalam pembelajaran. Beberapa kasus, masih ditemui banyak guru yang membuat asesmen tidak berdasarkan teori yang ada. Misalnya, guru membuat asesmen hanya melihat siapa yang dinilai, sehingga penilaian tidak objektif. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan kepada guru bahasa Indonesia agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik. Guru juga dapat menggunakan alat penilaian yang sesuai dengan permendikbud nomor 66 tahun 2013. Berdasarkan paparan di atas, penelitian ini diharapkan menjadi pertimbangan untuk mengevaluasi penerapan Kurikulum 2013 yang akan datang, sehingga penerapannya nanti berjalan sesuai dengan harapan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di SMA Negeri 3 Jombang. Sumber data dalam penelitian ini adalah RPP, guru, dan proses pembelajaran teks negosiasi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi dokumen, wawancara, dan observasi, sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan verification/clonclusion drawing(penarikan kesimpulan). Untuk mengetahui keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi, yaitu menggabungkan antara beberapa teknik penelitian.

Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui pertama, penilaian ranah sikap pembelajaran teks negosiasi Kurikulum 2013 dibagi menjadi dua keterampilan, yaitu reseptif dan produktif. Penilaian keterampilan reseptif dan produktif didasarkan pada KD 1.1 dan 2.4. Kompetensi dasar 1.1 berupa sikap religius. Sikap religius yang dinilai adalah bersyukur dengan menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah dan konteks. Sementara itu, sikap sosial yang dinilai adalah pada KD 2.4, yaitu berperilaku jujur, disiplin, peduli, dan santun. Indikator kedua KD tersebut terintegrasi pada KI 3 dan 4. Alat penilaiannya berupa rubrik dengan skala lima tanpa deskriptor dan gradasi penskoran. Teknik yang tercantum dalam RPP adalah observasi, tetapi saat proses pembelajaran menggunakan teknik penilaian antarpeserta didik. Berdasarkan hasil wawancara, guru menggunakan tiga teknik penilaian, yaitu jurnal, penilaian diri sendiri, dan penilaian antarpeserta didik.

Kedua, penilaian ranah pengetahuan pembelajaran teks negosiasi Kurikulum 2013 dipecah menjadi dua keterampilan, yaitu reseptif dan produktif. Penilaian ranah pengetahuan keterampilan reseptif dan produktif didasarkan pada KD 3.1 dan 3.2. Kompetensi dasar 3.1 menilai tentang pengetahuan struktur, kaidah, dan perbandingan teks negosiasi dengan teks lain. Kompetensi 3.2 menilai tentang pengetahuan membandingkan teks negosiasi dengan teks lain. Kedua KD tersebut dijabarkan masing-masing menjadi dua indikator. Alat penilaiannya tidak dikembangkan dalam RPP, namun pada proses pembelajaran menggunakan soal uraian dan daftar pertanyaan lisan. Teknik yang digunakan dalam RPP adalah tes tulis/lisan, begitu pula pada proses pembelajaran.

Ketiga, penilaian ranah keterampilan pembelajaran teks negosiasi Kurikulum 2013 dibedakan menjadi dua, yaitu reseptif dan produktif. Penilaian tersebut didasarkan pada KD 4.1 dan 4.2. Kompetensi dasar 4.1 menilai interpretasi makna teks negosiasi, sedangkan KD 4.2 menilai produksi teks negosiasi. Kedua KD tersebut dijabarkan masing-masing menjadi dua indikator. Alat penilaian di dalam RPP tidak dikembangkan, sedangkan pada proses pembelajaran menggunakan soal uraian untuk keterampilan reseptif (membaca). Teknik penilaian yang digunakan reseptif (membaca) adalah tes tulis, sedangkan yang tercantum dalam RPP adalah portofolio. Teknik penilaian keterampilan produktif (berbicara) menggunakan tes praktik, sedangkan pada RPP menggunakan portofolio.

Berdasarkan hasil penelitian saran yang diajukan adalah (1) bagi guru bahasa Indonesia diharapkan menjadikan RPP sebagai pedoman pembelajaran, sehingga pelaksanaan pembelajaran berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun dalam RPP, (2) bagi mahasiswa pendidikan diharapkan dapat membuat dan lebih mempertimbangkan dengan tepat dalam membuat RPP, agar tidak terjadi kesenjangan antara perencanaan dengan pelaksanaan ketika menjadi seorang guru., dan (3) bagi peneliti lain diharapkan untuk dapat mengembangkan penelitian sejenis dengan teks anekdot, laporan hasil observasi, atau prosedur kompleks. Selain itu, dapat membuat penelitian survey.