SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Rekonstruksi Gender dalam Novel Kenanga Karya Oka Rusmini.

Bagus Adhi Nugroho

Abstrak


ج
ABSTRAK
Nugroho, Bagus Adhi. 2007. Rekonstruksi Gender dalam Novel Kenanga Karya
Oka Rusmini. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra,
Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Hj Siti Cholisotul
Hamidah M.Pd. (2) Dwi Sulistyorini S.S, M.Hum.
Kata Kunci : Rekonstruksi dan gender, ketidakadilan gender, emansipasi, gender.
Rekonstruksi gender adalah suatu konsep pembentukan kembali ideologi
gender yang telah disepakati oleh masyarakat pendukungnya. Konstruksi gender
disebabkan adanya konstruksi sosial dan kultural yang sudah mapan dan
dilembagakan dalam suatu masyarakat. Perubahan jaman menyebabkan
konstruksi-konstruksi yang sudah mapan mulai terjadi pergeseran sehingga perlu
direkonstruksi kembali. Persoalan gender tidak akan muncul apabila perbedaanperbedaan
gender berjalan selaras sehingga antara laki-laki dan perempuan dapat
saling melengkapi. Konstruksi gender telah menghasilkan dampak yang
membawa ketidakdilan gender dan emansipasi wanita. Perbedaan gender
sebenarnya tidak menjadi masalah sepanjang tidak melahirkan ketidakadilan
gender. Namun yang menjadi persoalan, perbedaan gender telah melahirkan
berbagai ketidakadilan baik laki-laki dan terutama terhadap perempuan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk rekonstruksi gender
beserta dampak yang ditimbukan dalam novel Kenanga karya Oka Rusmini.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk rekonstruksi gender yang
meliputi bidang: (1) pendidikan; (2) ekonomi; (3) sosial budaya dalam novel
Kenanga karya Oka Rusmini. Sedangkan dampak yang ditimbulkan akibat adanya
rekonstruksi gender meliputi dampak positif (emansipasi wanita) dan dampak
negatif (ketidakadilan gender) dalam novel Kenanga karya Oka Rusmini.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik yang
digunakan adalah teknik analisis gender. Data dari penelitian ini berupa data
verbal, paparan bahasa dari pernyataan tokoh yang berupa dialog, monolog dan
narasi yang ada dalam novel Kenanga karya Oka Rusmini. Instrumen yang
digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, karena data yang diperoleh
dari dokumen, berupa data verbal atau tulisan. Dalam penelitian kualitatif,
kedudukan peneliti adalah sebagai perencana, pelaksana, pengumpul data,
penganalisis, penafsir data, dan pelaporan hasil penelitiannya. Dalam hal ini
peneliti bertindak sebagai pembaca yang aktif, terus-menerus membaca,
mengamati, dan mengidentifikasi satuan-satuan tutur yang sesuai dengan tujuan
penelitian, kemudian menafsirkan dan melaporkan hasilnya untuk membantu
peneliti dalam mengumpulkan dan menganalis data penelitian penelitian,
digunakan instrumen pembantu berupa panduan kodifikasi data.
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa (1) rekonstruksi gender
pada bidang pendidikan hanya terjadi sebagian saja; (2) hanya sebagian besar
telah terjadi rekonstruksi gender pada bidang ekonomi; (3) tidak terjadi
rekonstruksi gender pada bidang sosial budaya; dan (4) hanya sebagian telah
terjadi rekonstruksi pada bidang politik. Dampak yang ditimbulkan sebagai akibat
د
adanya konstruksi gender adalah sebagai berikut: dampak negatif (ketidakadilan
gender), yaitu: (1) marginalisasi, yang direpresentasikan dalam pembakuan peran
dan pengurangan atau penghilangan nafkah; (2) subordinasi perempuan, yang
diinkasikan dalam peminggiran perempuan dan pengekangan hak dan kebebasan
dalam mengambil keputusan, diantaranya hak berbicara atau berpendapat dan hak
untuk memilih jodoh; (3) stereotipe perempuan, mengindikasikan bahwa
perempuan mempunyai sifat penggoda, lemah, dan irasional; dan (4) kekerasan
terhadap perempuan direpresentasikan dalam kekerasan seksual, fisik, dan
psikologi. Sedangkan dampat positif (emansipasi wanita) yang ditimbukan akibat
konstruksi gender antara lain: (1) bidang pendidikan, terdapat pada tokoh
Kenanga dan Dayu Ratna yang sekolah sampai S2; (2) bidang politik, terlihat
pada tokoh Dayu ratna yang mengambil keputusan untuk keluar dari griya dan
menempati rumah di Perumnas; (3) bidang Pekerjaan, terlihat pada profesi dari
Kenanga dan Dayu Sari yang menjadi dosen, Dayu Ratna yang menjadi Manajer
hotel berbintang.
Saran untuk mahasiswa, hasil penelitian ini dapat memperkaya wawasan
mahasiswa untuk penerapan teori kritik sastra, khususnya mengenai gender.
Sedangkan bagi guru, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan
pertimbangan pemilihan apresiasi sastra di sekolah. Sementara bagi peneliti
lanjutan, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai wawasan dasar dalam
melakukan penelitian lebih lanjut mengenai masalah gender.


Teks Penuh: DOC PDF