SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Nilai Pendidikan dalam Novel Anak Sejuta Bintang Karya Akmal Nasery Basral

Novita Ratna Sari

Abstrak


ABSTRAK

 

Sari, Novita Ratna. 2014. Nilai Pendidikan dalam Novel Anak Sejuta Bintang Karya Akmal Nasery Basral. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd., (II) Dr. Sunoto, M.Pd.

 

Kata Kunci: pola asuh, pola didik

 

Novel Anak Sejuta Bintang tergolong dalam kategori novel popular. Pemilihan novel ini sebagai objek penelitian karena novel ini mengandung nilai positif  yang dapat diteladani dan diterapkan di dunia nyata.Nilai yang akan ditelusuri pada novel Anak Sejuta Bintang yakni nilai pendidikan, nilai pendidikan tersebut tercermin pada pola asuh dan pola didik yang diterapkan oleh orang tua dan guru. Analisis nilai yang terkandung dalam novel selalu menarik untuk diteliti, karena setiap novel memiliki tema dan amanat tersendiri. Selain itu, penelitian mengenai nilai pendidikan dalam novel Anak Sejuta Bintang belum pernah dilakukan. Oleh, karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Nilai Pendidikan dalam Novel Anak Sejuta Bintang”.

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yang terdiri atas pola asuh dan pola didik yang diterapkan oleh tokoh orang tua, serta pola asuh dan pola didik yang diterapkan oleh tokoh guru dalam novel Anak Sejuta Bintang. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian teks dengan jenis penelitian kualitatif. Data penelitian berupa kutipan kata, kalimat, atau fragmen yang terdapat penanda sesuai dengan tujuan penelitian. Data tersebut diperoleh dari novel Anak Sejuta Bintang karya Akmal Nasery Basral yang diterbitkan pada tahun 2012. Instrumen penelitian berupa table penyajian data, peneliti bertindak sebagai perencana, pelaksana pengumpulan data, analis, penafsir data, dan pelapor hasil penelitian. Agar keabsahan data dapat dipertanggungjawabkan peneliti mendiskusikan dan mengonsultasikan hasil kepada dosen pembimbing. Kegiatanan alisis dimulai dari pengumpulan data, pengklasifikasian data, interpretasi data, dan deskripsi hasil interpretasi sebagai hasil analisis

Hasil penelitian ini berupa deskripsi pola asuh dan pola didik yang diterapkan oleh tokoh orang tua; serta pola asuh dan pola didik yang diterapkan oleh tokoh guru. Pertama, pola asuh yang diterapkan oleh tokoh orang tua yaitu pola asuh demokratis. Pola didik diterapkan dengan cara member contoh nyata dengan perbuatan disertai penjelasan kepada anak. Teknik disiplin yang diterapkan oleh tokoh orang tuayaitu teknik disiplin induktif. Kedua, pola asuh yang diterapkan oleh tokoh guru bervariasi. Guru di taman kanak-kanak menerapkan pola asuh demokratis, mendidik dengan cara bertanya dan menjelaskan, sedangkan, guru di sekolah dasar menerapkan pola asuh otoriter, guru menghargai kontrol terhadap anak tanpa banyak bertanya, menghukum secara tegas saat anak melanggar. Teknik disiplin yang diterapkan oleh tokoh guru yaitu teknik disiplin deduktif.

Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh dua kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, pola asuh demokratis merupakan pola asuh terbaik dalam proses pengasuhan. Dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang demokratis dapat membentuk karakter anak menjadi mandiri untuk membatasi diri terhadap kemauan dan pilihannya. Anak menjadi dapat dipercaya agar dapat membedakan hal yang pantas dan tidak pantas untuk dilakukan. Anak juga menjadi bertanggungjawab. Kedua, pola asuh terbaik untuk digunakan di lingkungan sekolah harus disesuaikan dengan karakter siswa. Pola asuh otoriter dan teknik disiplin deduktif juga diperlukan untuk mengendalikan siswa dan menekan perilaku yang tidak diinginkan.