SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Kemampuan Menulis Cerpen dengan Media Video Reality Show “Orang Pinggiran” Siswa Kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Pandaan

MAYANG RESTIAWATI

Abstrak


ABSTRAK

Restiawati, Mayang. 2014. Peningkatan Kemampuan Menulis Cerpen dengan Media Video Reality Show “Orang Pinggiran” Siswa Kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Pandaan. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd., (II) Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd.

 

Kata kunci: kemampuan menulis, cerpen, media video reality show

Pembelajaran menulis cerpen sudah diajarkan kepada siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Pandaan sesuai dengan KTSP. Berdasarkan studi pendahuluan dengan mengamati proses pembelajaran dan menganalisis cerpen siswa, diketahui bahwa kemampuan menulis cerpen siswa masih rendah. Hal ini disebabkan siswa kesulitan menulis kerangka cerpen, mengembangkan ide cerita, serta menciptakan dan menyelesaikan konflik pada alur cerita. Selain itu, keaktifan dan motivasi siswa dalam pembelajaran menulis cerpen masih kurang karena media yang digunakan kurang menarik.

Tujuan umum penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan menulis cerpen dengan media video reality show “Orang Pinggiran” siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Pandaan. Secara khusus tujuan penelitian ini adalah (1) meningkatkan proses pembelajaran menulis cerpen dengan media video reality show “Orang Pinggiran” pada tahap (a) pratulis, (b) tulis, dan (c) pascatulis; (2) meningkatkan hasil menulis cerpen dengan media video reality show “Orang Pinggiran” yang meliputi sub kemampuan mengembangkan (a) tema, (b) tokoh dan penokohan, (c) latar, (d) alur, dan (e) sudut pandang.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus dengan target nilai rata-rata kelas atau ketuntasan minimal, yaitu 78. Tiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data dalam penelitian ini berupa data proses dan data hasil. Data proses berupa perilaku siswa saat proses pembelajaran menulis cerpen yang dilakukan di kelas; sedangkan data hasil berupa skor kemampuan menulis cerpen siswa. Pengumpulan data proses dilakukan dengan observasi, dokumentasi, dan rubrik penilaian proses; sedangkan pengumpulan data hasil dilakukan dengan tes menulis cerpen yang dinilai menggunakan rubrik penilaian menulis cerpen. Data proses dan data hasil dianalisis dengan menyeleksi, mengoreksi, menskor, dan menyimpulkan. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa dan guru bahasa Indonesia kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Pandaan.

Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa secara umum hasil menulis cerpen siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Pandaan meningkat dengan penggunaan media video reality show “Orang Pinggiran” dari siklus I hingga siklus II. Peningkatan proses pembelajaran menulis cerpen terlihat pada tahap pratulis, tulis, dan pascatulis. Pada tahap pratulis kegiatan siswa meliputi (1) menyimak video reality show “Orang Pinggiran” secara utuh, (2) berdiskusi untuk menemukan hasil identifikasi yang tepat, dan (3) mengembangkan hasil identifikasi menjadi kerangka cerpen. Pada kegiatan pratulis siswa tampak aktif bertanya jawab dengan guru mengenai pembelajaran menulis cerpen; perilaku siswa pada siklus II terlihat lebih serius dan antusias dibanding siklus I dalam menyimak dan mengembangkan kerangka cerpen. Pada tahap tulis kegiatan siswa meliputi (1) mengembangkan kerangka cerpen menjadi cerpen yang utuh dan padu dan (2) merevisi cerpen yang telah ditulis. Pada tahap tulis siklus II siswa tampak lebih serius dan bersemangat dalam mengembangkan kerangka cerpen menjadi cerpen yang utuh dan padu.  Pada tahap pascatulis kegiatan siswa meliputi (1) menyunting cerpen milik teman dengan memberikan komentar dan masukan dan (2) memublikasikan cerpennya di depan kelas. Pada tahap pascatulis, siswa lebih kreatif dalam memberi komentar pada cerpen milik teman dalam kegiatan menyunting, mereka juga lebih percaya diri untuk memublikasikan cerpen di depan kelas.

Peningkatan hasil menulis cerpen siswa dari siklus I hingga siklus II terlihat pada setiap sub kemampuan mengembangkan unsur pembangun cerpen. Peningkatan kemampuan menulis cerpen pada sub kemampuan mengembangkan tema, siswa berkategori sangat baik dengan indikator tema baru, menarik, dan sesuai dengan isi video reality show meningkat dari 34,49% pada siklus I menjadi 68,96% pada siklus II dan tidak ada siswa berkategori cukup pada siklus II (berkurang dari 3,44% pada siklus I). Pada sub kemampuan mengembangkan tokoh dan penokohan, siswa berkategori sangat baik dengan indikator deskripsi ciri fisik dan watak tokoh jelas dan mendukung tema meningkat dari 31,04% pada siklus I menjadi 34,48% pada siklus II dan tidak ada siswa berkategori cukup pada siklus II (berkurang dari 3,44% pada siklus I). Pada sub kemampuan mengembangkan latar, siswa berkategori sangat baik dengan indikator latar tempat, waktu, dan suasana dideskripsikan secara rinci meningkat dari 34,49% pada siklus I menjadi 41,38% pada siklus II. Pada sub kemampuan mengembangkan alur, siswa berkategori sangat baik dengan indikator aspek perkenalan, konflik awal, konflik memuncak, klimaks, dan penyelesaian dikembangkan secara runtut dan menarik meningkat dari 10,34% pada siklus I menjadi 37,93% pada siklus II dan tidak ada siswa berkategori cukup pada siklus II (berkurang dari 37,94% pada siklus I). Pada sub kemampuan mengembangkan sudut pandang, siswa berkategori sangat baik dengan indikator penggunaan sudut pandang yang tepat dan konsisten meningkat dari 37,94% pada siklus I menjadi 58,62% pada siklus II dan tidak ada siswa berkategori cukup pada siklus II (berkurang dari 6,89% pada siklus I).

Berdasarkan hasil penelitian ini, guru bahasa Indonesia diharapkan menggunakan media video reality show “Orang Pinggiran” untuk meningkatkan kemampuan menulis cerpen. Kepada peneliti selanjutnya diharapkan menggunakan media video reality show “Orang Pinggiran” untuk meningkatkan keterampilan berbahasa yang lain.