SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBANDINGAN ALUR NOVEL CERITA GETARAN THE DA VINCI CODE KARYA DAN BROWN DAN THE JACATRA SECRET KARYA RIZKI RIDYASMARA

Akmal Nurdwiyan Sasangka

Abstrak


ABSTRAK

 

Sasangka, Akmal Nurdwiyan. 2014. Perbandingan Alur Novel Cerita Getaran The Da Vinci Code Karya Dan Brown dan The Jacatra Secret Karya Rizki Ridyasmara. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd, (II) Dewi Pusposari, S.Pd, M.Pd.

 

Kata kunci: perbandingan alur, cerita getaran, sastra bandingan

 

Thriller atau yang di dalam bahasa Indonesia diartikan dengan cerita getaran, merupakan subgenre dari genre cerita detektif. Salah satu novel cerita getaran yang meledak di pasaran adalah The Da Vinci Code yang ditulis Dan Brown pada tahun 2003. Di Indonesia, terdapat novel cerita getaran dengan judul The Jacatra Secret yang ditulis oleh Rizki Ridyasmara pada tahun 2009. Kedua novel tersebut diduga mempunyai bentuk-bentuk hubungan tertentu, seperti adanya hubungan unsur intrinsik berupa peristiwa penting dan tahapan alur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) peristiwa-peristiwa penting yang terdapat dalam novel The Da Vinci Code (DVC) dan The Jacatra Secret (JS), (2) tahapan alur novel DVC dan JS, dan (3) hubungan perbandingan alur antara novel DVC dan JS.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif komparatif dan menggunakan pendekatan sastra bandingan. Data penelitian yang digunakan berupa kata, ungkapan, kalimat, yang menunjukkan rangkaian peristiwa di dalam novel The Da Vinci Code dan novel The Jacatra Secret. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi. Kegiatan pengumpulan data dan analisis data terjadi secara simultan dan berlangsung serempak, dimulai dengan tahap pembacaan sumber data secara keseluruhan dan teliti, tahap identifikasi dan klasifikasi data, dan tahap membandingkan kedua novel. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan pengecekan keabsahan data.

Berdasarkan hasil analisis data perbandingan alur novel DVC dan JS, diperoleh simpulan sebagai berikut. Pertama, novel DVC dan JS memiliki kesamaan atau kesejajaran peristiwa penting sebanyak enam peristiwa penting, yaitu (1) peristiwa pembunuhan tokoh terkenal, (2) peninggalan kode rahasia, (3) pengenalan tokoh utama, (4)  pemecahan teka-teki, (5)  peristiwa meminta bantuan ahli, dan (6) peristiwa penculikan/penyanderaan.

Kedua, tahapan alur novel The Da Vinci Code dan novel The Jacatra Secret mirip satu sama lain. Tahapan alur kedua novel tersebut diawali tegangan atau suspens berupa peristiwa pembunuhan dan peninggalan rahasia tokoh terkenal. Eksposisi dan pengembangan cerita kedua novel mengisahkan upaya tokoh utama dalam mengungkap rahasia dan menggagalkan aksi tokoh antagonis. Klimaks kedua novel ini berisi konfrontasi tokoh protagonis dan antagonis. Penyelesaian kedua novel ini berisi peristiwa pengungkapan rahasia dan penangkapan tokoh antagonis. Hal tersebut juga membuktikan bahwa alur novel DVC dan JS sesuai dengan karakteristik novel cerita getaran.

Ketiga, persamaan peristiwa dan tahapan alur menunjukkan bahwa lahirnya novel JS terinspirasi oleh novel DVC. Meskipun terdapat kesamaan, juga terdapat beberapa modifikasi yang dilakukan oleh Rizki Ridyasmara dalam pembuatan novel JS. Dalam kajian sastra bandingan, tradisi sastra yang muncul dari perbandingan kedua novel ini adalah proses peniruan. Proses peniruan ini mengurangi kadar kekreatifan Rizki Ridyasmara.

Saran yang dapat diajukan sehubungan dengan penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, kepada peneliti lanjutan, diharapkan dapat mengembangkan penelitian sastra bandingan lebih lanjut, lebih khusus lagi terhadap novel DVC dan JS, mengingat dari kedua novel ini masih terdapat hal-hal yang dapat diteliti dan diperbandingkan lagi, seperti unsur intrinsik lainnya yang berupa tokoh dan penokohoan, latar, dan lain-lain. Kedua, kepada pengajar sastra, diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi pengajaran tentang alur dan apresiasi novel. Ketiga, kepada kritikus sastra, diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi memperkaya bahan kajian sastra bandingan di Indonesia.