SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Menulis Anekdot Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Kepanjen

Nanang Setyo Pamuji

Abstrak


ABSTRAK

Pamuji, Nanang Setyo. 2014. Pembelajaran Menulis Anekdot Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Kepanjen. Skripsi, Prodi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah. Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Imam Suyitno M.Pd, (2) Dr. Mudjianto M.Pd.

Kata Kunci: pembelajaran menulis anekdot

Penelitian pembelajaran menulis anekdot perlu dilakukan karena pembelajaran tersebut merupakan kompetensi baru sehingga saat ini masih minim dilakukannya penelitian. Pembelajaran menulis anekdot juga dapat dimanfaatkan oleh siswa setelah mereka lulus. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara menerbitkan karya anekdot mereka sehingga dapat bernilai ekonomi. Oleh karena itu, pembelajaran menulis anekdot harus dapat memberikan pengalaman belajar bagi siswa sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan baik dan maksimal. Dalam rangka mewujudkan pembelajaran yang ideal tersebut maka dilakukan penelitian dengan judul “Pembelajaran Menulis Anekdot Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Kepanjen”.

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan tentang (1) perencanaan pembelajaran menulis anekdot, (2) pelaksanaan pembelajaran menulis anekdot, dan (3) penilaian pembelajaran menulis anekdot. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan desain deskriptif. Data yang ditemukan dianalisis melalui penjelasan tertentu yang sesuai dengan prinsip teori yang menjadi tolok ukur. Penelitian kualitatif memiliki karakteristik yang berupa latar alamiah sesuai dengan kenyataan. Desain deskriptif dalam penelitian ini digunakan untuk mendeskripsikan pembelajaran menulis anekdot yang terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Data penelitian berupa (1) rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP); (2) pelaksanaan pembelajaran yang terdiri atas aktivitas guru, aktivitas siswa, interaksi guru dengan siswa, dan interaksi siswa dengan siswa; dan (3) pelaksanaan penilaian yang terdiri atas penilaian proses dan penilaian hasil.

Hasil penelitian berupa deskripsi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Hasil penelitian berupa deskripsi perencanaan menggambarkan proses guru dalam menyusun RPP yaitu berpedoman pada kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) kemudian berdasarkan KI dan KD guru merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran. Setelah indikator dan tujuan pembelajaran dirumuskan barulah guru menyusun materi, metode, media, alat, sumber belajar, kegiatan pembelajaran, dan penilaian. RPP yang disusun oleh guru terdapat upaya untuk menumbuhkan KI 1, membentuk KI 2, mengembangkan KI 3, dan mengaktifkan KI 4. Selain itu, RPP yang disusun oleh guru menerapkan pendekatan saintifik berupa aktivitas mengamati, menganalisis, membentuk jejaring, mencoba, mengomunikasikan, mengevaluasi, menalar, dan mencipta.

Hasil penelitian berupa deskripsi pelaksanaan pembelajaran menunjukkan bahwa dalam proses pelaksanaan pembelajaran terdapat aktivitas guru yang mengarahkan siswa untuk membaca teks anekdot, mengomentari teks anekdot, menulis anekdot secara individu dan kelompok, membetulkan kesalahan siswa dalam membaca dan berbicara, serta memberi kesempatan pada siswa yang kurang aktif. Aktivitas siswa berupa membaca teks anekdot, mengomentari teks anekdot, menulis anekdot secara berkelompok, dan menulis anekdot secara individu. Interaksi antara guru dengan siswa berupa tanya jawab perihal materi anekdot yang belum diketahui siswa. Tanya jawab tersebut meliputi struktur dan ciri teks anekdot yang dibacakan sekaligus dikarang siswa. Interaksi antara siswa dengan siswa berupa aktivitas tanya jawab perihal struktur isi dan ciri anekdot yang dikarang siswa. Dalam pelaksanaan pembelajaran terdapat upaya penumbuhan KI 1, pembentukan KI 2, pengembangan KI 3, dan pengaktifan KI 4. Selain itu, dalam proses pelaksanaan pembelajaran terdapat implementasi pendekatan saintifik berupa aktivitas mengomunikasikan, mencoba, menganalisis, mencipta, membentuk jejaring, menalar, dan menanya.

Hasil penelitian berupa deskripsi penilaian menunjukkan bahwa pada penilaian proses dilakukan oleh guru sendiri disaat pelaksanaan pembelajaran berlangsung. Nilai proses dicatat sendiri oleh guru. Catatan nilai proses yang dilakukan oleh guru berpedoman pada lembar observasi yang telah dilengkapi dengan kriteria dan deskriptor tetapi guru tidak memberikan catatan khusus tentang kemajuan dan hambatan yang dialami oleh siswa. Aspek yang dinilai pada penilaian proses yaitu keaktifan, antusias, dan partisipasi siswa. Penilaian hasil dilakukan oleh guru setelah tugas menulis anekdot dikumpulkan. Dalam penilaian hasil guru tidak memberikan catatan berupa nilai atau tanda tangan pada tugas siswa. Penilaian hasil  dilaksanakan oleh guru di luar jam pelajaran berpedoman pada rubrik penilaian yang dilengkapi kriteria dan deskriptor. Aspek yang dinilai oleh guru dalam penilaian hasil meliputi penulisan isi, struktur, kosakata, dan kalimat.