SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMETAAN PIKIRAN DI SMA SELAMAT PAGI INDONESIA BATU

Palupi Indah Setyowati

Abstrak


ABSTRAK

 

Setyowati, Palupi Indah. 2013. Peningkatan Kemampuan Menulis Paragraf Argumentasi dengan Menggunakan Metode Pemetaan Pikiran di SMA Selamat Pagi Indonesia Batu. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Prodi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd (II) Dwi Sulistyorini, S.S., M.Hum

 

Kata Kunci : kemampuan menulis, paragraf argumentasi, metode pemetaan pikiran

 

Pembelajaran menulis paragraf di kelas X-B di SMA Selamat Pagi Indonesia Batu diawali dengan melakukan studi pendahuluan yang menunjukkan bahwa (1) sebagian besar siswa kesulitan untuk mengungkapkan pendapat dalam paragraf argumentasi, (2) kurangnya kemampuan siswa dalam menjabarkan topik dan memberikan pendapat dan alasan secara logis, (3) penggunaan metode yang kurang tepat, sehingga siswa tersebut memperoleh nilai di bawah KKM (75). Masalah yang muncul pada aspek hasil menulis paragraf argumentasi siswa adalah kualitas tulisan siswa. Siswa tidak menyertakan alasan logis dalam paragraf sehingga tujuan argumentasi tidak tercapai. Selain itu siswa kesulitan dalam memulai menulis paragraf argumentasi karena tidak ada langkah-langkah tertentu dalam kegiatan menulis. Oleh karena itu, permasalahan tersebut diatasi dengan penggunaan metode pemetaan pikiran untuk lebih mengkhususkan pokok persoalan dalam pembelajaran menulis paragraf argumentasi. Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimanakah peningkatan proses dan peningkatan hasil menulis paragraf argumentasi dengan menggunakan metode pemetaan pikiran pada siswa kelas X-B SMA Selamat Pagi Indonesia Batu.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang meliputi empat hal pokok yaitu (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan tindakan, (3) pelaksanaan tindakan, dan (4) refleksi hasil tindakan. Data dalam penelitian ini berupa data proses dan hasil. Data proses berupa transkrip hasil interaksi proses pembelajaran menulis paragraf argumentasi yang dilakukan siswa dan guru di kelas, sedangkan data hasil berupa hasil tulisan paragraf argumentasi siswa. Pengumpulan data proses dilakukan dengan observasi menggunakan pedoman observasi dan catatan lapangan, sedangkan data hasil dilakukan dengan studi dokumen dengan menggunakan rubrik penilaian hasil menulis paragraf argumentasi.

Pada siklus I, proses peningkatan menulis paragraf argumentasi pada tahap pramenulis dilakukan dengan kegiatan siswa menyimak penjelasan guru mengenai konsep menulis paragraf argumentasi dan langkah-langkah menulis paragraf argumentasi dengan menggunakan metode pemetaan pikiran. Selanjutnya, siswa membuat peta pikiran dan menyusun kerangka tulisan berdasarkan topik yang telah ditentukan oleh guru. Proses peningkatan pada tahap menulis dilakukan dengan kegiatan siswa mengembangkan kerangka tulisan menjadi paragraf argumentasi secara utuh. Pada tahap ini sebagian besar siswa tampak antusias mengembangkan kerangka tulisan menjadi sebuah tulisan argumentasi. Proses peningkatan pada tahap pascamenulis dilakukan dengan kegiatan siswa menyunting hasil tulisan milik teman. Pada proses pembelajaran siklus I terdapat 6 siswa (33,3%) yang mendapat nilai di bawah KKM. Berdasarkan paparan di atas, kegiatan siswa selama proses pembelajaran sudah berfariatif dibandingkan pratindakan.

Pada siklus II, proses peningkatan menulis paragraf argumentasi pada tahap pramenulis diawali dengan kegiatan siswa mengamati penjelasan guru. Selanjutnya, siswa membuat peta pikiran berdasarkan topik yang telah mereka pilih dan menyusun kerangka tulisan. Pada tahap ini siswa tampak aktif bertanya. Siswa juga mampu berkonsentrasi dengan baik. Proses peningkatan pada tahap menulis dilakukan dengan kegiatan siswa mengembangkan kerangka tulisan menjadi paragraf argumentasi secara utuh. Pada tahap ini siswa tampak antusias mengembangkan kerangka tulisan menjadi paragraf argumentasi secara utuh. Proses peningkatan pada tahap pascamenulis dilakukan dengan kegiatan siswa menyunting hasil tulisan milik teman. Pada tahap ini siswa tampak antusias menyunting hasil tulisan milik temannya. Pada proses pembelajaran siklus II, kegiatan siswa selama proses pembelajaran sudah lebih bervariatif dibandingkan siklus I.

Hasil peningkatan tahap pramenulis paragraf argumentasi ditandai dengan meningkatnya hasil peta pikiran dan kerangka tulisan siswa. Hasil peta pikiran dan kerangka tulisan siswa kategori tuntas dari sikus I menuju siklus II meningkat dari 55,5% tuntas menjadi 94,5% tuntas. Hasil peningkatan tahap menulis paragraf argumentasi ditandai dengan meningkatnya hasil tulisan paragraf argumetasi siswa. Hasil paragraf argumentasi siswa kategori tuntas dari siklus I menuju siklus II meningkat dari  66,6% tuntas menjadi 83,3% tuntas. Hasil peningkatan tahap pascamenulis paragraf argumentasi ditandai dengan meningkatnya kualitas siswa yang melakukan penyuntingan. Kategori tuntas siklus I menuju siklus II yaitu 50% tuntas menjadi 72,2% tuntas. Jadi, metode pemetaan pikiran dapat meningkatkan kemampuan menulis paragraf argumentasi siswa pada tahap pramenulis, menulis, dan pascamenulis.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada guru untuk menggunakan metode pemetaan pikiran dalam pembelajaran menulis paragraf argumentasi. Kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan metode pembelajaran yang lainnya untuk meningkatkan keterampilan menulis paragraf argumentasi. Selain itu, penelitian ini juga dapat dikaji lebih mendalam lagi dengan menggunakan kriteria, evaluasi, dan pendekatan yang berbeda mengenai upaya meningkatkan keterampilan menulis paragraf argumentasi.