SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pelaksanaan Pembelajaran Menulis Frasa Menggunakan Aksara Jawa Siswa Kelas VII MTs Negeri Panggul Trenggalek

Syari Khoirur Rohmah

Abstrak


ABSTRAK

 

Rohmah, Syari Khoirur. 2014. Pelaksanaan Pembelajaran Menulis Frasa Menggunakan Aksara Jawa Siswa Kelas VII MTs Negeri Panggul Trenggalek. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd., (II) Dwi Sulistyorini, S.S., M.Hum.

 

Kata kunci : bahasa Jawa, menulis frasa, aksara Jawa.    

 

Aksara Jawa merupakan bentuk kearifan lokal suku Jawa yang menjadi simbol berkembangnya peradaban tulis menulis di masa dahulu. Pembelajaran aksara Jawa yang masuk dalam mata pelajaran bahasa Jawa masih terus dilestarikan di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Mata pelajaran bahasa Jawa merupakan muatan lokal wajib di lembaga pendidikan formal di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

MTs Negeri Panggul Trenggalek merupakan salah satu sekolah menengah pertama yang muatan lokalnya adalah mata pelajaran bahasa Jawa. Namun, siswa MTs Negeri Panggul belum mampu menulis menggunakan aksara Jawa dengan baik karena mengalami kesulitan dalam memahami dan menghafal konsep aksara Jawa. Apabila hal ini tidak segera diatasi, maka akan memengaruhi nilai siswa. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian berkaitan dengan kesulitan siswa dalam memahami dan menghafal aksara Jawa dengan judul Pelaksanaan Pembelajaran Menulis Frasa Menggunakan Aksara Jawa Siswa Kelas VII MTs Negeri Panggul Trenggalek.

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) kondisi pembelajaran menulis frasa menggunakan aksara Jawa siswa kelas VII MTs Negeri Panggul Trenggalek dan (2) wujud kesulitan menulis frasa menggunakan aksara Jawa siswa kelas VII MTs Negeri Panggul Trenggalek. Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas VII, guru bahasa Jawa kelas MTs Negeri Panggul, serta seluruh komponen yang mendukung selama proses belajar mengajar menulis aksara Jawa. Data dalam penelitian ini berupa data hasil observasi, wawancara, dan tes siswa dari proses belajar mengajar di sekolah tersebut.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan instrumen berupa panduan wawancara, panduan observasi, dan tes. Analisis data penelitian ini berawal dari mengumpulkan data, mereduksi data, mengorganisasikan data, memaparkan, lalu menyimpulkan. Data yang diperoleh dari lokasi penelitian disusun dalam bentuk uraian yang sistematis, kemudian dikaitkan dengan sumber data yang ada.

Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Hasil penelitian berkaitan dengan kondisi pembelajaran menulis frasa menggunakan aksara Jawa adalah berjalan dengan baik. Guru mampu menjalankan peranannya dengan baik di kelas. Guru memiliki cara untuk memaksimalkan pembelajaran dengan alokasi waktu minimal dengan menyelipkan materi lain di antara materi pokok yang sedang berlangsung. Namun, guru tidak menggunakan media dan strategi pembelajaran yang menarik sehingga membuat siswa kurang termotivasi karena bertindak sebagai subjek pasif yang hanya mendengar dan melihat guru menyampaikan materi. Kondisi sarana dan prasarana di kelas VII memadai, peralatan yang mendukung pembelajaran layak untuk digunakan. Kondisi ruang kelas selama proses pembelajaran juga nyaman dan rapi.

Hasil penelitian berkaitan dengan wujud kesulitan menulis frasa menggunakan aksara Jawa ditemukan lima wujud kesulitan. Wujud kesulitan tersebut adalah kesulitan dalam memahami dan menghafal konsep aksara Jawa legena, pasangan, sandangan bunyi vokal, sandangan penutup suku kata, dan penanda gugus konsonan. Wujud kesulitan tersebut diperoleh melalui hasil analisis tes menulis frasa menggunakan aksara Jawa, hasil wawancara, dan hasil observasi.          

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, agar kesulitan dalam menulis menggunakan aksara Jawa yang dialami siswa dapat diatasi maka sepantasnya guru menggunakan media dan strategi pembelajaran yang menarik. Metode pembelajaran ceramah seperti yang dilakukan guru saat ini sebaiknya dikurangi dengan cara memaksimalkan pembelajaran yang lebih banyak melibatkan siswa. Sekolah juga memiliki peranan tidak kalah penting. Sekolah hendaknya mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran, memenuhi kebutuhan siswa dan guru. Namun, usaha guru dan sekolah tidak akan maksimal apabila tidak disertai dengan usaha siswa untuk belajar dengan tekun dan kreatif. Sehingga, guru, sekolah, dan siswa hendaknya bersinergi bersama untuk menciptakan suasana pembelajaran yang lebih baik agar tujuan pendidikan dapat tercapai.