SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

MAKNA SIMBOLIK DAN SUDUT PANDANG MASYARAKAT SEKITAR TERHADAP CERITA SRI TANJUNG RELIEF CANDI JABUNG

Beny Prasetyo

Abstrak


ABSTRAK

Prasetyo, Beny. 2013. Makna Simbolik dan Sudut Pandang Masyarakat Sekitar terhadap Cerita Sri Tanjung Relief Candi Jabung. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sunoto, M.Pd., (II) Karkono, S.S., M.A.

Kata Kunci: Cerita Sri Tanjung, Makna Simbolik, dan Sudut Pandang

Cerita Sri Tanjung pada relief Candi Jabung merupakan salah satu warisan kebudayaan sastra kuno peninggalan nenek moyang. Cerita ini memiliki kekhasan tersendiri karena cerita Sri Tanjung juga terukir pada Candi Penataran serta beredar pula sebagai legenda rakyat di daerah Banyuwangi. Keragaman cerita Sri Tanjung yang beredar di berbagai daerah menarik minat peneliti untuk mengulas makna simbolik cerita Sri Tanjung dan bagaimana sudut pandang masyarakat sekitar terhadap cerita tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan tiga hal yang mencakup struktural cerita, makna simbolik dalam cerita, serta sudut pandang masyarakat terhadap cerita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Metode etnografi digunakan untuk melihat bagaimana keterkaitan antara cerita Sri Tanjung dengan latar budaya masyarakat sekitar candi dalam memberikan perspektif. Dengan pendekatan dan metode tersebut, peneliti memperoleh transkripsi cerita Sri Tanjung yang berasal dari catatan dan rekaman dokumentasi Candi Jabung, khususnya mengenai keberadaan cerita Sri Tanjung. Sumber data penelitian berupa gambar relief, transkripsi cerita Sri Tanjung dengan kutipan cerita sebagai datanya, serta masyarakat sekitar sebagai indikator untuk permasalahan perspektif masyarakat terhadap cerita.

Hasil analisis simbolik dalam cerita Sri Tanjung diperoleh peneliti lewat pengkajian struktural cerita. Dalam kajiannya, peneliti menemukan pemaknaan di balik nama tokoh dan latar tempat dalam cerita serta penyebab simbolisme cerita Sri Tanjung yang divisualisasikan lewat gambaran reliefnya. Peneliti juga menemukan simbolisme peristiwa dalam paparan narasi cerita, yaitu (1) simbol kekusaan, (2) simbol kecantikan seorang wanita, (3) simbol genetik, (4) simbol kekuatan, dan (5) simbol darah. Analisis simbolik cerita Sri Tanjung akhirnya membawa peneliti pada sebuah penyimpulan amanat yang hendak disampaikan dalam cerita tersebut. Selain melihat pemaknaan simbolik pada cerita Sri Tanjung, sudut pandang masyarakat sekitar candi terhadap keberadaan cerita Sri Tanjung memberikan dua hasil yang berbeda. Sebagian masyarakat ada yang memaknai cerita tersebut dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, sebagian lagi ada yang menganggap cerita Sri Tanjung hanya sebuah cerita tanpa memberikan pemaknaan di dalamnya. Keragaman sudut pandang ini diakibatkan oleh latar belakang yang ada di lingkungan masyarakat, salah satunya adalah akulturasi budaya Islam.

Kesimpulannya, cerita Sri Tanjung memuat ajaran agama tentang bagaimana seharusnya manusia bersikap jika dilihat dari maknanya. Sudut pandang masyarakat sekitar terhadap cerita Sri Tanjung dipengaruhi oleh latar budaya masyarakat sekitar. Hasil akhir penelitian ini diharapkan bagi masyarakat umum agar memiliki kesadaran untuk ikut menjaga dan melestarikan serta memaknai warisan leluhur, khususnya keberadaan sastra kuno lewat penggambaran relief.