SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Kemampuan Mengemukakan Kembali Berita yang Didengar dengan Strategi Peta Konsep pada Siswa Kelas VIII C SMP Negeri 4 Malang.

EKO SRI MARDIANINGTYAS

Abstrak


ABSTRAK

Mardianingtyas, Eko Sri. 2014. Peningkatan Kemampuan Mengemukakan Kembali Berita yang Didengar dengan Strategi Peta Konsep pada  Siswa Kelas VIII C SMP Negeri 4 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd, (II) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd.

Kata Kunci: mengemukakan kembali, berita, peta konsep, mendengarkan, menulis

Pembelajaran mengemukakan kembali berita yang didengar sudah diajarkan kepada siswa kelas VIII C SMP Negeri 4 Malang sesuai dengan KTSP. Berdasarkan hasil studi pendahuluan, kemampuan siswa dalam mengemukakan kembali berita yang didengar masih rendah serta belum mencapai SKM yang ditetapkan. Masih terdapat siswa yang memperoleh nilai di bawah standar yaitu 75. Terkait dengan pembelajaran mengemukakan kembali berita yang didengar di sekolah tersebut, maka diperoleh hasil studi pendahuluan atau tahap pratindakan, yaitu (1) siswa kurang mampu menghubungkan berbagai ide yang didengar untuk membangun suatu pemahaman, (2) siswa kurang konsentrasi dalam pembelajaran, (3) siswa kurang mampu menggali informasi dari apa yang telah disimak, (4) siswa kesulitan menemukan pokok-pokok berita, dan (5) siswa kesulitan mengemukakan kembali secara tertulis isi berita dengan kalimat yang padu dan ejaan yang benar.

Masalah yang muncul pada aspek hasil mengemukakan kembali berita yang didengar adalah kurang mampu menghubungkan berbagai ide yang didengar untuk membangun suatu pemahaman dan mengalami kesulitan yang berkaitan dengan kemampuan berpikir, khususnya menggali informasi dari apa yang telah disimak, misalnya menemukan pokok-pokok berita. Selain menemukan pokok-pokok berita masalah yang muncul adalah penggunaan kalimat baku dan penggunaan ejaan yang benar. Oleh karena itu, permasalahan tersebut diatasi dengan penggunaan strategi peta konsep untuk lebih memudahkan pokok persoalan dalam mengemukakan kembali berita yang didengar. Strategi peta konsep dipilih karena strategi peta konsep dapat memudahkan ide dan memudahkan mengingat siswa.

Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan proses peningkatan kemampuan mengemukakan kembali berita yang didengar dengan strategi peta konsep pada siswa kelas VIII C SMP Negeri 4 Malang dan (2) mendeskripsikan hasil peningkatan kemampuan mengemukakan kembali berita yang didengar dengan strategi peta konsep pada siswa kelas VIII C SMP Negeri 4 Malang dalam hal (a) menemukan pokok-pokok berita, (b) mengemukakan kembali secara tertulis isi berita dengan kalimat yang padu, dan (c) mengemukakan kembali secara tertulis isi berita dengan ejaan yang benar.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-kuantitatif dan menggunakan jenis rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang meliputi empat hal pokok, yaitu (1) pratindakan, (2) perencanaan tindakan, (3) pelaksanaan tindakan, dan (4) refleksi hasil tindakan. Data dalam penelitian ini berupa data proses dan data hasil. Data proses berupa perilaku siswa saat proses pembelajaran mengemukakan kembali berita yang didengar yang dilakukan siswa dan guru di kelas, sedangkan data hasil berupa skor kemampuan mengemukakan kembali berita yang didengar. Pengumpulan data proses dilakukan dengan observasi menggunakan lembar observasi, catatan lapangan, dan rubrik penilaian proses, sedangkan data hasil dilakukan dengan tes yang dinilai menggunakan rubrik penilaian hasil mengemukakan kembali berita yang didengar. Data proses dan data hasil yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menyeleksi, mengoreksi, menskor, dan menyimpulkan.

Hasil penelitian menunujukkan bahwa strategi peta konsep mampu meningkatkan kinerja pembelajaran mengemukakan kembali berita yang didengar pada proses dan hasil pembelajaran. Peningkatan proses tergambar (1) siswa lebih antusias dalam menyimak berita (2) siswa perhatian dalam mendengarkan penjelasan guru, dan (3) siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran. Peningkatan hasil terlihat pada aspek, (1) menemukan pokok-pokok berita sudah lengkap dan memenuhi deskriptor, (2) penggunaan kalimat padu sesuai dan memenuhi deskriptor, dan (3) penggunaan ejaan benar dan sesuai dengan EYD. Peningkatan proses dan hasil pembelajaran mengemukakan kembali berita yang didengar diikuti pula dengan peningkatan nilai hasil belajar siswa dalam mengemukakan kembali berita yang didengar. Pada tahap pratindakan nilai rata-rata siswa 69,9, pada siklus I nilai rata-rata siswa adalah 77,6 dan pada siklus II, nilai rata-rata siswa adalah 84,4.

Penggunaan strategi peta konsep dalam pembelajaran mengemukakan kembali berita yang didengar sangat efektif dan inovatif. Strategi peta konsep mampu memudahkan siswa dalam mengingat untuk mengemukakan kembali inti berita dan menciptakan suasana belajar lebih menyenangkan. Video berita, penjelasan guru, pemberian contoh secara langsung, bimbingan individu secara merata, pemberian waktu yang cukup, pemberian penguatan secara verbal dan nonverbal yang diberikan guru, menjadi motivasi siswa dalam mengemukakan kembali.

Strategi peta konsep mampu meningkatan proses dan hasil pembelajaran mengemukakan kembali berita yang didengar. Oleh karena itu, disarankan kepada, (1) guru-guru bahasa Indonesia, agar menggunakan strategi peta konsep untuk meningkatkan kemampuan mengemukakan kembali berita yang didengar, dan (2) bagi peneliti selanjutnya, diharapkan menggunakan strategi peta konsep dalam bentuk keterampilan berbahasa yang lain.