SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Media Pembelajaran Pidato Siswa Kelas IX SMP

Wulan Sebriana Kusumawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Kusumawati, Wulan Sebriana. 2014. Pengembangan Media Pembelajaran Pidato Siswa Kelas IX SMP. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd, (2) Drs. Bustanul Arifin, S.H., M.Hum.

 

Kata kunci: media pembelajaran, pidato, macromedia flash

 

Media pembelajaran adalah alat bantu belajar yang bertujuan untuk memudahkan dan merangsang motivasi siswa. Media pembelajaran tidak dapat dipisahkan dari kegiatan pembelajaran. Pentingnya sebuah media pembelajaran dapat dilihat dari studi pendahuluan yang ada di lapangan. Hasil studi pendahuluan di lapangan menunjukkan bahwa siswa memiliki minat yang rendah terhadap pembelajaran pidato. Siswa memiliki skemata bahwa pembelajaran pidato adalah kegiatan belajar yang sulit sehingga cenderung malas untuk belajar. Selain itu, media pembelajaran yang tersedia belum variatif. Hal tersebut membuat siswa mengalami banyak kesulitan dan minat yang rendah untuk belajar pidato. Alasan tersebut mendorong peneliti untuk melakukan pengembangan media pembelajaran pidato dengan menggunakan aplikasi macromedia flash.

Berdasarkan hasil studi pendahuluan tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah (1) dihasilkannya media pembelajaran pidato siswa kelas IX SMP yang menarik untuk pembelajaran bahasa Indonesia, dan (2) dihasilkannya media pembelajaran pidato siswa kelas IX SMP yang layak digunakan untuk pembelajaran bahasa Indonesia. Kemenarikan terdiri dari aspek sajian, aspek grafika, aspek bahasa, aspek tampilan media, aspek kemudahan navigasi, dan aspek kualitas media. Kelayakan terdiri dari aspek isi, aspek bahasa, dan aspek kualitasmedia.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan yang diadaptasi dari model penelitian dan pengembangan Borg dan Gall (Sukmadinata, 2008: 189). Berdasarkan model tersebut, terdapat empat tahap prosedur penelitian dan pengembangan, yaitu (1) tahap prapengembangan, (2) tahap pengembangan produk, (3) tahap uji coba produk, dan (4) tahap pascapengembangan.

Uji coba produk dilaksanakan sebanyak empat kali, yaitu (1) uji ahli pidato, (2) uji ahli media pembelajaran, (3) uji praktisi, dan (4) uji siswa. Uji coba produk media pembelajaran menghasilkan data yang diperoleh dari angket. Data penelitian ini berupa data verbal yang mengandung saran perbaikan dari ahli, praktisi, siswa dan data nonverbal berupa angka presentase kelayakan dan kemenarikan. Data dianalisis dengan (1) mendiskripsikan kemenarikan produk media pembelajaran melalui validitas analisis nilai rata-rata, dan (2) mendiskripsikan kelayakan produk media pembelajaran melalui validitas analisis nilai rata-rata. Perbaikan media pembelajaran dilakukan berdasarkan saran perbaikan dari ahli, praktisi, dan siswa.

Media pembelajaran ini memiliki keunggulan dari media pembelajaran yang lain yaitu penyajian materi, contoh, dan latihan yang menarik. Tahapan menyimpulkan isi pidato yaitu (1) menentukan tema, (2) menulis permasalahan yang diuraikan, (3) menulis solusi yang diberikan pembicara, dan (4) menyimpulkan isi pidato. Tahapan menulis teks pidato yaitu (1) menulis salam pembuka, (2) menulis pemberian sapaan, (3) menulis pembuka, (4) menulis isi, (5) menulis isi, (6) menulis penutup, dan (7) menulis salam penutup. Ketika berpidato harus memerhatikan empat komponen yaitu (1) intonasi, (2) artikulasi, (3) volume suara, dan (4) gerak tubuh.

Hasil penelitian dan pengembangan media pembelajaran pidato ini layak dan dapat diimplementasikan. Kemenarikan media pembelajaran pidato mendapatkan persentase sebesar 88,3%, sedangkan kelayakan media pembelajaran pidato mendapat persentase sebesar 85,8%. Walaupun tergolong layak dan dapat diimplementasikan, terdapat bagian-bagian yang harus direvisi sesuai saran perbaikan dari ahli, praktisi, dan siswa.

Media pembelajaran pidato ini menjadi salah satu alternatif sumber belajar pidato. Sebagai langkah pemanfaatan produk hasil pengembangan, guru disarankan menggunakan media pembelajaran ini dan siswa dapat menggunakan media pembelajaran ini secara mandiri. Pengembangan media pembelajaran ini dijadikan pertimbangan dan sumber inspirasi dalam mengembangkan media pembelajaran pidato yang lebih baik lagi. Selanjutnya, produk pengembangan dapat disebarluaskan melalui jurnal penelitian dan forum Musyawarah Guru Matapelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia