SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Struktur Pertukaran dalam Interaksi Kelas pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di MTs. Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran Lamongan

ARIBATUL ISNAINI

Abstrak


ABSTRAK

 

Isnaini, Aribatul. 2014. Struktur Pertukaran dalam Interaksi Kelas pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia  di MTs. Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran Lamongan. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Martutik, M.Pd. (II) Drs. Bustanul Afirin, S.H., M.Hum.

 

Kata Kunci : wujud dan fungsi, komponen struktur, pola struktur

 

Seorang guru ketika di dalam kelas harus merencanakan proses belajar, yang di dalamnya terjadi interaksi belajar mengajar. Guru harus dapat memilih bentuk interaksi belajar mengajar yang tepat, serta apa saja yang harus dipertimbangkan dalam menentukan pemilihan interaksi tersebut. Ketika berada di dalam kelas tersebut guru selalu menggunakan bahasa untuk memperlancar proses interaksi. Bahasa merupakan alat komunikasi yang paling dasar dan efektif. Materi yang disampaikan oleh guru akan mudah dipahami siswa, apabila guru menyampaikannya dengan menggunakan bahasa yang komunikatif dan mudah dimengerti oleh siswa.

Interaksi belajar adalah komunikasi yang terjadi antara guru dan siswa atau antara siswa dan siswa ketika proses belajar pembelajaran berlangsung. Interaksi belajar ini terbentuk ketika guru dan siswa ingin menyampaikan maksud dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan wujud dan fungsi komponen struktur pertukaran di kelas dalam interaksi pembelajaran bahasa Indonesia di MTs. Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran Lamongan serta serta pola strukturnya.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif  deskriptif. Data penelitian ini berupa tuturan interaksi guru dan siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di MTs. Tarbiyatut Tholabah. Sumber data penelitian ini adalah kegiatan pembelajaran dalam kelas pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di MTs. Tarbiyatut Tholabah. Instrumen dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara, pedoman observasi dan catatan lapangan serta tabel pedoman klasifikasi data. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, pencatatan lapangan, dan  pendokumentasian. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis dengan membuat rambu-rambu analisis. Tahap penelitian dilaksanakan atas tiga tahap, yakni perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan memperpanjang observasi dan triangulasi.

Berdasarkan analisis data, diperoleh dua hasil penelitian. Pertama, wujud dan fungsi komponen struktur pembukaan (opening) meliputi pertanyaan sungguhan berwujud kata tanya bagaimana berfungsi untuk menanyakan kabar. Kata tanya siapa berfungsi untuk menanyakan siswa-siswa siapa saja yang telah menuntaskan tugasnya. Kata tanya di mana  berfungsi untuk menanyakan kepada mitra tutur guru tentang tempat media atau bahan pembelajaran bisa ditemukan. Kata tanya apa berfungsi untuk menanyakan istilah dalam KD yang dipelajari. Kata tanya mengapa berfungsi untuk menanyakan sebab terjadinya sesuatu. Kata tanya kapan berfungsi untuk menanyakan waktu pembelajaran dilaksanakan di tempat lain. Kalimat yes or no question  berfungsi untuk menanyakan suatu istilah.

Pertanyaan pura-pura berwujud kata tanya bagaimana berfungsi menanyakan penilaian praktik siswa. Kata tanya apa berfungsi menanyakan contoh media pembelajaran untuk memancing siswa. Kata tanya berapa berfungsi menanyakan jumlah jenis-jenis alur-alur. Kata tanya yang disertai intonasi tanya berfungsi menanyakan istilah dalam KD yang sedang dipelajari yaitu pengertian alur.

Wujud permintaan langsung yakni kata ayo berfungsi untuk meminta tugas siswa. Kata silakan berfungsi untuk meminta siswa melaksanakan perintah guru. Kata perhatikan berfungsi untuk meminta siswa memerhatikan materi yang dipelajari. Kata tolong berfungsi untuk meminta siswa memerhatikan siswa yang lain.

Wujud informatif berupa kalimat berita tentang kondisi kelas dan pendapat guru terkait materi yang dipelajari berfungsi untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada mitra tutur. Wujud metastatemen berupa kalimat berita tentang materi yang akan dipelajari dan kalimat berita tentang kejadian yang terjadi di dalam kelas berfungsi untuk memberikan informasi kepada mitra tutur. Wujud ekspresif berupa tanggapan negatif guru yang berfungsi untuk mengomentari siswa yang menguap.

Wujud dan fungsi penjawaban (answering) meliputi tuturan menjawab berupa pendapat guru dan siswa tentang kejadian di dalam kelas dan materi yang sedang dipelajari yang berfungsi menjawab yang diberikan oleh mitra tutur. Wujud tuturan timbal balik berupa tanggapan verbal siswa berfungsi untuk menanggapi pertanyaan guru. Wujud tuturan ucapan terima kasih berupa ujaran terima kasih dan berfungsi memberikan apresiasi atas sikap mitra tutur. Wujud tuturan pengulangan  berupa pengulangan tuturan penutur atau mitra tutur dan berfungsi untuk mempertegas tuturan sebelumnya. Wujud tuturan pemicu ulang berupa tuturan permintaan guru kepada siswa dan berfungsi untuk mengulangi dan memulai tindakannya.

Wujud dan fungsi pelanjutan (follow-up) meliputi tuturan penerimaan  yakni berwujud tuturan iya dan oke dan berfungsi untuk menerima jawaban mitra tutur. Wujud tuturan penghargaan berupa tuturan pinter dan bagus sekali yang berfungsi untuk memberikan apresiasi atas jawaban dan performa siswa. Wujud tuturan komentar  berupa tuturan pendapat guru atas sikap siswa yang berfungsi untuk memberikan komentar atas sikap siswa dan berwujud pendapat siswa atas penampilan temannya yang berfungsi untuk memberikan komentar atas performa siswa. Wujud tuturan pembetulan  berupa tuturan pembetulan ujaran siswa yang berfungsi membetulkan pertanyaan siswa dan membetulkan jawaban siswa. Wujud tuturan pengulangan berupa ujaran pengulangan guru atas jawaban siswa yang berfungsi menguatkan jawaban siswa tersebut. Wujud tuturan parafrase berupa ujaran pengulangan jawaban siswa atau guru dengan redaksi lain dan berfungsi menguatkan jawaban tersebut.

Kedua, struktur pertukaran dalam interaksi kelas yang digunakan guru dan siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia di MTs. Tarbiyatut Tholabah berpola pembuka [P], pembuka- penjawaban [P-J], dan pembuka-penjawaban-pelanjutan [P-J-TL].

Saran penelitian ini disampaikan pada tenaga pengajar bahasa Indonesia, siswa, dan peneliti selanjutnya. Bagi guru bidang studi Bahasa Indonesia disarankan memanfaatkan penelitian ini sebagai bahan pertimbangan dalam mengolah tuturan dalam interaksi kelas. Selain itu juga penelitian ini bisa dijadikan evaluasi agar guru memberikan kesempatan kepada siswa supaya lebih aktif dalam memicu atau memulai sebuah tuturan. Bagi siswa penelitian ini bisa dijadikan bahan evaluasi dalam mengolah pola tutur. Siswa harus sering berlatih dalam menggunakan tuturan yang bervariasi dan lebih tanggap dalam mengawali suatu pembicaraan. Bagi peneliti Bahasa Indonesia disarankan melakukan penelitian serupa yang lebih mendalam terkait dengan masalah interaksi kelas, khususnya bidang analisis wacana. Misalnya, penelitian tentang kohesi dan koherensi bahasa Indonesia.